
Dan permintaan Rivan itu seperti titah bagi Naura, tidak bisa ditolak olehnya. Pada akhirnya Rivan pun mengantarkan Naura masuk ke rumah sakit untuk menemui Nita di sana. Naura akan melamar pekerjaan pagi ini lewat Nita, kekasih dari sepupunya.
"Mereka masuk ke rumah sakit?"
Hata pun yang mengikuti sedari tadi tampak terheran saat melihat Naura dan Rivan masuk ke dalam rumah sakit tersebut. Ia jadi bertanya-tanya sendiri.
"Mengapa Naura masuk ke rumah sakit bersama pria itu? Apakah dia sakit?"
Lantas saja Hata memutuskan untuk menunggu keduanya keluar dari rumah sakit. Ia begitu penasaran dengan apa yang terjadi pada Naura. Sampai-sampai Naura mengundurkan diri dari kantor redaksinya. Sedang pekerjaan di kantornya ia serahkan sementara kepada manajernya. Hata akan menyelidiki Naura hari ini.
Di rumah sakit...
Naura dan Rivan berjalan bersama menuju ruang perawat rumah sakit. Naura tidak menceritakan jika akan menemui Nita pagi ini. Ia hanya berkata ingin menemui temannya saja, yang mana hal itu membuat Rivan bertanya-tanya. Tak lama kemudian Naura pun menelepon Nita jika sudah sampai. Nita kemudian segera keluar dari ruangannya.
"Kak Rivan?" Nita melihat Rivan juga datang.
"Eh, si mata besar ternyata bekerja di sini?" tanya Rivan tak percaya.
"Hah, iya, Kak. Aku memang mengambil akademik keperawatan," jawab Nita segera.
"Kalian dekat sekali ternyata." Naura pun meledek keduanya.
Rivan tersenyum sendiri. "Bagaimana kabar Rafael, Nita?" Rivan menanyakan kabar kakak Nita.
"Dia baik. Tapi sedang sibuk dengan bisnisnya. Dia memilih untuk berbisnis." Nita menjawab pertanyaan Rivan. "Eh iya, Naura. Mari kuantarkan menemui dewan interview." Nita pun segera beralih ke Naura.
Naura mengangguk.
Rivan pun menoleh ke arah Naura. "Aku tunggu di sini, boleh?" Rivan ingin menunggu Naura.
"Nanti saja ya. Aku khawatir lama. Kau tunggu saja di rumah." Naura pun takut membuat Rivan menunggu lama.
"Baiklah kalau begitu. Kabari aku nanti." Rivan berpesan. Naura pun menganggukkan kepalanya.
Pada akhirnya Rivan berpamitan pulang karena Naura tidak ingin ditunggu olehnya. Naura pun berjalan bersama Nita menuju ruang dewan rumah sakit. Naura akan segera interview pekerjaan hari ini. Ia pun bersemangat untuk bekerja kembali.
Semoga lancar tanpa kendala.
Sedang Rivan sendiri segera berjalan menuju parkiran rumah sakit lalu masuk ke dalam mobilnya. Tanpa menyadari jika Hata memerhatikannya dari seberang jalan. Lantas saja Hata mengikuti mobil Rivan saat mobil itu mulai melaju. Hata ingin mengetahui siapa Rivan yang sebenarnya. Mengapa Naura sampai mau diantar olehnya.
Dua puluh menit kemudian...
Naura baru saja keluar dari ruangan interview. Ia pun mengusap keringat di dahinya. Raut wajahnya menyiratkan ketegangan atas percakapan yang baru saja terjadi. Tapi semburat senyum itu mulai terlukis di wajahnya.
"Bagaimana Naura?" Nita segera menanyakan perihal interview Naura. Ia tampak menunggu sedari tadi di kursi depan ruangan.
Naura pun melihat Nita yang menunggunya. "Terima kasih, Nita. Aku diterima." Naura pun bersuka cita.
"Syukurlah kalau begitu. Aku turut senang. Semoga kau betah bekerja di sini ya." Nita pun bergembira.
"Terima kasih, Nita." Naura pun berterima kasih kembali kepada Nita.
Betapa senang hati Naura karena bisa bekerja kembali. Di mana pekerjaan kali ini menggunakan sistem jam untuk pemberian gajinya. Naura pun langsung menerimanya karena berpikir akan banyak mengambil lemburan. Naura ingin sekali mempunyai kendaraan sendiri sehingga tidak merepotkan orang lain. Ia kemudian berjalan bersama Nita menuju ruang tunggu rumah sakit. Mereka akan mengobrol sebentar sampai Nara menjemputnya.