MIKA, I LOVE YOU

MIKA, I LOVE YOU
EPISODE 50



Pukul 14.00 Mika menghubungi Raditya.


"Hallo sayang, ada apa? " tanya Raditya merasa senang Mika menghubungi nya.


"Radity, aku boleh ijin ke minimarket sebentar? " tanya Mika.


"Untuk apa sayang? " tanya nya.


"Aku ingin membeli sesuatu. " jawab Mika.


"Baiklah, tapi kau harus di temani bi Sri dan pak Usman. " ucap Raditya.


"Biar pak Usman yang membawa mobil nya. " ucap nya lagi.


"Baik... tapi boleh aku bawa Alvaro? " tanya Mika.


"Boleh, kau tahu kan sayang kalau anak kita tidak bisa jauh dari mu." ucap Raditya.


"Baik lah, aku janji akan kembali secepat nya. " ucap Mika.


"Kau akan pulang jam berapa? " tanya Mika.


"Sekitar jam 5 sore, kenapa sayang? apa kau sudah merindukan ku? " goda Raditya.


"Bukan seperti itu. " jawab Mika gugup.


"Bukan? berarti kau tidak merindukan ku? aku sangat sedih sekali mendengar itu. " ucap Raditya.


"Bukan... bukan begitu... " Mika bingung harus berbicara bagaimana.


"Baiklah sayang, aku mengerti kok, aku tahu kamu pasti merindukan ku... iya kan? " Raditya mengatakan sambil senyum-senyum sendiri.


"Sayang, nanti lagi kita lanjutkan obrolan kita ya, aku sedang melakukan pekerjaan dulu. " ucap Raditya.


" Iya.. baiklah." jawab Mika.


Raditya mengakhiri obrolan nya.


"Baiklah... silahkan di lanjutkan lagi meeting nya. " perintah Raditya pada karyawan-karyawan nya.


Sebenar nya dia sedang ada meeting, tapi karena kesayangan nya sedang menghubungi nya, dia memberhentikan rapat nya sementara.


Alvaro, Mika, bi Sri dan pak Usman pergi ke salah satu pusat perbelanjaan nya.


Sementara Alvaro berada dalam genggaman nya.


"Mama, Valo mau es kelim. " pinta Alvaro menunjuk pedagang es krim.


"Ayo, kita beli, mama juga mau, hehehehe. " ucap Mika.


Dengan di ikuti bi Sri, mereka bertiga mampir membeli es cream. Sementara pak Usman menunggu di dalam mobil.


Mika melihat seorang pria yang tanpa di ketahui nya, dompet nya jatuh. Lalu pria itu pergi. Mika mengambil dompet itu dan memanggil pria itu.


"Tuan.. tuan.... " panggil Mika sedikit berlari.


Pria itu tidak mendengar nya, dia bersama rekan nya masih terus berjalan.


"Tuan... tuaaannn..... " panggil Mika lagi dengan keras.


Akhir nya laki-laki itu berhenti, merasa ada yang berteriak di belakang nya. Dia melihat ke belakang, seorang wanita sedang setengah berlari mengarah pada nya. Wanita itu menggandeng tangan seorang anak laki-laki.


"Tuan... maafkan saya memanggila anda. " ucap Mika dengan nafas kelelahan.


"Ada apa ya? " tanya laki-laki itu.


"Tuan, dompet anda jatuh. " ucap Mika sambil memberikan dompet milik laki-laki itu.


Laki-laki yang ternyata Adrian Ferdian, menerima dompet yang di berikan Mika.


"Terimakasih nona. " jawab Adrian.


"Tidak apa-apa, hehehehe. " ucap Mika yang mengatur nafas nya.


"Saya Adrian, Adrian Ferdian, siapa nama mu nona?" tanya Adrian mengulurkan tangan nya.


"Saya Mika, Mika Amelia. " Jawab Mika menjabat salam dari Adrian.


"Wanita ini sangat cantik sekali, jarang ada wanita yang jujur seperti nya. " gumam Adrian.


"Mama, aku lapayl " ucap Alvaro.


"Siapa anak kecil ini? dia memanggil wanita ini 'mama' ?" gumam Adrian lagi.


"Kalau begitu mari saya traktir anda dan anak anda makan. " ucap Adrian menawarkan.


"Tidak usah tuan Adrian, kami akan segera pulang kok." jawab Mika.


"Tidak apa-apa, saya mohon sebagai ungkapan rasa terimakasih saya. " ucap Adrian membujuk.


"Hhmmm.... bagaimana ya... " ucap Mika sedikit ragu.


"Mama, ayo ma.. Valo lapayl banget. " ucap Alvaro.


"Baiklah tuan, maaf merepotkan anda. " ucap Mika menuruti.


"Kau boleh pergi duluan. " ucap Adrian Pada karyawan nya.


"Baik tuan, saya permisi. " ucap karyawan nya.


"Mmm..... " jawab nya.


Akhir nya mereka pergi ke salah satu restoran.


Seperti satu keluarga, mereka duduk di kursi.


"Silahkan nona Mika. " ucap Adrian menarik kursi dan membiarkan Mika duduk.


"Terimakasih tuan Adrian. " ucap Mika sambil duduk.


Seorang pelayan datang dengan membawa buku menu makanan.


"Silahkan pesanan nya nona dan tuan." ucap si waitress itu memberikan buku menu.


"Silahkan pesan nona. " ucap Adrian.


"Mama, Valo mau yang ini. " ucap Alvaro menunjuk spaghetti udang.


"Iya sayang. " jawab Mika.


"Hhmm.... dia sangat sayang sekali dengan anak nya. " gumam Adrian.


"Anak anda sangat lucu nona, hehehehehe. " ucap Adrian.


"Anak manis, siapa nama mu.. hhmm. " tanya Adrian.


"Nama ku Alvaro paman." jawab Alvaro.


"Alvaro, apa kabar, panggil aku paman Rian. " ucap Adrian mengelus kepala Alvaro.


"Iya paman Lian." jawab Alvaro.


"Nona Mika, bagaimana dengan pesanan anda? " tanya Adrian pada Mika.


"Saya pesan nasi goreng dan air jeruk dingin saja tuan. " ucap Mika.


"Baiklah. " ucap Adrian.


Setelah mereka selesai memesan makanan, si waitress pun pergi meninggalkan mereka.


"Silahkan di tunggu ya tuan dan nona, saya permisi dulu." ucap waitress.


"Saya sangat beruntung sekali karena anda yang menemukan dompet saya, mungkin kalau orang lain yang menemukan nya, tidak akan di kembalikan. " ucap Adrian memulai pembicaraan.


"Tergantung dari pribadi orang itu sendiri tuan, hehehehe. " ucap Mika.


"Dimana anda tinggal, kalau anda tidak keberatan, ijinkan saya mengantar anda pulang. " tawar Adrian.


"Terimakasih tuan, tidak usah repot-repot." ucap Mika.


"Tidak, saya tidak merasa di repotkan kok. " ucap Adrian.


"Benar tidak usah tuan, saya punya seorang sopir yang mengantar kan kami. " jawab Adrian.


"Oh.. begitu, ya sudah lah, tidak apa-apa. " ucap nya.


"Boleh kah saya meminta nomor hp anda nona? " pinta Adrian.


"Maafkan saya tuan, saya tidak bisa memberikan nomor telepon saya, saya benar-benar minta maaf sekali. " ucap Mika dengan sopan.


"Wanita ini ternyata tidak gampang, apa dia tidak tertarik dengan ku? " gumam Adrian.


"Hhmm.... apakah anda takut ketahuan suami anda? " ucap Adrian.


"Bukan takut tuan, tapi saya rasa itu tidak perlu. " jawab Mika.


Beberapa pelayan datang membawa pesanan mereka. Pesanan buat Mika, Adrian, Alvaro dan bi Sri.


Pelayan itu meletakkan piring berisi makanan di atas meja.


"Silahkan menikmati hidangan nya nona dan tuan." ucap pelayan tersebut.


"Sayang, ini makanan kamu. " ucap Mika pada Alvaro.


"Makasih mama ku, hehehehe. " ucap Alvaro memeluk Mika.


"Anak ini sangat lucu sekali, seandainya aku punya anak dan isteri seperti mereka, aku pasti bahagia. " gumam Adrian.


"Lagi pula umurku juga sudah cocok untuk membina rumah tangga, tapi aku masih belum bisa menemukan wanita yang cocok dengan ku, aku menginginkan wanita seperti Mika. " gumam Adrian lagi.


"Tuan, kenapa anda belum makan? ayo di makan tuan. " ucap Mika pada Adrian.


"oohh... iya... hehehehe. " jawab Adrian.


"Sayang, makan nya pelan-pelan ya, hehehehe.....ini sampai belepotan loh, sini mama bersihkan dulu. " ucap Mika.


Adrian melihat betapa telaten nya Mika mengurus anak nya. Terlihat kebahagiaan dan tawa diantara mereka.


WADUH.... SEPERTI NYA ADA LAGI NIH YANG SUKA DENGAN MIKA... BAGAIMANA INI?