MIKA, I LOVE YOU

MIKA, I LOVE YOU
EPISODE 45



"Kakek.. Nenek.... " teriak Alvaro saat sampai di rumah Mika.


"Cucu kesayangan ku. " ucap Ayah dan ibu Mika.


Orang tua Mika menyambut kedatangan Raditya dan Alvaro.


Ibu Mika menggendong Alvaro. Alvaro memeluk dan mencium pipi nenek nya.


Mika menyalami ayah dan ibu nya, Raditya pun mengikuti nya.


"Ayo masuk ke dalam. " ajak ayah Mika.


"Dimas, kamu bantu tuan Raditya membawa koper nya. " ucap Ayah Mika pada Dimas.


"Iya yah" ucap Dimas.


Dimas dan Raditya membawa koper bersama ke dalam rumah.


"Apa kabar tuan. " ucap Dimas sambil menjabat tangan nya.


"Baik Dimas, kamu bagaimana ujian nya? " tanya Dimas.


"Sudah selesai tuan, tapi belum keluar hasil nya. " jawab Dimas.


"Oh ya... Mulai sekarang kamu jangan panggil aku ' tuan ' ya " ucap Raditya.


"Maksud nya? " tanya Dimas.


"Kamu panggil saja aku kakak ipar, hehehehe. " jawab Raditya sambil masuk ke rumah.


Sementara Dimas bingung dan heran.


"Tuan Raditya, mau minum apa" tanya ibu Mika.


"Tidak usah repot-repot bu. " jawab Raditya.


"Nenek, Valo mau singkong rebus. " pinta Alvaro yang masih dalam pelukan ibu Mika.


"Kalau begitu di tunggu sebentar ya, biar nenek masak dulu singkong nya. " ucap ibu Mika menuju dapur.


Sementara Mika dan Alvaro mengikuti ibu nya dari belakang.


"Ada apa tuan Raditya datang ke rumah sederhana kami ini? " tanya Ayah Mika.


"Begini pak, saya datang ke sini mau membicarakan sesuatu " ucap Raditya.


"Mmm.. Apa itu sangat penting tuan? " tanya Ayah Mika dengan serius.


Sementara Mika dan ibu nya dapat mendengar pembicaraan Raditya dengan ayah nya.


"Sangat penting pak" jawab Raditya.


"Nak, ada apa? Kenapa tuan Raditya seperti nya sangat serius sekali? " tanya Ibu Mika.


"Biar Raditya aja yang bicara bu. " jawab Mika yang masih gugup.


"Saya ingin bicara dengan bapak dan ibu. " ucap Raditya.


Ayah Mika semakin bingung.


"Bu, cepat kesini, tuan Raditya ingin bicara pada kita. " ucap ayah Mika.


Ibu Mika dan Mika meninggalkan dapur. Ikut bergabung dengan obrolan Raditya dan ayah Mika.


"Dimas, kamu perhatikan singkong nya ya, biar gak gosong. " ucap ibu Mika pada Dimas.


"Iya bu. " jawab Dimas yang kemudian pergi ke dapur.


Setelah ibu dan Mika duduk. Tampak ibu Mika bingung.


Sementara Mika juga ikutan panik.


Raditya hanya tersenyum tenang.


"Tuan Raditya, sekarang tolong bicara pada kami, ada apa? " tanya ayah Mika.


Raditya melihat Mika yang menundukkan wajah nya.


"Mulai sekarang, ayah dan ibu tidak usah memanggilku dengan sebutan ' tuan ' " ucap Raditya.


Ayah dan ibu Mika saling menatap.


"Jadi kedatangan saya ke sini adalah untuk melamar Mika, menjadi isteri ku. " ucap Raditya dengan yakin.


"Apa?? " tanya ayah dan ibu Mika serentak.


"Apa benar nak? " tanya ibu pada Mika.


"Seperti yang di ucap kan Raditya bu. " jawab Mika.


"Apa tuan Raditya sedang bercanda? " tanya ayah Mika.


"Saya tidak bercanda, kalau saya bercanda saya tidak akan datang ke sini. " ucap Raditya.


"Ijin kan saya menikahi puteri kalian, saya berjanji akan membahagiakan Mika. " ucap Raditya.


"Tapi... Anak kami... Anak kami masih sangat muda tuan, lagi pula kami tidak sepadan dengan anda. " jawab ayah Mika.


"Saya tidak perduli dengan hal itu, yang jelas niat saya baik, saya juga tidak mau nanti jadi salah paham." ucap Raditya.


Ayah ibu dan Mika saling menatap.


"Bagaimana dengan mu nak Mika? " tanya ayah Mika.


"Benar nak? Apa kamu sudah siap menikah muda? " tanya Ibu Mika.


Mika hanya terdiam beberapa menit.


Kemudian melihat ke arah Raditya.


"Aku... Aku.. Aku tidak keberatan ayah, ibu. " jawab Mika.


Jawaban Mika membuat Raditya senang, sampai dia tersenyum.


Ayah dan ibu Mika saling bertatapan lagi.


"Lalu bagaiamana dengan keluarga tuan Raditya, apa tidak keberatan memiliki besan seperti kami yang dari petani ini? " tanya Ayah Mika.


"Ayah dan ibu tidak usah khawatir, mereka pasti akan menyetujui pernikahan ini. " jawab Raditya dengan yakin.


"Sebenar nya tuan Raditya, ini sedikit membingung kan, karena ini tiba-tiba. " ucap ibu Mika.


"Sebenar nya, saya sudah mulai menyukai Mika sudah lama. " ucap Raditya.


"Dan sekarang saya baru yakin untuk menikahi Mika. " ucap Raditya.


"Hhhmmmm.... Kalau tuan Raditya dan Mika memang sudah setuju dan menginginkan pernikahan ini, kami sebagai orang tua hanya bisa memberikan ijin saja. " ucap ayah Mika.


"Tapi tuan Raditya, kami harap anda tidak salah paham juga pada kami atau pada Mika, kami setuju dengan lamaran tuan Raditya itu karena kami melihat keseriusan dalam diri tuan Raditya." ucap ibu Mika.


"Baik bu, ayah, tapi saya juga minta tolong pada kalian." ucap Raditya.


"Apa itu tuan? " tanya Ayah Mika.


"Tolong jangan panggil saya dengan sebutan ' tuan ' saya mohon sekali. " ucap Raditya.


"Tapi tuan... " ucap ibu Mika.


"Tolong bu, saya risih dengan sebutan seperti itu. " ucap Raditya.


"Baik lah... Baiklah... Hehehehe... Terserah nak Raditya saja. " ucap Ayah Mika.


Dimas datang dengan membawa singkong rebus di atas piring, di ikuti Alvaro.


"Mama.. Mama... Singkong nya sudah mateng ini, hehehehehe. " ucap Alvaro.


"Iya sayang, awas panas ya. " ucap Mika.


Ibu Mika mengambil sepotong singkong, meniup niup nya agar tidak panas dan memberikan pada Alvaro.


"Terimakasih nenek. " ucap Alvaro


mengambil singkong dari tangan nenek nya.


Dimas kembali lagi dari dapur dengan membawa kopi dan teh manis di atas nampan nya.


"Tuan, ini kopi nya di minum. " ucap Dimas.


"Dimas, tadi kan sudah aku bilang, jangan panggil saya dengan kata ' tuan ' ." ucap Raditya.


"Ba... Baiklah... Kakak ipar. " ucap Dimas sedikit tersenyum.


Mereka pun mengakhiri obrolan mereka. Menikmati kopi, teh manis dan singkong rebus yang sudah di hidangkan.


"Nak Raditya di sini berapa lama? " tanya Ayah Mika.


"Sekitar 3 hari ayah. " jawab Raditya.


"Nanti kalian akan menikah di mana? " tanya Ibu Mika.


"Terserah ayah dan ibu, kalau mau di desa atau di kota, tidak apa-apa, terserah ayah dan ibu saja. " ucap Raditya.


"Yang penting sah secara hukum dan agama. " jawab Raditya.


"Benar... benar.. hehehehehe. " tawa Ayah Mika.


"Nenek, singkong nya enak sekali, Valo suka. " ucap Alvaro.


Kalau Valo suka, makan yang banyak aja ya. " ucap ibu Mika.


"Nanti singkong nya habis, buat mama Mika dan papa gak kebagian." ucap Alvaro.


"Tenang saja, masih banyak kok. " jawab Dimas.


"Oh ya paman, di mana? " tanya Alvaro polos.


"Di ladang kita masih banyak pohon singkong, hehehehehe. " ucap Dimas.


"Mama, Valo mau ke ladang ya, mau ambil singkong buat mama dan papa. " ucap Alvaro.


"Iya sayang, tapi besok saja ya." ucap Mika.


"Iya... nanti mau sama nenek aja. " ucap nya.


HAI... HAI.... JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE, VOTE DAN KOMENT YA....



JANGAN LUPA BACA NOVEL KU YANG INI YA... "SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA"


CERITA NYA GAK KALAH SERU KOOKK...