Loved The Darkest Past

Loved The Darkest Past
Chapter 9 - Masa lalu Michio



Suara ketukan pintu tidak membuat Seika menoleh, ia masih menatap tatami dengan pandangan kosong.


"Anee-san, bolehkah aku masuk?" suara Michio terdengar dari balik pintu.


Seika hanya diam membisu.


Beberapa saat kemudian, Michio menggeser pintu kamar dan melangkah masuk sambil membawakan meja kecil yang berisi makan malam untuk Seika.


"Anee-san, sudah waktunya makan malam, aku membawakan makanan yang enak, di makan ya?" tanya Michio dengan suara lembut.


Seika tidak merespon, tatapannya masih berada di atas tatami menatap karpet hijau itu dengan pandangan hampa.


Michio mencoba memegang pundak Seika dengan gerakan lembut namun membuat Seika terperanjat dan menepis kasar tangan Michio.


"Jangan menyentuhku, aku mohon jangan menyentuhku. Aku mohon" ujar Seika terisak, tubuhnya mundur ke ujung ruangan lalu meringkuk sambil memeluk lututnya.


Michio menatap sedih, ia menghela napas panjang.


"Tolong dimakan makan malamnya ya anee-san, aku akan meninggalkannya disini" ujar Michio lalu beranjak keluar dari ruangan.


...&&&...


"Seika masih tidak mau makan?" tanya Kenichi kepada Michio yang masuk kedalam ruangan washitsu.


Michio menggelengkan kepalanya. Kenichi menghela napas panjang, raut wajah sedih terpampang jelas di mukanya, ia sangat menyesali perbuatannya kepada Seika, seharusnya ia melindungi gadis pujaannya bukan malah mencoba menghancurkannya.


"Kau boleh pergi, aku ingin sendiri malam ini" ujar Kenichi pelan lalu meneguk sake dengan cepat.


Michio membungkukkan badannya memberi hormat lalu keluar dari ruangan washitsu. Kenichi memandangi halaman samping rumah dengan tatapan kosong, ia mengisi gelas kecil dengan sake lalu meneguknya kembali.


...&&&...


Kenichi melemparkan berkas yang ada ditangannya ke arah Kaeda dengan ekspresi marah.


"Mengapa mencari orang itu saja kau tidak becus? Apa saja yang kau lakukan?" tanya Kenichi kesal.


"Ma.. Maaf kumicho, saya akan menyuruh anak buah saya untuk kembali mencari laki-laki itu" ujar Kaede dengan takut.


"Mengapa kau memberikan tugas kepada orang lain? Apa kau mau aku juga memberikan jabatanmu sekarang kepada orang lain?" tanya Kenichi dengan suara tinggi.


Kaede dengan cepat berlutut di hadapan Kenichi lalu membenturkan kepalanya ke lantai.


"Tolong jangan lakukan itu kumicho, saya akan mencari sendiri laki-laki itu" ujar Kaede memohon.


"Lakukan dengan cepat!!" ucapan Kenichi setengah berteriak.


Akira yang juga berada dalam ruangan kerja Kenichi hanya diam mematung, ia tau bahwa bosnya sedang kalut karena masalah hilang koper yang berisi berkas yang sangat berharga untuk kelompok mereka, ditambah dengan masalah Seika yang trauma karena kecorobohan bosnya. Sepertinya masalah dengan anee-san lebih membuat kumicho kalut daripada koper yang hilang, terka Akira dalam hati.


...&&&...


Kenichi masuk ke dalam salah satu diskotik di daerah wilayah kekuasannya dengan wajah gusar, berada di rumah membuatnya terus berpikiran akan kesalahannya kepada Seika, apalagi gadis itu tidak menyentuh makanan selama hampir dua hari, hanya terus menatap kosong atau pun tiba tiba terisak dengan suara menyayat hati.


Di cengkeramnya seorang gadis bar yang berjalan melewatinya dan langsung mencumbu gadis itu dengan kasar, ia perlu mengalihkan pikirannya. Kenichi terus bercumbu gadis di dalam pelukannya dengan intens, Kenichi baru melepaskan cumbuannya ketika ia kehabisan napas. Di tarik gadis itu menuju ke lantai atas lalu mendobrak pintu secara acak, sepasang kekasih yang sedang bercinta di dalam kamar terkejut.


"Pergi dari sini" ujar Kenichi mengacungkan pistol ke arah pasangan kekasih, ia butuh pelampiasan secepatnya, sang gadis menjerit ketakutan lalu mengutip baju di lantai dengan cepat dan berlari keluar kamar , kekasihnya juga melakukan hal yang sama. Mereka tidak ingin terlibat masalah dengan yakuza.


Kenichi melemparkab gadis yang di cengkeramannya ke atas tempat tidur, membuka bajunya dengan cepat lalu menghujani gadis itu dengan kecupan kecupan penuh nafsu, sang gadis kewalahan mengimbangi gerakan Kenichi yang sangat handal. Mereka bercinta untuk waktu yang lama.


...&&&...


Kenichi menatap sedih ke arah pintu kamar miliknya, semenjak kejadian ia mencoba memperkosa Seika, gadis itu sama sekali tidak beranjak dari kamar, pakaian Seika akhirnya di pindahkan oleh Michio ke dalam kamarnya, dan ia tidur di kamar tamu yang berada di sebelah timur rumahnya, dan ini sudah berlangsung selama dua minggu, Seika akhirnya mau memakan sedikit karena Michio terus membujuknya untuk makan walaupun sedikit.


"Kumicho-san" panggil Michio dibelakangnya sambil membawakan bubur hangat diatas meja kecil.


"Anda ingin melihat anee-san?" tanya Michio dengan suara pelan, tidak ingin Seika mendengarnya.


Kenichi menggeleng lemah lalu tersenyum kecil, menghampiri Michio lalu mengacak pelan rambut adiknya.


"Tolong jaga kakakmu dengan baik" pinta Kenichi lalu berlalu dari tempat tersebut.


Michio menggeser pelan pintu kamar lalu tersenyum kepada Seika dan meletakkan meja kecil di depannya.


"Aku membuatkan bubur untuk anee-san" ujar Michio memulai percakapan.


Seika tersenyum lemah kepada Michio, ia merasa bersalah karena terus mengabaikan remaja tanggung dihadapannya karena masalahnya sendiri.


"Aku minta maaf karena dua minggu ini aku mengabaikanmu" ucap Seika berusaha tersenyum lebar.


Michio tersenyum senang melihat Seika sudah mau menjawab perkataanya, ini jauh lebih baik dari beberapa hari yang lalu.


Michio menyendok bubur lalu mendekatkan sendok bubur ke bibir Seika, ingin menyuapi kakak perempuannya.


"Aku bisa memakannya sendiri" tolak Seika lalu mengambil alih sendok bubur dan mulai memakannya.


Michio tersenyum sambil menatap Seika yang sedang menghabiskan bubur di mangkuk, beberapa detik kemudian senyumannya berubah sedih ketika mengingat ekspresi Kenichi beberapa saat lalu.


"Kumicho-san sangat menyesal atas perbuatannya" ujar Michio tiba-tiba.


Gerakan tangan Seika terhenti, tangannya bergetar pelan, ia kembali teringat akan perlakuan kasar Kenichi yang melecehkannya.


Michio panik melihat reaksi Seika.


"Kumicho-san tidak akan mengulangi hal itu lagi, aku mohon anee-san. Maafkanlah kumicho-san"jelas Michio.


Seika terdiam membisu.


"Apa anee-san tau kalau aku bukan adik kandung kumicho-san?" tanya Michio mengalihkan topik pembicaraan.


Seika menatap Michio menunggu kelanjutan perkataannya.


"Waktu kecil, aku sering dijadikan pelampisan kemarahan oleh ayahku yang kalah berjudi, ayahku selalu memukulku tidak perduli siang atau malam" ujar Michio memulai kisahnya.


"Bahkan ayahku pernah memperkosaku hanya karena aku mempunyai wajah seperti perempuan, aku seperti berada didalam neraka ketika itu" Michio menceritakan pengalaman pahitnya tanpa beban.


"Lalu suatu hari, kumicho-san mengunjungi ayahku untuk membuatnya membayar hutang dan dia menatapku dengan tatapan datar, sama sekali tidak mencoba mengasihaniku yang sedang merintih kesakitan" jelas Michio tersenyum.


"Aku meminta kumicho-san agar memungutku dari tempat ini, aku akan melakukan apapun supaya aku bisa terbebas dari ayahku, aku terus memohon sambil memeluk kakinya, akhirnya kumicho-san memungutku, aku mengira bahwa ia akan menjadikanku budak **** ataupun anak buah rendahannya namun kumicho-san malah mengumumkan kepada para anak buahnya kalo mulai hari itu aku menjadi adiknya" jelas Michio menghela napas panjang dan tersenyum kepada Seika yang menatap tidak percaya kepadanya.


Tanpa kata Seika meletakkan mangkuk bubur di meja lalu menarik lengan Michio dan memeluknya dengan erat, airmata mengalir di pipinya.


"Apa anee-san merasa kasihan padaku?" tanya Michio sambil membalas pelukan Seika.


Seika menggelengkan kepalanya. Ia merutuki dirinya sendiri karena pernah mencoba bunuh diri hanya karena masalah pembullyan dan kakeknya yang meninggal dunia, dibandingkan dengan sakit yang Michio rasakan, masa lalu yang ia alami tidak ada apa-apanya.


"Aku bangga kepadamu, kau begitu kuat sampai bisa menceritakan masa lalu kelammu sambil tersenyum" ujar Seika sambil mengeratkan pelukannya.


Michio tertawa pelan.


"Anee-san orang kedua yang mengatakan bangga kepadaku" ujarnya sejenak.


Seika melepaskan pelukan sambil menatap penasaran kepada Michio.


"Benarkah?"


Michio menganggukkan kepalanya.


"Kumicho-san juga mengatakan hal yang sama" jawab Michio.


Tatapan Seika berubah mendengar jawaban Michio.


"Kumicho-san bukan orang yang jahat anee-san, dia hanya sedang kalut waktu itu. Dia tidak akan mengulangi lagi perbuatannya, karena anee-san adalah orang yang sangat kumicho-san sayangi" ujar Michio


Seika membuang pandangannya ke arah pintu Shogi.


"Bisakah kau meninggalkanku? Aku ingin sendiri" ujar Seika sambil menatap pintu teras dengan tatapan datar.


Michio mengangguk dan beranjak keluar dari kamar.