MIKA, I LOVE YOU

MIKA, I LOVE YOU
EPISODE 37



"Dengar kan aku.. biasa nya si pengasuh dan anak kecil itu akan ke taman, kalian siap-siap, jangan lupa pake masker, agar tidak ketahuan." suruh Jeky pada anak buah nya.


"Baik tuan, kami mengerti." jawab anak buah nya.


Jeky dan anak buah nya segera melakukan rencana untuk menculik Alvaro. Salah satu anak buah nya nekat masuk ke taman rumah Raditya dengan cara melompat pagar. Sementara rekan nya menunggu di luar pagar taman. Jeky dan beberapa rekan nya juga menunggu di dalam mobil. Bersiap-siap menjemput rekan nya kalau sudah mengambil Alvaro.


"Den jangan jauh-jauh, nanti Valo muntah." ucap Mika sambil menyusul Alvaro.


"Iya ma. " jawab Alvaro.


Mika sedang menyuapi Alvaro sarapan pagi nya.


"Apa kalian sudah melihat mereka? " Tanya Jeky.


"Sudah tuan. " Jawab anak buah nya.


"Bagus, kalau waktu nya sudah cocok, kalian langsung bawa anak itu, jangan sampai ketahuan." Perintah nya.


"Baik tuan. " Jawab anak buah nya.


Beberapa anak buah nya Jeky memantau dan menunggu waktu yang tepat.


Mereka bersembunyi di antara tanaman tanaman bunga.


"Sayang, sini, sarapan nya di habisin dulu. " Pinta Mika.


"Iya ma." Jawab Alvaro.


Alvaro menghampiri Mika. Mika kembali menyuapi anak asuh nya.


"Aaaaa... ". Alvaro membuka mulut nya.


"Aaauummm... ". Mika menyuapi nya.


Alvaro kembali bermain-main lagi dengan makanan yang penuh di mulut nya.


Dia menuju kursi ayunan, dekat dengan para kawanan penculik itu bersembunyi.


"Sebaik nya aku langsung menangkap nya. " Gumam si penculik yang bersembunyi di balik tanaman bunga.


Dia berlari, keluar dari persembunyian nya, menuju Alvaro dari belakang. Alvaro kaget karena dia merasa ada seseorang di belakang nya.


"Mama.... mama..... " Teriak Alvaro.


Mika mendengar, Mika berlari ke arah Alvaro.


"Valo, sayang... " Teriak Mika mengejar si penculik yang masih di dalam lokasi halaman taman nya.


Si penculik mengangkat Alvaro, dan mengangkat nya keseberang tembok rumah, di sana sudah ada teman nya yang menunggu untuk menjemput Alvaro.


"Lepaskan dia, kalian siapa? " Teriak Mika.


Si penjahat itu mendorong Mika. Security dan pelayan rumah pun segera menyusul taman.


Saat Mika melihat si penjahat memanjat tembok, Mika pun berusaha memanjat tembok nya. Sementara Alvaro sudah berpindah tangan ke rekan si penculik.


Mika mengejar penculik yang menggendong Alvaro, menuju mobil tempat Jeky menunggu.


"Mama, tolongin Valo, hiks.. hiks.. hiks.. " Teriak Alvaro.


"Valo.... tolong... tolong.. ada penculik. " Teriak Mika. Mika terus berlari.


"Cepat, buruan lari nya! " Teriak Jeky.


Beberapa warga yang melihat keadaan itu segera mendekati lokasi nya.


Warga ada yang mengejar dan ada yang membawa alat pukul.


"Bos, gawat, mereka mengejar. " Ucap sopir yang berada di mobil bersama Jeky.


"Sial... mereka masih jauh lagi.. " Ucap Jeky.


"Bagaimana ini bos? " tanya nya lagi.


"Sebaik nya kita segera pergi." Perintah Jeky.


"Baik bos. " Jawab anak buah nya.


Jeky dan beberapa teman nya pergi meninggalkan rekan nya yang masih berlari membawa Alvaro.


Mika terus mengejar dan berteriak minta tolong.


"Sialan... mereka ninggalin gue. " Ucap orang yang menggendong Alvaro.


"Bagaimana ini, kita di tinggalkan? " Tanya rekan nya.


"Woyy.... serahin anak itu. " Suruh beberapa warga di situ yang ikut mengejar kelompok penjahat itu.


"Udah, gebukkin aja, bikin resah masyarakat. " Ucap warga lain.


"Lepasin anak saya, lepasin! " Teriak Mika.


Security Raditya pun berhasil menyusul.


Akhir nya beberapa warga berhasil memukul si penculik dengan kayu.


Alvaro berhasil di ambil Mika. Mika langsung memeluk Alvaro yang masih menangis.


"Mama... hiks... Valo takut, hiks... hiks... " Tangis Alvaro di pelukkan Mika.


"Sayang, kamu tenang ya, kamu udah sama mama, jangan nangis lagi ya sayang." Ucap Mika menenangkan Alvaro dalam pelukkan nya.


"Ampun bang... ampun... jangan pukul lagi. " Ucap dua orang penculik yang di tinggalkan Jeky.


"Kurang ajar kalian ya, berani menculik di wilayah ini.. hajar aja sampai mati! " Teriak warga yang ada di situ.


"Hajar... hajar... " Teriak warga lagi.


"Nona Mika, bagaimana keadaan Alvaro? " Tanya security Raditya.


"Pak, saya akan bawa den Alvaro ke rumah sakit, badan nya terluka. " Ucap Mika.


"Baik nona." Ucap Sekurity itu.


Pak Usman membawa mobil lain Raditya yang di parkirkan, membawa Mika dan Alvaro ke rumah sakit.


Sementara si penculik itu di bawa ke kantor polisi oleh sekurity Raditya.


"Kalau tuan Raditya tahu masalah ini, pasti sangat marah sekali." Ucap sekurity itu pada rekan nya.


"Sebaik nya kita antar ini ke kantor polisi, siapa tahu tuan Raditya mau mengintrogasi mereka. " Saran rekan nya.


"Kau benar, apa kita harus kasih tuan Radity? " Tanya rekan sekurity.


"Tentu saja, kita tidak boleh menyembunyikan apapun dari nya, lagi pula den Alvaro sudah selamat di rebut nona Mika." Ucap rekan nya lagi.


"Terimakasih untuk warga-warga yang sudah mau membantu kami. " Ucap sekurity.


"Iya pak sama-sama. " ucap warga itu.


"Untuk si penculik nya kami akan bawa ke kantor polisi untuk di introgasi pihak kepolisian" Ucap Sekurity nya lagi.


Sementara Mika dan Alvaro sedang berada di perjalanan menuju rumah sakit.


"Apa kalian bilang? Alvaro di culik?? " Tanya Raditya setelah menerima telepon dari sekurity nya.


"Benar tuan, tapi mereka tidak berhasil membawa Alvaro, karena nona Mika sudah berhasil merebut Alvaro nya tuan" Ucap nya.


"Terus di mana mereka, aku mau bicara! " ucap Raditya.


"Nona Mika sudah membawa den Alvaro ke rumah sakit tuan, karena den Alvaro mengalami sedikit luka. " Jawab sekurity nya.


"Dengan siapa?? " Tanya Raditya lagi.


"Dengan pak Usman tuan, mereka memakai mobil tuan. " Jawab sekurity.


"Sekarang kami sedang di kantor polisi, membawa si penculik ini tuan. " ucap sekurity itu.


"Baik lah, hari ini aku akan pulang, kalian tetap laporkan kalau ada sesuatu yang penting. " Ucap Raditya.


"Baik tuan. " ucap sekurity itu.


Mereka pun mengakhiri obrolan nya.


"Sialan... siapa yang berani menculik anakku... " Ucap Raditya.


"Aku akan menghubungi Dylan. " Ucap Raditya.


"Nona Mika, sebaik nya anda istirahat, den Alvaro sudah di tangani dokter." Ucap pak Usman.


"Gak apa-apa pak, saya tunggu di sini saja, siapa tahu den Alvaro mencari saya. " Ucap Mika.


"Baik lah kalau begitu nona, saya akan datang lagi kesini sekalian membawa makanan dan minuman buat nona Mika. " Ucap pak Usman.


Mika hanya menganggukkan kepala nya. Dia duduk di ruang tunggu.


Sementara pak Usman sudah pergi meninggalkan nya.


"Siapa ya, yang berniat menculik Alvaro ya? " Gumam Mika.


"Gak mungkin orang yang dulu pernah menculik kami sebelum nya kan? " Gumam Mika.


HAI... HAI.... JANGAN LUPA KLIK LIKE, VOTE KOMENT YO.... GRACIAS....



JANGAN LUPA BACA NOVEL KU INI YA... CERITA NYA GAK KALAH SERU LOH...