MIKA, I LOVE YOU

MIKA, I LOVE YOU
EPISODE 51



"Tuan ini selalu saja memperhatikan nona Mika. " gumam bi Sri yang sedari tadi melihat Adrian.


Mika membersihkan saos yang ada di sekitar mulut Alvaro.


"Tuan Adrian sudah menikah? " tanya Mika.


"Mmm... belum, hehehehehe. " ucap Adrian.


"Kenapa tuan? tuan kan tampan, dan anda terlihat orang baik." ucap Mika.


"Hahahahaha.... mungkin belum menemukan yang cocok. " jawab Adrian.


"Mmm... bagaimana dengan suami anda, pasti dia sangat mencintai anda. " ucap Adrian.


"Hahahaha... sebenar nya saya belum menikah, tapi sebentar lagi saya akan menikah tuan." ucap Mika.


"Anda.. anda belum menikah? lalu anak ini? " tanya Adrian sedikit kaget.


"Ini anak calon suami saya, tapi saya sangat menyayangi nya. " ucap Mika sambil membelai kepala Alvaro yang masih asik makan.


"Apa? jadi ini bukan anak nya? dan dia belum menikah. " gumam Adrian lagi.


"Bukan anak nya saja dia begitu sayang dan perhatian, apalagi kalau anak kandung nya sendiri. " gumam nya lagi.


Setelah mereka selesai makan, Mika meminta ijin pulang.


"Tuan, kami permisi pulang dulu. " ucap Mika.


"Terimakasih atas traktiran makan nya, hahahaha. " ucap Mika.


"Sama-sama nona? Mika. " jawab Adrian.


"Baik nona Mika, saya harap kita bisa bertemu lagi." ucap Adrian.


"Ayo bi kita pulang. " ajak Mika.


Bi Sri membantu membawa barang belanjaan Mika. Mika menggandeng tangan Alvaro.


Berjalan melangkah menjauh dari Adrian. Adrian masih mengamati dan memperhatikan Mika sampai tak terlihat lagi.


"Aku harap kita bisa bertemu lagi. " ucap Adrian.


Pak Usman datang membawa mobil.


"Silahkan nona." ucap Usman membuka pintu mobil.


"Terimakasih pak Usman. " ucap Mika sambil tersenyum.


Bi Sri duduk di depan, sementara Mika dan Alvaro duduk di belakang.


Alvaro merasa kelelahan dia tertidur di pangkuan Mika.


Begitu juga dengan Adrian Ferdian, dia di jemput sopir nya.


"Hallo... Adrian, kau di mana? " ucap Clara menghubungi Adrian.


"Hhmmm... wanita ini.... " gumam Adrian.


"Ada apa Clara. " tanya Adrian tidak senang.


"Kau di mana, aku mau bertemu dengan mu." ucap Clara.


"Aku sedang sibuk, lain kali saja. " ucap Adrian.


"Aku sangat merindukan mu, aku ingin bertemu dengan mu. " ucap Clara merengek.


"Hhmmm... Clara, tolong jangan mengganggu ku, aku benar-benar sangat sibuk sekarang. " ucap Adrian mematikan telepon nya.


"Perempuan murahan ini, sangat membosan kan sekali." ucap nya menggelengkan kepala nya.


"Nona, kita sudah sampai. " ucap bi Sri.


"Iya bi, terimakasih." ucap Mika menggendong Alvaro.


Membawa Alvaro ke kamar nya. Bi Sri membawa belanjaan dapur ke dalam dapur.


"Ayo pulang Dit. " ajak Dylan.


"Hhmmm... " ucap Raditya.


Dylan menghampiri Raditya yang masih sibuk dengan pekerjaan nya.


"Apa yang sedang kau lakukan? " tanya Dylan.


"Rahasia. " ucap Raditya. Dia berdiri memakai jas nya. Membawa tas kerja dan Hp nya.


Mereka b


erdua pulang bersama.


Mika memasak makan malam. Dia sangat sibuk.


"Nona, biarkan kami yang mengerjakan nya nona. " ucap pelayan nya.


"Tidak apa-apa mba, hehehehe, saya memang senang memasak." ucap Mika.


Mama sedang bikin apa ma? " tanya Alvaro menghampiri Mika.


"Sayang, mama lagi siapin makan malam kita. " jawab nya.


"Mama, kita mau makan malam apa? " tanya Alvaro.


"Suka suka, Valo sangat suka, hehehe, valo mau makan ayam yang banyak." ucap Valo senang.


"Iya sayang, bentar lagi ini udah mau mateng kamu duduk di depan ya nak." ucap Mika.


"Ok mama. " Alvaro pergi meninggalkan Mika yang masih sibuk memasak.


"Sayang.... papa pulang." ucap Raditya yang baru masuk rumah.


"Papa, papa sudah pulang? " ucap Alvaro berlari menghampiri papa nya.


"Sayang kamu jangan lari-lari donk, nanti jatuh." ucap Raditya menangkap anak nya ke dalam pelukan nya.


"Mana mama nya? " tanya nya menggendong Alvaro.


"Mama lagi masak di dapur." jawab Alvaro.


"Kamu udah mandi nak? " tanya Raditya.


"Udah donk pa, papa mandi lah, bau, hehehehe. " ucap Alvaro.


"Hehehehe. " tawa Raditya juga.


Mereka berdua pergi ke dapur, dengan Alvaro dalam gendongan nya.


"Hai sayang. " ucap Raditya.


"Hai... kau sudah pulang? " tanya Mika membalikkan badan nya.


"Iya, kamu masak apa sayang, wangi sekali. " ucap Raditya mendekati Mika.


"Aku sedang memasak makan malam kita, hehehe. " jawab Mika.


"Kamu sebaiknya mandi saja dulu. " ucap Mika.


"Baiklah, aku mandi dulu ya, Valo ikut papa ke kamar ya." pinta Raditya.


"Ayo papa." ucap Alvaro.


Alvaro dan Raditya pergi ke kamar.


"Kenapa aku memikirkan wanita itu..... ." gumam Adrian di ruangan nya dengan di temani minuman beralkohol dan rokok.


"Dia benar-benar sangat cantik, aku seperti terbius oleh nya, rasa nya aku ingin memiliki nya. " gumam nya lagi.


"Aku tidak tahu sesuatu apapun dari nya, apa aku suruh seseorang saja menyelidiki nya? " gumam nya.


"Dia akan menikah, dengan siapa? " gumam nya lagi.


Hp Adrian beberapa kali bergetar.... tapi dia tidak mau mengangkat nya setelah tahu siapa yang menghubungi nya. Dia menghisap rokok nya dalam-dalam.


"Mama, aku ngantuk, mau bobok. " ucap Alvaro.


"Ayo mama antar kamu ke kamar ya. " ajak Mika.


"Papa juga ikut donk." ucap Raditya.


Mereka bertiga pergi kekamar Alvaro.


Mika membaringkan Alvaro di atas ranjang.


"Papa, kapan kita ke rumah oma?" tanya Alvaro yang sudah berbaring.


"Lusa kita akan pergi ya sayang. " ucap Raditya di samping anak nya, sementara di sebelah Alvaro nya lagi ada Mika.


"Beneyl ya pa, Valo udah kangen banget sama oma. " ucap Alvaro.


"Iya sayang, kamu tidur lah, sudah malam, sudah mengantuk juga kan? " tanya Raditya.


"Mmmm.... " ucap anak nya.


Tidak berapa lama anak nya sudah tertidur. Raditya menatap Mika, begitu juga sebalik nya.


"Sayang, tolong buat kan aku kopi ya, antar ke kamar ku. " ucap Raditya.


"Iya Dit. " jawab Mika.


Raditya membenarkan selimut pada anak nya. Setelah Mika keluar kamar, Raditya menyusul setelah mencium kening putra nya.


Dia keluar dari kamar anak nya dan pindah ke kamar nya. Di situ dia menunggu kedatangan Mika.


Tok... tok... tok....


"Masuk lah sayang." ucap Raditya yang yakin kalau itu adalah Mika.


Mika masuk membawakan gelas berisi kopi buat calon suami nya.


"Radit, ini kopi nya. " Mika meletakkan kopi di atas meja.


Raditya berdiri di teras depan yang berada di dalam kamar nya. Malam itu dia melihat pemandangan langit sambil memasukkan kedua tangan nya di kantong celana tidur nya.


"Kemarilah sayang. " suruh Raditya.


Mika berjalan menuju Raditya yang masih membelakangi nya.


"Kenapa kau di luar? apa tidak kedinginan? " tanya Mika.


Mika berdiri di samping Raditya. Dia melihat wajah calon suami nya itu sedikit dekat.


Raditya tersadar kalau Mika memandangi nya.