LOVE ISN'T AIR

LOVE ISN'T AIR
Mendadak Rapat



Keributan itu tentu saja menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung restoran. Mereka menyangka keduanya adalah sepasang insan yang sedang bertengkar. Padahal Nara dan Naura adalah saudara dekat dari jalur ayah. Nara dan Naura pun kembali akur setelah amarah Naura terlampiaskan. Gadis itu kemudian bersikap seperti biasanya seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Sedang Nara...


Sepertinya aku harus segera ke dokter ortopedi setelah ini.


Nara merasa kesakitan karena dipukuli Naura. Malam ini pun menjadi saksi kebersamaan mereka. Dalam kasih sayang dan balutan cinta sesama saudara.


Lusa kemudian...


Pihak redaksi majalah mengadakan rapat dadakan berkenaan dengan sebuah event besar yang sebentar lagi akan diselenggarakan pemerintah ibu kota. Ibu kota menjadi tuan rumah dalam ajang olimpiade antar negara. Sehingga karena hal itulah rapat diadakan dan memilih siapa saja yang akan terjun langsung ke lapangan untuk meliput aktivitas olimpiade tersebut. Pemilik asli dari redaksi tempat Naura bekerja pun datang. Ia adalah ayah dari Hata sendiri, Sam.


Selepas rapat, Hata pun mengantarkan Naura pulang ke rumahnya. Bos redaksi itu semakin menunjukkan perhatiannya kepada Naura. Baik secara pekerjaan maupun di luar pekerjaan. Tak ayal desas-desus mereka jadian pun berkembang. Terlebih Hata selama ini tidak pernah menunjukkan jika mempunyai pasangan. Kabar burung tentang jadian mereka pun tersebar cepat ke seluruh divisi pekerjaan.


Kini mereka sedang berada di dalam perjalanan. Mereka memasuki jalan raya besar dan melewati kawasan apartemen eksklusif yang ada di ibu kota. Namun sayang, tiba-tiba mobil Hata miring sebelah. Hata pun segera mencari tempat untuk memeriksa mobilnya. Dan ternyata...


"Astaga ...." Hata melihat ban mobilnya pecah.


"Kenapa, Pak?" Naura pun ikut keluar dari mobil.


Petir mulai terdengar. Tak lama rintik hujan pun datang. Hata segera berpikir cepat untuk menyelesaikan masalah ini.


Naura mengangguk. Hata pun segera menelepon mobil derek. Entah mengapa malam ini bisa terjadi hal seperti ini. Naura pun menemani Hata menunggu mobil derek datang. Hingga tak terasa hujan turun semakin deras. Hata pun melepas jasnya untuk dipakaikan kepada Naura. Mereka berteduh di bawah pohon yang ada di sana.


"Itu dia!"


Tak lama mobil derek pun datang. Mobil itu segera mengangkut mobil Hata. Hata pun meminta mobilnya diantarkan ke bengkel langganannya. Mereka mengikat nota perjanjian sementara Naura menunggu sambil mencoba melihat ponselnya. Dan ternyata sudah jam delapan saja.


Telepon Nara tidak, ya?


Naura pun dilema. Tapi akhirnya Hata menepiskan itu semua. Hata kemudian mengajak Naura mampir terlebih dahulu ke apartemennya sambil menunggu mobil selesai diperbaiki. Dan tanpa berpikir panjang, Naura pun mengiyakannya. Mereka kemudian menaiki taksi ke sana. Dan hanya lima menit saja Hata dan Naura pun sudah sampai di sana.


Lima belas menit kemudian...


Naura kedinginan. Ia pun mematikan AC di ruang tamu apartemen Hata. Ia sudah sampai sepuluh menit yang lalu di apartemen ini. Ia pun mencoba ke dapur untuk menghidupkan kompor. Naura membutuhkan api untuk menghangatkan tubuhnya. Ia sempat kehujanan tadi.


Apartemen yang bagus dan juga luas.


Naura baru tahu jika selama ini Hata tinggal di sebuah apartemen yang ada di ibu kota. Ia kemudian melihat-lihat apa saja yang ada di sana. Rasa lapar pun mulai menerjangnya. Ia kemudian membuat mie instan untuk keduanya. Naura memberanikan diri masak di dapur apartemen Hata. Dan tak lama kemudian Hata pun keluar dari kamar mandinya. Sontak Naura pun jadi terpana.