
"Sayang, ini mama nak." ucap Clara mendekati Alvaro yang memeluk erat mama Mika.
"Gak mau, kamu bukan mama ku, gak mau.... " rengek Alvaro.
"Apa? jadi anak ini adalah anak Clara? anak yang pernah bersama dengan Mika waktu itu. " gumam Adrian yang melihat Clara dengan Alvaro.
"Alvaro, kamu gak boleh bilang begitu, mama kandung kamu itu aku, bukan orang lain, dia itu hanya mama tiri kamu, dia gak sayang sama kamu." ucap Clara sedikit bersuara keras.
"Cukup nona, tolong jangan bikin cucu saya menangis. " ucap mama Mika menggendong Alvaro.
"Hey.... kamu diam ya, dia anak saya, kamu tidak berhak melarang saya bicara dengan anak saya." ucap Clara.
"Ada apa ini? kenapa kamu bikin keributan di sini Clara? " ucap Dylan yang melihat keributan.
Sebenar nya Raditya dan Mika melihat kejadian itu, tapi karena masih banyak tamu yang sedang memberi salam. Akhir nya Dylan yang menghadapi nya.
"Dylan, aku adalah ibu kandung Alvaro, jadi aku berhak bicara dan memeluk anak ku sendiri. " ucap Clara menunjuk Alvaro.
"Paman, Valo gak mau punya mama kayak dia, Valo gak mau, hiks... hiks... " rengek Alvaro.
"Kamu gak bisa bilang begitu nak, biar bagaimana pun, aku adalah mama kamu, kamu jangan jadi anak durhaka. " ucap Clara.
"Cukup Clara, tolong jangan bikin keributan di sini." ucap Raditya yang tidak bisa mengendalikan emosi nya juga.
Sementara Mika mengikuti dari belakang Raditya.
"Apa Raditya, apa kau mau melarang ku juga bertemu dengan anak ku? " ucap Clara.
"Clara, ini acara pernikahan ku, jangan bikin masalah di sini, kamu tidak ada urusan di sini, sebaik nya kau pergi dari sini." ucap Raditya ikut terpancing emosi.
"Mas, mas Raditya, sabar." ucap Mika.
Raditya melihat Mika.
"Dylan, antar Clara keluar dari sini, aku gak mau melihat wajah nya ada di sini." ucap Raditya.
Dylan menarik tangan Clara dengan paksa.
"Lepaskan aku Dylan, kau tidak bisa mengusir ku dari sini, lepaskan... " teriak Clara.
"Clara, sebaiknya kita pergi dari sini, jangan bikin malu." ucap Adrian.
"Tapi, Adrian... " ucap Clara.
"Tolong.... " ucap Adrian serius.
"Dengar Raditya, aku akan mengambil anakku kembali, dia adalah anak ku, kau tidak bisa memisahkan kami." ucap Clara.
"Maafkan saya tuan Raditya membuat masalah di sini, sebaiknya kami permisi dulu. " ucap Adrian.
"Silahkan tuan Adrian... dan bawa wanita gila ini... aku harap.. dia sadar dengan kesalahan nya." ucap Raditya.
Adrian membawa Clara keluar dari acara pernikahan itu. Dengan kesal dan marah Clara mengikuti nya.
Raditya melihat Alvaro yang masih berada dalam pelukan nenek nya.
"Sayang... " ucap Mika menggendong Alvaro.
"Mama... Valo takut.. hiks... hiks... " ucap Alvaro.
"Jangan nangis ya nak." bujuk Mika.
"Mama, Valo gak mau ikut dia, Valo gak mau pisah dari mama dan papa... hhhuuuuhuuuhhhuu.... " tangis Alvaro.
"Gak kok sayang, kamu gak akan kemana-mana kok, kamu akan tetap ada bersama mama dan papa. " ucap Raditya mengelus kepala anak nya.
"Mika, sebaik nya kamu dan Alvaro beristirahat saja di kamar, kamu pasti sangat lelah kan. " ucap Mona, mama Raditya.
Mika melihat Raditya. Raditya memberi isyarat menganggukkan kepala nya.
"Benar kata mama, kamu bawa saja Alvaro ke kamar, istirahat lah. " ucap Raditya.
"Tapi acara nya belum selesai mas Radit. " ucap Mika.
"Tidak apa-apa, aku akan di sini. " jawab Raditya.
"Kalau begitu, baiklah. " ucap Mika.
"Mertua dan orang tua ku, kalian pun istirahat saja. " ucap Raditya.
"Tidak apa-apa nak Radity, kami bisa duduk-duduk di sini bersama besan, hehehehe" ucap ayah Mika.
"Benar nak, nanti kalau kami sudah benar-benar lelah, kami akan istirahat, hahahaha. " ucap papa nya Raditya.
"Oke... baiklah.... " ucap Raditya.
Dylan masuk kembali. Dia menghampiri Raditya.
"Bagaimana, apa dia sudah pergi? " tanya Raditya.
"Sudah, dia pergi bersama Adrian. " ucap Dylan.
"Apa hubungan nya dengan Adrian? apa mereka saling kenal? " tanya Raditya.
"Mana Mika? " tanya Dylan yang mencari Mika.
"Aku menyuruh nya membawa Alvaro ke kamar untuk istirahat. " jawab Raditya.
"Ooouhhh. " ucap Dylan.
****************************
"Mama, jangan usir Valo ya, Valo gak mau di bawa sama tante jahat itu. " ucap Alvaro.
"Tidak sayang, kamu gak akan pergi ke mana-mana, kamu anak mama, kamu harus percaya sama mama, ya... " ucap Mika mengelus kepala Alvaro.
"Valo takut... Valo takut di bawa tante jahat itu. " ucap nya lagi.
"Gak, mama gak akan membiarkan Valo di bawa, oke? " ucap Mika.
"Sekarang kamu istirahat aja ya." ucap Mika.
"Mama, disini aja ya0." ucap Alvaro.
"Iya sayang, mama di sini kok, tidur lah. " ucap Mika.
Mika berbaring di samping Alvaro, yang masih menggunakan pakaian pengantin nya.
Tok... tok... tok.....
Mika berjalan ke arah pintu dan membuka nya.
"Ibu, ma.. .. " ucap Mika.
"Sayang, kamu gak apa-apa kan? " tanya ibu Mika.
"Gak apa-apa kok bu." jawab Mika.
"Mana Alvaro nak? " tanya mama Raditya.
"Sudah tidur ma, baru saja. " jawab Mika.
"Hhmmm... bagus lah, selama Ini Alvaro tidak pernah bertemu dengan mama kandung nya, jadi mungkin dia kaget dan takut. " ucap mertua perempuan nya.
"Mika janji akan terus menjaga Alvaro ma." ucap Mika.
"Mama tahu dan percaya kok sama Mika. " balas mertua nya.
Acara sudah selesai, semua tamu undangan sudah pulang, Raditya tampak lelah, sementara Mika masih berada di kamar dengan Alvaro.
Beberapa petugas kebersihan membersihkan lokasi itu.
"Bro, aku pulang dulu ya... males di sini lama-lama. " ucap Dylan.
"Pergilah kau, aku juga males melihat mu. " ucap Raditya.
"Begitulah kau, mentang-mentang sudah ada yang menemani mu, kau mencampakkan ku, hiks... hiks.... " ledek Dylan.
Raditya menatap sinis, Dylan malah tersenyum lebar lalu pergi.
"Hhhaaahhhh.... aku sangat lelah sekali." gumam Raditya.
"Kemana mama dan papa? " tanya Raditya mencari orang tua nya.
"Ayah dan ibu juga ada di mana? " gumam nya.
Raditya pergi menuju kamar pengantin sendirian. Dia ingin cepat-cepat beristirahat. Tubuh nya sudah sangat lelah.
Tok... tok... tok....
Pintu pun terbuka.
"Mama? apa yang mama lakukan di sini? " tanya Raditya kaget melihat mama nya ada di kamar pengantin.
"Hahahahahaha.... bukan cuma ada mama kamu di sini nak. " ucap papa nya Raditya.
Raditya masuk ke kamar, dan melihat semua nya ada di situ, termasuk adik ipar nya, Dimas.
"Apa yang kalian lakukan di sini? " tanya Raditya kaget.
"Aku mencari-cari kalian, ternyata kalian ada di sini? " ucap nya lagi.
Memang benar, semua keluarga dari mereka sedang menunggu pengantin laki-laki nya.
"Niat mau istirahat, malah di ganggu... hhaaddeewww...." gumam Raditya memegang kepala nya.
HAI.... HAI.... AUTHOR NYA GAK BOSAN-BOSAN NIH MINTA DUKUNGAN NYA... TINGGALKAN LIKE, VOTE DAN KOMENT NYA YA...
BACA JUGA NOVEL TERBARU KU, CERITA NYA JUGA GAK KALAH MENARIK LOH...
TERIMAKASIH...