MIKA, I LOVE YOU

MIKA, I LOVE YOU
EPISODE 38



"Apa? Alvaro di culik? siapa yang menculik


nya Dit? " tanya Dylan melalui telepon.


"Aku tidak tahu. " Jawab Raditya.


"Tolong kau coba cek di rumah sakit, lihat keadaan Alvaro dan Mika. " Perintah nya.


"Ok.. lalu kau? " Tanya Dylan.


"Aku akan kembali ke Jakarta hari ini." Ucap Raditya.


"Baik lah.. aku akan ke rumah sakit, kau kirimkan alamat nya. " Ucap Dylan.


"Baik." Jawab Raditya.


Mereka pun mengakhiri telepon nya.


"Diana, pesan kan segera tiket ke Jakarta". Perintah Raditya.


"Tapi tuan, anda masih harus bertemu dengan tuan Santoso. " Ucap Diana.


"Kau urus saja sisa nya, yang jelas sekarang aku harus kembali ke Jakarta." Ucap Raditya.


"Baik tuan, saya akan memesan nya." Jawab nya.


Di rumah sakit.....


"Bagaimana dokter keadaan Alvaro? " Tanya Mika ketika dokter keluar dari ruangan tempat Alvaro di rawat.


"Keadaan nya sudah membaik, dia cuma mengalami syok ringan, untuk luka nya hanya mengalami kulit luar nya saja, tidak ada luka serius. " Jawab dokter.


"Syukur lah dok. " Jawab Mika.


"Apa saya bisa melihat keadaan nya dok?" Tanya Mika.


"Bisa, sebentar lagi dia akan sadar. " Jawab dokter nya.


"Terimakasih dok. " Jawab Mika.


Dokter meninggalkan Mika, sementara Mika berjalan masuk ke ruangan tempat Alvaro di rawat.


"Sayang, kamu sudah aman. " Ucap Mika sambil membelai rambut Alvaro yang masih belum sadar.


Bi Sri datang, menghampiri ruangan tempat Alvaro. Sebelum nya dia sudah bertanya ruangan anak majikan nya di bagian informasi pasien.


"Nona Mika, bagaimana keadaan den Alvaro? " Tanya bi Sri.


"Bi Sri, keadaan den Alvaro sudah baikkan kok, tinggal nunggu bangun aja. Tadi di suntik. " Jawab Mika.


"Bagus lah kalau begitu non, sebaik nya non juga beristirahat. " Ucap bi Sri.


"Saya di sini aja bi, jaga den Alvaro. " Jawab Mika.


"Biar gantian sama saya non, non belum makan, harus jaga kesehatan nya juga. " Ucap bi Sri.


"Bibi sudah bawa makanan dari rumah, jadi non Mika makan aja dulu. " Ucap bi Sri.


"Baik lah bi, saya ke kantin saja, sekalian makan makanan yang bibi bawa ini. " Jawab Mika.


"Iya non. " Jawab si bi Sri.


Mika pergi dan meninggalkan bi Sri yang menjaga Alvaro.


"Tuan, saya sudah memesan tiket pemberangkatan menuju Jakarta. " Ucap Diana.


"Pemberangkatan nya tiga jam lagi. " Ucap Diana.


"Baiklah, aku akan pergi sekarang. " Jawab Raditya.


"Baik tuan, hati-hati. " Jawab Diana.


Raditya segera menuju bandara dengan mobil dan sopir nya pak Sutrisno.


Dylan sudah sampai di rumah sakit dengan alamat yang di kirimkan Raditya.


Dia melihat bi Sri yang sedang menjaga Alvaro.


"Bi Sri, bagaimana keadaan Alvaro? " Tanya Dylan.


"Tuan Dylan, keadaan den Alvaro sudah membaik tuan. " Jawab bi Sri.


"Di mana Mika? " Tanya Dylan.


"Nona Mika sedang istirahat tuan, dia bilang, dia pergi ke kantin rumah sakit. " Jawab bi Sri.


"Baiklah kalau begitu, saya kesana dulu ya bi. " Ucap Dylan.


"Iya tuan. " Jawab bi Sri.


Dylan pergi meninggalkan bi Sri menjaga Alvaro. Dylan menuju bagian kantin itu, bertanya pada bagian informasi. Setelah mengetahui keberadaan nya, dia langsung menuju ke kantin.


Tampak Mika sedang duduk termenung di kursi dengan makanan di hadapan nya.


Dylan menghampiri nya.


"Mika. " Ucap Dylan.


Mika tersadar dari diam nya dan melihat ke asal suara yang memanggil nya.


"Tuan Dylan. " Jawab nya.


"Saya baik-baik saja tuan, tuan kenapa bisa ada di sini?" tanya Mika heran.


"Raditya yang memberitahu saya kalau Alvaro dan kamu di rumah sakit. " Jawab Dylan.


"Ooohhh.. " Jawab Mika.


"Kenapa Alvaro bisa di culik, siapa yang menculik nya? " Tanya Dylan.


"Saya tidak tahu dan tidak kenal tuan, mereka sembunyi di taman pada saat itu. " Ucap Mika.


"Hhhmmm..... sudah lah, yang penting kalian selamat. " Ucap Dylan.


"Tadi Raditya bilang dia akan pulang segera ke Jakarta, saat ini sedang dalam perjalanan. " Ucap Dylan.


"Ooohhh " Jawab Mika.


Dylan melihat wajah Mika yang cantik.


"Kamu cantik banget Mika. " Gumam Dylan.


"Mika, apa aku boleh bertanya pada mu? " Tanya Dylan.


"Tanya apa tuan? " Tanya Mika.


"Mmmm... bagaimana menurut mu Raditya? " Tanya Dylan.


Mika mengernyitkan dahi nya, seakan-akan tidak mengerti maksud dari pertanyaan Dylan.


"Maksud nya tuan? " Tanya Mika.


"Maksud ku.. apa kamu.. apa kamu suka dengan Raditya? " Tanya Dylan.


"Suka?... saya suka kok dengan tuan Raditya, kenapa tuan? " Tanya Mika lagi.


"Kamu suka? suka dalam artian apa ini? " Ucap Dylan.


"Tuan, saya bener-bener tidak mengerti maksud tuan, hehehehehe." Ucap Mika.


Dylan hanya diam, dia takut salah bicara.


"Maksud ku, apa kamu menyukai Raditya, mencintai gitu...? " Tanya Dylan to the point.


Mika terdiam, dia tidak menyangka kalau sahabat majikan nya itu menanyakan hal itu.


"Tuan, saya hanya menganggap tuan Raditya sebagai majikan saya, jadi tidak mungkin saya... " ucap Mika.


"Iya.. iya... saya mengerti, hahahahaha... " Ucap Dylan.


"Tapi aku yakin, kalau si Raditya itu sudah menyukai mu, pasti dia sudah jatuh cinta dengan mu." Gumam Dylan.


Raditya sudah sampai di Jakarta, sementara sopir nya pak Sutrisno berjalan sendiri dengan mobil menuju Jakarta. Dia hanya mengantar majikan nya hanya sampai bandara.


Raditya memesan taxi menuju rumah sakit.


Mika dan Dylan kembali keruangan tempat Alvaro.


Setelah beberapa jam beristirahat, dan Mika menghabiskan setengah dari makanan yang di bawa bi Sri.


"Bi, apa den Alvaro sudah bangun?" Tanya Mika.


"Sudah non, tapi sekarang dia tidur lagi, kata nya sangat ngantuk. " Jawab bi Sri.


"Ooohhh... "


"Kalau begitu kita di luar saja." Ajak Dylan.


Saat mereka keluar, Raditya baru tiba.


"Tuan? " Ucap Mika.


"Mika... " Ucap Raditya sambil memeluk Mika.


Mika heran dan kaget, bi Sri dan Dylan pun heran sambil saling menatap.


"Tuan... " Ucap Mika sambil dalam pelukan Raditya.


"Apa kamu tidak apa-apa? " Tanya Raditya yang masih belum melepaskan pelukan nya terhadap Mika.


"Saya tidak apa-apa tuan, tuan kenapa memeluk saya? " Tanya Mika masih di peluk.


Raditya tersadar, dia segera melepaskan pelukan nya.


"Ma... maaf.... " Jawab nya malu-malu.


"Iya...iya.. di maafkan kok Raditya sayang, hehehehehe " Ledek Dylan.


Raditya memandang sinis pada Dylan. Dylan bukan nya takut malah masih cengengesan melihat sahabat nya itu yang sedang salah tingkah.


"Kenapa sayang, apa kau khawatir sama mama Mika mu ? hahahahaha." Ledek Dylan.


"Hahahahahahaha" Tawa Mika dan bi Sri.


"Diam kau Dylan, atau aku akan membunuh mu. " Ancam Raditya bercanda.


"Ampun tuan ku.. hamba tidak akan berani lagi meledek tuan ku... tolong jangan bunuh hamba. " Ucap Dylan meledek lagi.


"Kau.... " Raditya kesal.