
"Papa, mulut nya di tutup, nanti lalat masuk loh, hehehe". Ucap Alvaro.
Gladis tertawa mendengar nya.
"Cantik banget". Gumam Raditya dalam hati.
Mika malu di pandangi seperti itu.
"Mama cantik banget". Ucap Alvaro memeluk Mika.
Mika tersenyum.
"Makasih sayang, valo juga tampan banget". Ucap Mika.
"Iya, kamu cantik banget Mika". Ucap Raditya.
"Terimakasih Gladis, ini". Ucap Raditya sambil menyerah kan kartu kredit nya.
"Tuan, ini bagaiamana bayar nya? ". Tanya Mika.
"Gak apa apa, santai aja". Ucap nya.
"Potong saja gaji saya tuan, saya gak apa apa". Ucap Mika.
"Gak usah, anggap aja ini hadiah buat kamu". Jawab Radit.
"Ini tampan, kartu nya". Ucap Gladis menyerah kan kartu pada Raditya.
"Ya udah kalau begitu kita pergi sekarang". Ajak Radit.
"Kita mau pulang pa? ". Tanya Alvaro.
"Gak sayang, kita makan malam dulu". Ucap Radit.
"Makan di luar pa? ". Tanya Alvaro lagi.
"Iya". Jawab nya.
"Asikk... ". Ucap Alvaro.
"Oh ya Mika, apa aku juga terlihat tampan? ". Tanya Raditya sambil memegang jas nya.
"oo.. i.. iya.. tuan". Jawab Mika gugup.
Raditya tersenyum.
Akhir nya mereka bertiga masuk ke dalam mobil. Raditya membuka pintu buat Mika.
Mereka pun pergi menuju tempat acara pembukaan properti tuan Beny, rekan kerja Raditya.
Raditya memasukkan mobil nya ke parkiran. Menyambut Mika dan Alvaro keluar dari mobil.
Semua mata memandang kehadiran mereka. Mika gugup dan malu.
"Hai Mika, kamu cantik banget". Ucap Dylan menghampiri Mika dan Raditya.
"Terimakasih tuan". Jawab Mika malu.
"Om, Valo juga ganteng". Ucap Alvaro.
"Eh... Alvaro juga ikut ya? ". Tanya Dylan yang baru sadar kalau Alvaro ikut. Dylan menatap Raditya, Raditya hanya cuek mengabaikan pandangan teman nya.
"Ikut donk". Ucap Valo.
"Kau udah lama sampai di sini? ". Tanya Raditya.
"Baru 15 menitan lah". Jawab nya.
"Selamat malam tuan Raditya, silahkan masuk". Sambut Tuan Beny.
Mereka pun bersalaman.
"Apa dia isteri dan anak anda tuan? ". Tanya Beny mengarah ke Alvaro dan Mika.
"Ini anak saya Alvaro, dan ini....
"Hallo Radit.... ". Panggil Clara yang menghampiri mereka.
Raditya menoleh ke asal suara itu, melihat Clara dengan gaun seksi nya yang memiliki belahan pinggir yang tinggi. Clara mencoba mencium pipi mantan suami nya itu.
Raditya mengabaikan nya, dan berusaha menghindari nya.
"Hallo sayang, apa kabar, kamu gimana kabar nya nak? anak mama udah besar sekarang ya". Tanya Clara pada Alvaro.
"Hallo tante, Valo baik kok, tante siapa? ". Tanya Alvaro bingung yang masih menggandeng tangan Mika.
"Sayang, jangan panggil tante donk, aku ini mama kamu, mama kandung kamu". Ucap Clara.
"Mama? ". Ucap Alvaro bingung.
Dia melihat papa nya.
"Valo udah punya mama kok, ini mama Valo". Ucap Alvaro menunjuk ke arah Mika.
Clara memandang Mika, dari ujung kaki sampai ujung kepala nya.
"Radit, jangan bilang kamu gak ngenalin aku sama anak kita". Ucap Clara.
"Bagaimana ya... Kau sendiri selama ini tidak perduli kan? ". Tanya Raditya kesal.
"Sayang, jangan bicara seperti itu, ini karena kau....
"Sudah lah Clara, kita sudah pisah, dan kita tidak ada hubungan apa apa lagi, ok". Ucap Raditya meninggalkan nya.
"Tapi sayang, itu semua ku lakukan karena...
"Aku bilang cukup! ok? ". Ucap Raditya.
Semua tamu yang datang di acara itu melihat kejadian itu begitu juga Andien teman nya Clara.
Radit mengajak Mika dan Alvaro ikut bersama nya. Mika mencoba tersenyum ramah pada Clara, tapi di abaikan.
Tapi Clara tidak mau mengalah.
"Valo, mama merindukan kamu nak, mama mau peluk Valo dulu ya". Ucap Clara menyusul mereka.
"Gak mau, Valo gk kenal sama tante". Ucap Alvaro sambil memeluk Mika.
"Sayang, ini mama, jangan panggil tante donk, ini mama, mama kangen Valo". Ucap Clara sambil menarik tangan Alvaro.
"maaf Nona, Alvaro jangan di paksa, dia gak suka di paksa nona". Ucap Mika sambil melepaskan tangan nya dari Alvaro.
"Cukup Clara, jangan bikin malu di sini, tinggal kan kami". Bentak Raditya.
"Radit, kamu membuat jarak antara ibu dan anak, Alvaro itu anak aku, darah daging aku, aku ibu nya, kamu gak berhak memperlakukan ku seperti itu". Ucap Clara.
"Oh ya? kemana kau selama ini, ha? ". Tanya Radit kesal.
"Dan kau sudah meninggalkan kami lima tahun yang lalu, ok". Ucap Radit.
"Aku sudah memberikan kau kesempatan tapi kau menyia nyiakan nya, kau memilih karier mu, dan aku tidak mau menahan mu". Ucap Radit.
"Sebaik nya kita pulang saja". Ucap Radit.
Dia mengajak Mika dan Alvaro untuk meninggalkan tempat itu.
"Maaf kan saya tuan Beny, saya ada urusan, jadi saya ijin pamit pulang dulu". Ucap Raditya.
"Oh iya tuan, tidak apa apa, silahkan". Ucap Tuan Beny. Tuan Beny pun merasa tidak enak dengan Raditya.
Radit membawa mereka keluar dari tempat itu.
Sementara Clara mengambil gelas berisi air, menghampiri Mika.
"Permisi nona". Ucap nya menoel Mika.
Mika melihat kebelakang, lalu Clara menyiram nya dengan air gelas yang dia bawa.
"Aaahhh... Nona... ". Teriak Mika.
"Mama... ". Ucap Alvaro memeluk Mika.
"Sayang, ini mama, bukan dia". Ucap Clara menunjuk diri nya menarik Alvaro.
"Bukan, kau bukan mama ku, aku membenci mu tante, kau jahat... kau jahat". Teriak Alvaro.
Wajah Mika basah, dia berusaha membersihkan nya.
Semua mata melihat kejadian itu.
"Rasakan itu pelakor murahan". Ucap nya teriak sambil tersenyum jahat.
"CUKUP CLARA!!! ". Radit menarik tangan Clara, dan mendorong nya kelantai.
"Radit.... ". Teriak nya.
Mereka tidak mendengar nya, mereka tetap pergi berjalan meninggalkan mereka.
"Sialan... ". Gumam Radit.
Saat di dalam mobil, masih suasana diam. Seperti menenangkan suasana.
"Maafkan aku Mika". Ucap Raditya.
"Tidak apa apa tuan". Ucap nya sambil membersihkan wajah nya.
"Papa, apa tante itu tadi mama Valo? ". Tanya Alvaro di pangkuan Mika.
"Iya sayang". Jawab nya.
"Terus dia kemana aja pa?Valo gak mau sama tante itu, dia jahat". Tanya Alvaro lagi.
"Sayang, kamu gak usah terlalu mikirin ya, mama kamu ada sesuatu yang dia urusi". Jawab Raditya yang tidak mau Alvaro terlalu memikirkan nya.
Kkrruuuyykk... kkkrruuyyyuukk...
"Valo kamu lapar ya? ". Tanya Mika.
"Iya ma, hehehe". ucap Valo.
"kamu tahan dulu......
kkkrruuuyuuuukkk.... kkkrruuyuuukk...
"Hahahaha, mama juga nih lapar, tinggal perut papa yang belum bunyi". ucap Alvaro.
"Papa nggak la....
kkkrruuuyyukkk.... kkkrrruuuyyyuukkk....
"Ah... ternyata papa sangat lapar, hahahaha". Ucap Raditya.
Mereka tertawa berasama. Seakan melupakan kejadian yang barusan mereka alami.
"Ya udah kalau gitu kita cari makan ya". ucap Radit.
"Yyyuuuuu". ucap Alvaro.
.
.
.
.
JANGAN LUPA LIKE, KOMENT VOTE YA