LOVE ISN'T AIR

LOVE ISN'T AIR
Janji Temu



Biasanya dia selalu bersikap hangat padaku. Tapi kenapa dia dingin seperti ini? Apakah dia sudah mempunyai yang baru?


Mei belum menyadari kesalahannya. Ia telah menyia-nyiakan penantian Hata selama ini. Padahal selama ditinggalkan Mei, Hata berusaha tertutup dengan banyak wanita karena khawatir akan mengkhianati janjinya. Tapi Mei malah tidak memberi kabar sama sekali kepadanya dan malah hilang begitu saja.


"Hata, Gun tidak memberi tahumu jika aku akan datang?" Mei mulai memasang wajah sedihnya.


Hata duduk di kursi kerjanya. "Aku banyak pekerjaan saat ini. Bisa temui aku di lain waktu?" Hata pun masih bersikap dingin kepada Mei. Saat itu juga Mei jadi kesal kepada Hata.


"Baiklah. Sampai nanti."


Pada akhirnya Mei pun pergi dari ruangan Hata dengan hati yang kesal. Ia tak terima dengan pengusiran Hata siang ini. Mei tersinggung dan juga marah kepada Hata.


Bisa-bisanya dia bersikap seperti ini padaku! Aku harus mencari tahu apa penyebabnya. Ya, aku harus tahu mengapa Hata berubah sikapnya.


Mei pun akhirnya meninggalkan Hata di kantornya. Ia kembali ke dalam mobil lalu melaju pergi. Tentunya dengan perasaan kesal di hati. Mei tidak terima dengan perlakuan Hata siang ini. Ia sakit hati.


Lusa kemudian...


Hari ini adalah hari bersama untuk Naura dan Rivan. Bagaimana tidak, Naura kedapatan libur di esok hari dan pulang cepat di hari ini. Sehingga ia pun bisa bersama Rivan lebih lama.


Rivan pulang sehabis melakukan penerbangan ke berbagai daerah. Pukul delapan pagi ia baru sampai di rumah dan segera beristirahat karena sorenya akan bertemu dengan Naura. Dan kini pria berkulit putih itu baru saja terbangun dari tidurnya. Jam di dinding menjadi saksi atas hilang lelahnya. Pukul dua siang Rivan beranjak bangun dari tidurnya.


Lantas Rivan segera bersiap-siap untuk menemui Naura hari ini. Ia pun sudah mempersiapkan sesuatu untuk gadisnya. Yang mana sesuatu itu akan lebih meyakinkan hati Naura akan keseriusannya. Rivan akan melamar Naura hari ini. Walaupun tanpa ada saksi mata.


Lain Rivan, lain Naura. Gadis cantik itu tengah bersiap-siap sebelum Rivan menjemputnya. Tampak dirinya yang tengah berdandan sebelum Rivan datang. Ia pun mengenakan pakaian yang kasual hari ini. Tapi tetap terlihat cantik dan juga girly. Naura berdandan rapi.


Hari yang terus berganti membawa hubungan Naura dan Rivan semakin dekat dan semakin dekat lagi. Apa yang telah terjadi pun sudah dilupakannya. Naura mencoba berlapang dada atas kejadian tak terduga itu. Ia sudah mengikhlaskannya.


"Baiklah. Aku siap."


Lantas Naura menyiapkan tas besarnya untuk dibawa hari ini. Naura akan memulai liburannya bersama Rivan. Bersama sang kekasih menuju pantai indah yang ada di timur kota. Menikmati matahari tenggelam dalam cinta dan kasih yang abadi. Ya, Naura mengharapkan itu semua.


Pukul empat sore waktu ibu kota dan sekitarnya...


Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Naura dan Rivan bisa berlibur bersama. Tampak Naura yang semringah duduk di samping Rivan. Rivan pun tersenyum kepada kekasihnya. Mereka akan segera melaju menuju sebuah pantai yang terdapat vilanya. Naura dan Rivan akan bermalam di sana.


"Kau membawa banyak pakaian, Beb?" tanya Rivan ke Naura.


"Tidak. Hanya satu kali pakaian ganti saja," jawab Naura segera.


"Nanti ingin berenang?" tanya Rivan lagi.