
"Sayang, papa ada di sini. " Ucap Raditya membelai rambut anak nya Alvaro.
Alvaro belum bangun dari tidur nya. Sementara Mika, Dylan dan bi Sri menunggu di luar.
"Siapa lagi sih yang berani menculik kamu? " tanya Raditya.
"Papa janji gak akan biar kan siapapun menyakiti mu nak. " Ucap nya lagi.
"Apa? Kalian gagal? " Tanya Clara.
"Iya Clara. " Jawab Jeky.
Mereka berbicara melalui telepon.
"Kenapa bisa? Apa yang kalian lakukan? " tanya Clara marah.
"Kami sudah melakukan nya sesuai rencana, hanya saja pembantu nya yang menggagalkan semua nya. " Jawab Jeky.
"Maksud mu pengasuh nya? " Tanya Clara.
"Iya. " Jawab Jeky.
"Sialan... Kenapa gak di habisi aja dia? " Ucap Clara.
"Warga sudah berdatangan, pengasuh nya itu mengejar kami sambil teriak-teriak." Jawab Jeky.
"Lalu bagaimana? Apa ada yang tertangkap? " tanya Clara.
"Si Beno dan Ilong di tangkap polisi. " Ucap Jeky.
"Apa? Aduh... Denger ya.. Aku gak mau terlibat masalah, kita sudah melakukan perjanjian. " Ucap Clara.
"Lalu bagaimana dengan sisa pembayaran nya? " tanya Jeky.
"Apa kau bilang? Kau minta pembayaran? Apa kalian berhasil membawa anak ku pada ku? " Ucap Clara.
"Tapi rekan ku sudah di tangkap polisi ini, kau juga harus bantu kami donk. " Ucap Jeky.
"Dengar, aku tak bertanggung jawab kalau anak buah ku mengatakan yang sebenarnya nanti di kantor polisi. " Ancam Jeky.
"Kau mengancam ku haaa?? " Tanya Clara.
"Aku tidak mengancam mu, tapi aku hanya memberitahukan mu. " Jawab Jeky.
Clara diam, ada perasaan takut dalam diri nya. Karena selama ini dia tidak pernah terlibat dengan pihak kepolisian.
"Hallo, apa kau masih ada di sana?" Tanya Jeky.
"Iya, aku mendengar mu. " Jawab Clara.
"Aku akan coba minta bantuan pada teman ku, sebaik nya kau suruh anak buah mu untuk tutup mulut. " Ucap Clara.
"Baik aku akan mencoba nya. " Ucap Jeky.
Obrolan mereka pun berakhir.
"Sial... Sial... Sial... Dasar gak berguna banget sih mereka. " Ucap Clara marah.
"Bisa malu aku kalau sampai aku ada kasus, hancur karier ku. " Ucap Clara lagi.
"Papa, papa sudah pulang? " Tanya Alvaro bangun.
Raditya yang tertidur di samping Alvaro posisi duduk di kursi.
Raditya bangun karena mendengar suara anak nya.
"Sayang, kamu sudah bangun, gimana, apa kamu masih merasa sakit nak? Bagian mana yang sakit? " Tanya Raditya.
"Valo udah sehat kok pa, mama Mika di mana? " Tanya Alvaro.
"Mama Mika ada kok, dia lagi di luar. " Jawab Raditya.
"Mama Mika teluka? " Tanya Alvaro khawatir.
"Gak kok sayang, mama Mika nya gak apa-apa kok. " Jawab Raditya.
"Papa, kapan pulang nya? " Tanya Alvaro.
"Tadi sore nak. " Jawab Raditya menyentuh pipi anak nya.
"Valo mau pulang pa, Valo gak mau di sini." Pinta Alvaro.
"Iya sayang, nanti papa tanya dokter nya dulu ya, apa kamu udah bisa pulang atau belum. " Ucap Raditya.
"Kamu mau bicara sama mama Mika nya? " Tanya Raditya.
"Iya.. Valo kangen sama mama Mika. " Jawab Alvaro.
"Sebentar ya. " Jawab Raditya.
Raditya keluar ruangan dan memanggil Mika yang sedang duduk di ruang tunggu bersama bi Sri dan Dylan.
"Mika, Alvaro mau ketemu sama kamu, kata nya dia kangen sama kamu. " Ucap Raditya.
"Alvaro nya yang kangen atau papa nya yang kangen? " Ledek Dylan.
"Kan papa nya udah lepas kangen tadi, hehehe. " Jawab Raditya sedikit tertawa.
"Hahahahaha. "Tawa Dylan.
"Udah ketawa nya? " Tanya Raditya kesal.
"Ayo Mika. " Ajak Raditya.
"Radit, gandeng donk tangan mama Mika nya, ntar nyasar atau di sambar orang loh. " Ucap Dylan meledek lagi.
Raditya menatap sinis pada Dylan, sedangkan Dylan hanya tersenyum senyum saja. Mika pun ikut tersenyum, menutup mulut nya dengan tangan nya. Raditya beralih memandang Mika, dan dia pun ikut tersenyum. Raditya pun berani menggandeng tangan Mika. Mika kaget.
"Loh tuan.. " Ucap Mika.
"Udah kamu ikut aja, bener kata Dylan, biar kamu nya gak nyasar. " Ucap Raditya.
"Dan supaya kamu gak di rebut orang lain. " Gumam Raditya.
Semua pengunjung pasien yang melihat itu senyum-senyum dan ada yang merasa cemburu.
Sementara Raditya merasa senang saat dia memegang tangan Mika yang lembut itu.
"Mama..... " Ucap Alvaro melihat Mika masuk.
"Sayang, kamu sudah bangun? " Ucap Mika mendekati Alvaro.
"Udah mama, mama dari mana?" Tanya Alvaro.
"Mama tadi di luar sayang. " Ucap Mika.
"Mama, Valo mau pulang, gak mau di sini. " Pinta Alvaro.
"Iya sayang, sabar dulu ya. " Ucap Mika menenangkan Alvaro.
Di ruangan itu hanya ada Alvaro, Mika dan Raditya.
"Ada apa Clara?" Tanya Andien melalui panggilan telepon.
"Ayo kita ketemuan sekarang, ada yang mau aku bicarakan. " Ucap Clara.
"Baik lah, di tempat biasa kan? " Tanya Andien.
"Iya." Ucap Clara.
"Bagaimana dok, keadaan anak saya? " Tanya Raditya berbicara dengan dokter yang memeriksa Alvaro.
"Anak anda sudah membaik tuan Radit, tidak perlu di khawatirkan. " Jawab dokter.
"Apakah bisa saya bawa pulang? " Tanya Raditya.
"Sudah bisa kok, tapi obat yang saya berikan harus tetap di habis kan. " Ucap dokter.
"Baik dok, terimakasih. " Ucap Raditya.
Dylan pergi ke kantor polisi tempat si Beno dan Ilong di tahan. Dylan penasaran siapa yang berani menculik keponakan nya.
"Cepat katakan, siapa yang menyuruh mu menculik anak itu? " Tanya Dylan pada Beno dan Ilong.
Beno dan Ilong hanya diam.
"Sekali lagi aku tanya... siapa yang menyuruh kalian menculik nya? " Tanya Dylan.
Beno dan Ilong tetap diam.
Dylan kesal dan marah.
"Tuan Dylan, biarkan kami yang berbicara dengan mereka. " Ucap polisi.
"Pastikan mereka mengakui nya pak polisi, aku yakin, pasti ada seseorang di balik penculikkan ini. " Ucap Dylan.
"Baik tuan Dylan. " Ucap polisi itu.
"Kalau begitu saya permisi dulu pak, nanti kalau ada info, tolong beritahu saya. " Ucap Dylan.
"Baik. " Jawab polisi.
Dylan pergi meninggalkan kantor polisi.
Saat Dylan hendak meninggalkan kantor polisi, kebetulan berpapasan dengan Jeky.
Jeky sekilas melihat ke arah Dylan, begitu juga sebalik nya.
"Bagaimana kami bos? kami gak mau di sini. " Ucap Beno.
"Kalian tenang saja, pokok nya apapun yang terjadi, jangan pernah kalian membuka mulut, mengerti?" Ucap Jeky.
"Kalian akan segera di bebas kan, gak usah khawatir. " Ucap Jeky.
"Baik lah, asal kan kau bisa menjamin kebebasan kami, kami bisa menutup mulut. " Ucap Beno.
Raditya menghampiri tempat Alvaro di rawat.
"Sayang, hari ini kamu bisa pulang. " Ucap Raditya.
"Asikk.... Valo pulang." Ucap Alvaro senang.
"Kalau begitu saya kemasi barang-barang den Alvaro ya tuan. " Ucap Mika.
"Iya Mika. " Jawab Raditya.
" Aku selesaikan administrasi nya dulu. " Ucap Raditya.
"Iya tuan." Jawab Mika.
JANGAN LUPA KLIK LIKE VOTE, FAVORITE DAN KOMENT NYA YA... GRACIAS...
JANGAN LUPA BACA NOVEL INI JUGA YA... CERITA NYA GAK KALAH MENARIK JUGA LOH....