MIKA, I LOVE YOU

MIKA, I LOVE YOU
EPISODE 47



Tiga hari kemudian Raditya, Mika dan Alvaro pulang kembali ke Jakarta.


"Sayang, setelah ke rumah kamu, kita lanjut ke rumah keluarga besar ku ya? " ucap Raditya.


"Sekarang Dit? " tanya Mika.


"Hahahaha... Tentu tidak sekarang, mungkin beberapa hari lagi. Kita kembali dulu ke Jakarta. " jawab Raditya mengelus kepala Mika.


"Papa, kita mau ke rumah oma? " tanya Alvaro di pangkuan Mika.


"Iya sayang. " jawab Raditya.


"Kamu senang kan? " tanya Raditya.


"Senang pa, mama Mika juga ikut kan? " tanya nya lagi.


"Tentu saja sayang, justru papa mau memperkenalkan mama Mika sama oma. " ucap Raditya melirik Mika.


"Gak apa-apa kan sayang? " tanya Raditya pada Mika.


"hehehe.. Gak apa-apa kok tuan. " jawab nya.


"Sayang, sebentar lagi mama Mika mu akan menjadi mama mu. " ucap Raditya.


"Kan sudah jadi mama Valo. " jawab polos Alvaro.


"Tapi jangan panggil mama Mika donk, gak sopan loh. " ucap Raditya.


"Panggil mama aja." ucap Raditya.


"Baik pa,....... Mama... Hehehehehe. " ucap Alvaro memeluk Mika.


"Papa juga mau donk di peluk sama mama Mika nya. " ucap Raditya.


Alvaro dan Mika melihat Raditya.


"Papa kan lagi bawa mobil, kalau papa di peluk mama, masa Valo yang bawa mobil nya, hahahahaha. " ucap Alvaro tertawa.


Mika pun ikut tertawa. Raditya memonyongkan bibir nya.


"Hahaha... Kamu lucu banget kalau bibir nya di monyongkan. " ucap Mika jujur.


Raditya membelalakkan mata nya pada Mika.


Setelah menempuh beberapa jam di perjalanan, akhir nya mereka sampai di Jakarta.


"Kalian istirahat aja dulu ya, biar barang-barang nya pak Usman aja yang membawa nya. " ucap Raditya keluar dari mobil membuka pintu mobil buat Mika.


Mika membawa Alvaro dalam gendongan nya.


Raditya menghubungi Dylan.


"Hallo Dit." jawab Dylan.


"Bagaimana urusan kantor? " tanya Raditya.


"Aman semua, kau di mana sekarang? " tanya Dylan.


"Aku sudah di Jakarta. " jawab Raditya.


"Besok aku akan ke kantor. " ucap nya lagi.


"Bagaimana? Apa mereka menyetujui anak nya menikah dengan duda anak satu? Hehehehehe. " ledek Dylan.


"Dylan, walaupun aku duda anak satu, tapi aku tampan, mapan, dan aku tidak keganjenan dengan perempuan seperti mu yang selalu tebar pesona. " ucap Raditya.


"Hahahaha.... Aku cuma tanya sedikit, tapi kamu jawab nya panjang amat ya, udah itu gak ada jawaban yang pasti dari pertanyaan ku tadi. " ucap Dylan.


"Hhhmmm... " Raditya menyentuh kening nya.


"Bagaimana? " tanya Dylan lagi.


"Tentu saja mereka menyetujui lamaran ku. " ucap Raditya.


"Oh ya? " ucap Dylan.


"Kenapa? Seperti nya kau tidak senang? " ucap Raditya.


"Yahh.... Sebenar nya, kalau seandainya lamaran mu di tolak keluarga Mika, aku ingin mencoba nya, hahahahahaha. " ucap Dylan.


Sebenar nya Dylan tidak serius dengan yang di ucapkan nya, dia hanya iseng terhadap Raditya.


"Dddyyylllaannn...... " ucap Raditya kesal.


"Hahahahaha.... Ada apa bro... Apa kau marah? Aku hanya bercanda, hahahaha. " jawab Dylan tertawa.


"Sudah lah, aku mau istirahat dulu, aku capek. " ucap Raditya.


"Kau kecapean? Wah... Hebat ternyata Mika, hahaha. " ledek Dylan lagi.


"Tutup mulut mu Dylan.... " ucap Raditya.


Raditya mengakhiri pembicaraan nya.


Raditya berjalan menuju kamar nya.


Mika berada di kamar Alvaro, tidur di samping Alvaro sambil memeluk Alvaro. Raditya masuk melihat dua orang yang di sayangi nya.


"Hhhmmm...Mika, aku juga mau di peluk. " gumam Raditya.


Raditya mendekati ranjang dan tidur di samping Mika.


Posisi nya Mika berada di tengah, memeluk Alvaro, Raditya di samping Mika, memeluk Mika dari belakang.


"Kalau sekarang hanya memeluk mu seperti ini.. Aku rasa tidak salah kan? Lagi pula kita akan menikah. " gumam nya lagi.


Raditya mencium kepala Mika.


Tangan Raditya berada di pinggang Mika, Mika tidak sadar karena sudah tertidur lelap.


Akhir nya mereka bertiga tertidur dengan lelap.


"Pak Usman, ini sudah jam 7 malam, kenapa tuan Raditya dan nona Mika belum turun ya? Apa mereka sangat kelelahan? " tanya bi Sri.


"Sebentar saya akan panggil mereka. " ucap Pak Usman.


Pak Usman pergi ke kamar mereka masing-masing.


Saat dia melewati kamar Alvaro, dia melihat tiga orang yang sedang dia tunggu ada dalam satu kamar, bahkan satu ranjang. Dan mereka masih dalam keadaan tertidur.


"Tuan Raditya? Apa yang di lakukan nya di kamar Alvaro? Dan kenapa dia tidur dengan memeluk nona Mika? "gumam pak Usman.


"Apa tuan Raditya....? " gumam nya lagi.


Tok... Tok... Tok....


Usman mengetuk pintu kamar yang sedikit terbuka.


Setelah beberapa ketukkan, akhir nya Raditya terbangun. Dia melihat kearah pintu.


Tampak pak Usman sedang berdiri di samping pintu.


Sambil mengucek mata nya dia berjalan menghampiri pintu.


"Hhhoooaammmm..... Ada apa pak Usman? " tanya Raditya.


"Tu... Tuan... Sudah waktu nya makan malam. " jawab nya gugup.


"Makan malam, sudah jam berapa sekarang? " tanya nya.


"Sudah jam 7 malam tuan. " jawab Usman.


"Apa?? " ucap Raditya.


"Berarti kami sudah tertidur sekitar 4 jam. " gumam nya.


Dia melihat Mika dan Alvaro yang masih nyenyak tertidur.


"Baik pak Usman, nanti kami akan turun ke bawah, siap kan saja makan malam nya ya. " ucap Raditya.


"Baik tuan, kalau begitu saya permisi dulu. " ucap Usman.


Raditya menutup rapat kembali pintu nya.


"Ada hubungan apa antara tuan Raditya dengan nona Mika? Apa tuan menyukai atau hanya sekedar....? " gumam Usman bingung.


"Tapi tuan Raditya bukan tipe laki-laki yang suka mempermainkan wanita" gumam nya lagi.


"Mika... Alvaro... Ayo bangun... Makan malam dulu. " ucap Raditya membangunkan Mika dan Alvaro.


Mereka berdua masih belum bangun.


"Aduh.. Mereka pasti masih ngantuk banget,.. Tapi mereka kan belum makan malam. " gumam nya.


"Mika... Mika.... " ucap Raditya mengelus kepala Mika.


"Sayang.. Ayo bangun. " bisik Raditya di telinga Mika.


secara spontan Mika langsung membuka mata nya setelah mendengar suara bisikkan di telinga nya.


Mika membalikkan wajah nya ke arah asal suara tadi.


Wajah mereka saling berhadapan, saling bertatapan, sangat dekat sekali.


"Rasanya..... " gumam Raditya.


"A.. Ada....ada apa Radit? " tanya Mika gugup.


"Mmmm... Ini.. Ini udah makan malam, sebaik nya kita makan malam dulu. " ucap Raditya ikut gugup juga.


"Makan malam? " tanya Mika.


"Iya sayang, ini udah malam, udah jam 7, jadi sebaik nya kita makan malam dulu. " ucap nya yang masih membelai rambut Mika.


"I.. Iya Radit, aku akan membangunkan Alvaro dulu. " jawab Mika.


"Iya, aku juga mandi dulu. " ucap Raditya sambil turun dari ranjang nya.


Mika menatap Raditya yang melangkah keluar kamar.


Masih dalam keadaan bingung.


"Sayang, Valo ayo bangun donk. " ucap Mika membangunkan Alvaro.


"Sayang.... " ucap Mika lagi.


"Mama... Mmmmm... " Valo mengucek mata nya.


"Mandi dulu yuk sayang, habis itu kita makan ya. " ajak Mika.


Alvaro melebarkan kedua tangan nya dengan manja.


Mika mengerti maksud nya, dia kemudian menggendong Alvaro ke kamar mandi.


Raditya sudah selesai mandi.