MIKA, I LOVE YOU

MIKA, I LOVE YOU
EPISODE 13



Pukul 17.30 Wib......


Raditya masih sibuk dengan laptop nya di kantor, sementara semua karyawan nya sudah pada pulang semua.


Tok.... Tok... Tok....


"Masuk". Jawab Raditya.


"Bos, masih belum pulang bos?". Tanya Dylan pada atasan nya sambil duduk di sofa.


"Memang nya ini sudah jam berapa? ". Tanya balik Raditya yang masih belum mengalihakan pandangan nya dari laptop nya.


"Ini sudah jam 17.30, semua karyawan sudah pulang". Jawab Dylan.


"Oh ya.... Ya udah kamu pulang aja, aku masih punya kerjaan". Jawab Raditya tanpa menoleh.


"Hhmmm.... Sebaik nya kamu pulang bos, ini sudah mau malam, apalagi cuaca lagi mendung, tanda mau datang hujan". Ucap asisten nya.


"Tidak apa apa, dikit lagi dah mau selesai kok". Jawab Raditya.


Ya udah lah kalau begitu, aku pulang dulu ya bos, capek banget". Ucap Dylan sambil melangkah keluar.


Dylan adalah sahabat sekaligus rekan kerja nya Raditya. Mereka sudah berteman sejak kelas 1 SMA. Dylan sangat kenal dengan Raditya dan Clara mantan isteri atasan nya itu. Clara yang seorang model internasional lebih mementingkan karier nya dari pada anak semata wayang nya Alvaro. Sebenar nya Dylan juga tidak menyukai kalau Raditya menikah dengan Clara. Tapi karena sahabat nya sudah jatuh cinta, ya mau apa lagi...


**************************


"Kak Mika, papa belum pulang ya?". Tanya Alvaro menghampiri Mika ketika sedang mi minum.


"Belum sayang, mungkin sebentar lagi". Ucap Mika.


"Padahal Valo sengaja cepat mandi dan makan, biar bisa peluk papa". Ucap Alvaro sambil memanyunkan bibir nya.


"Tenang aja sayang, papa Valo pasti bentar lagi pulang kok, jangun manyun ih... Ganteng nya ilang entar, hehehehe". Bujuk Mik sambil mencubit kecil hidung Alvaro.


"Nona Mika ada yang masih di perlukan? ". Tanya pak Usman.


"Oh.. Tidak ada pak, bapak istirahat aja dulu". Jawab Mika.


Hingga pukul 20.00 Wib, Raditya belum pulang kerja juga. Sementara di luar hujan deras, suara petir sambung menyambung.


"Kak mika, Valo takut, hikss.... Hikss...". Ucap Alvaro sambil memeluk Mika di ranjang kamar Alvaro.



"Valo jangan takut ya, kan ada kak Mika di sini". Ucap Mika sambil membelai rambut Alvaro.


Sementara di kantor Raditya.


Dduuuuaaaarrrr...... Ddduduuuaaarrrrrr.....


Suara petir yang keras.


"Astaga, suara petir nya kencang banget, hhhmmmm hujan deras di luar, udah jam 9 kurang 10 menit nih, lebih baik aku siap siap pulang aja". Ucap Raditya sambil membereskan tas nya.


"Kalau gak gara gara suara petir ini, mungkin aku belum pulang, gak ingat jam". Gumam Raditya.


Setelah selesai membereskan tas nya, dia segera beranjak keluar menuju Lift khusus bos besar. Sampai di parkiran, langsung di sambut sopir pribadi nya pak Sutrisno.


"Ayo jalan pak, hati hati saja pulang nya, hujan deras sekarang". Perintah Raditya pada sopir nya.


"Baik tuan". Jawab sopir nya.


Mereka pun segera pergi menuju pulang ke rumah.


Listrik di rumah Raditya mati, sehingga rumah dan seluruh ruangan menjadi gelap.


"Kakak.... Lampu nya mati, gelap sekali, hiks... Hiks.... ". Ucap Alvaro ketakutan.


"Tenang ya sayang ya, Valo bobok aja, ada kak Mika di sini, cup... Cup...cup". Ucap Mika sambil memeluk dan mengusap ngusap punggung Alvaro. Hingga akhir nya Alvaro pun tertidur.


Raditya dan sopir nya sudah tiba di rumah.


"Kok gelap ya pak, apa listrik lagi mati? ". Tanya Raditya pada Sutrisno setelah membuka pintu mobil nya.


"Segera nyalakan lampu baterai ya pak". Perintah Raditya sambil menuju ke atas.


Dia menghampiri kamar Alvaro, mendekati ranjang nya, dengan keadaan gelap. Dia kemudian membelai rambut dan pipi yang ada di ranjang itu. Penuh dengan kasih sayang.


"Sayang, papa sudah pulang, maafin papa pulang nya malem ya". Ucap nya berbisik di telinga orang yang berbaring di ranjang itu.


Tiba tiba listrik pun menyala... Seketika Raditya dan Mika saling bertatapan, tangan Raditya masih menempel di pipi Mika. beberapa menit, hingga akhir nya mereka tersadar dan menjadi salah tingkah.


"Tuan, maafkan saya, saya sudah lancang tidur di kamar Alvaro, tadi Alvaro takut petir.... Jadi saya di sini menemani nya tuan". Ucap Mika sambil membenarkan posisi dari tidur menjadi duduk di ranjang.


Raditya juga jadi salah tingkah, ada rasa malu di hati nya.


"Hhhmmm.... Tidak apa apa, kamu juga jangan salah paham, karena saya pikir tadi yang aku sentuh itu Alvaro". Jawab Raditya.


"Kalau begitu saya kembali ke kamar saya tuan, permisi". Ucap Mika hendak turun dari ranjang.


"Tidak usah Mika, kamu tidur di ranjang Alvaro aja, takut nya nanti dia cari kamu lagi, gak apa apa kok". Perintah Raditya.


"Mmmmm....... Baik lah tuan, maaf ya tuan". Ucap Mika kembali ke ranjang dan memeluk Alvaro.


"Mmm... ". Ucap nya sambil melangkah keluar kamar Alvaro.


Saat keluar pintu kamar Alvaro....


"Ya ampun malu banget aku, mudah mudah an Mika gak mikir aku mesum". Ucap Raditya sambil menggaruk kening nya.


"Aku pikir tadi yang aku sentuh Alvaro, ternyata......". Gumam nya.


Setelah Raditya keluar dari kamar, akhir nya Mika kembali tidur lagi, dia membenar kan selimut yang di pakai Alvaro, dan langsung memejam kan mata nya.


Raditya tidak langsung tidur, dia mandi membersih kan diri nya dari keringat yang menempel seharian.


Saat dia mandi, dia teringat dengan wajah Mika, lalu dia segera menangkis nya.


Beberapa menit di kamar mandi, memakai jubah mandi nya, sambil mengeringkan rambut nya dengan handuk kecil, kembali lagi bayangan Mika muncul di benak nya.


"Apa apaan ini, kenapa bayangan Mika yang tadi selalu muncul? Rasa malu ku tadi jadi ikutan muncul". Gumam nya.


"kalau di lihat lihat... Dia cantik sih, hehehehehe". Ucap nya tertawa kecil.


"apa yang aku katakan?? ". Gumam nya lagi.


"Tidak... Tidak... Tidak.... Sudah lah, lebih baik aku tidur saja, mungkin ini karena efek kelelahan". Gumam nya lagi.


"Di saat seperti ini untung saja ada Mika, kalau tidak, Alvaro pasti sudah ketakutan, Alvaro sangat takut dengan suara petir". Ucap nya sendiri.


Dia mengganti jubah mandi nya dengan piyama tidur nya, memasukkan tubuh nya ke dalam selimut yang hangat. Tak butuh waktu lama, dia tertidur, suasana di luar masih hujan yang deras, suara petir yang saling sahut menyahut tapi tidak mati lampu.


.


.


.


.


.


Hmmmmm...... Raditya dan Mika jadi salah tingkah nih... karena listrik nya mati... gak apa apa lah ya... biar cepat akrab.. hehehehehehehe....


Bagaimana lagi kelanjutan nya? di tunggu ya...


.


.


.


.


Btw jangan lupa LIKE, VOTE, FAVORITE, TIP, KOMENT YA... BIAR AUTHOR NYA LEBIH SEMANGAT LAGI.... GRATIS KOK.....