LOVE ISN'T AIR

LOVE ISN'T AIR
Ingin Tahu



Nara diam-diam menanyakan pekerjaan kepada ayahnya. Namun sayang, pekerjaan yang diperuntukkan untuk Naura itu belum ada. Nara pun harus menunggu kabar selanjutnya dari sang ayah, tentang pekerjaan untuk sepupunya.


Lantas apakah Naura akan tetap bekerja di kantor redaksi atau pindah ke tempat lain?


Esok harinya...


Setelah mencari tahu siapa Rivan yang sebenarnya, Naura pun memenuhi ajakan Rivan untuk ikut bersama ke vila keluarga. Naura menghubungi Nita yang merupakan kekasih dari Nara, sepupunya. Dan ternyata Nita tahu banyak tentang Rivan.


Kalau begini kan aku tenang, tidak takut diculik olehnya.


Kini Naura sedang berada di perjalanan menuju vila di puncak. Saat ini pukul dua siang waktu sekitarnya. Naura duduk di samping Rivan yang menyetir mobil. Baik Reyan maupun Rivan membawa mobil mereka masing-masing. Tampak mobil Reyan yang melaju di depan mobil Rivan.


"Sepertinya aku baru tahu kalau kau itu seorang pilot, Rivan." Naura membuka percakapannya.


Rivan tersenyum. "Aku memang seorang pilot. Tapi belum lama ini," terangnya.


"Kau kenal dengan Nita?" tanya Naura lagi kepada Rivan.


"Nita si mata besar?" Rivan balik menanyakan.


"He-em." Naura mengangguk.


"Kakaknya teman sekelasku dulu. Kami SMP dan SMA bersama." Rivan menceritakan.


Oh, pantas saja.


Naura pun mengangguk. Ia akhirnya percaya apa yang dikatakan oleh Nita adalah benar. Karena semalam Naura banyak menanyakan tentang Rivan kepada Nia.


Semalam, sebelum tidur...


"Naura?" Terdengar suara dari seberang yang menjawab telepon Naura.


"Nita, aku ingin bertanya padamu." Naura langsung ke inti pembicaraan.


"Tentang apa?" tanya Nita kemudian.


"Tentang rombongan yang kau tunjuk waktu di pesta itu." Naura mengatakan.


"Em, entahlah siapa namanya. Tapi bukan pria yang sedang menggendong bayi," terang Naura lagi.


"Maksudmu Rivan?" Nita memastikan.


"Ya. Kau kenal dengannya?" tanya Naura segera.


"Oh, tentu. Dia dulu sering main ke rumahku. Tapi beberapa tahun terakhir ini tidak lagi." Nita menceritakan.


"Kenapa?" Naura penasaran.


"Dia masuk ke akademi kepilotan, jadi tinggal di asrama," kata Nita lagi.


"Akademi kepilotan? Jadi dia seorang pilot?!" tanya Naura yang terkejut.


"Ya, benar. Kakakku dulu sering main ke rumahnya. Tapi karena Rivan tinggal di asrama, tidak pernah lagi ke sana." Nita menceritakan siapa Rivan. "Memangnya kenapa, Naura? Kau mengenalnya?" tanya Nita kemudian.


Seketika Naura gugup. "Em, tidak. Hanya saja Rivan mengajak ku untuk kumpul bersama keluarganya di malam tahun baru ini," terang Naura.


"Wow! Luar biasa!"


Percakapan itu akhirnya dipenuhi dengan pujian untuk Naura karena berhasil membuat Rivan mengajaknya berkumpul bersama keluarga. Nita pun tak percaya jika Naura dan Rivan sudah saling mengenal. Ya, walaupun belum lama. Pada akhirnya Naura pun membulatkan tekad untuk ikut bersama keluarga Rivan.


.........


"Hei, kenapa diam saja?"


Tak lama mereka pun memasuki kawasan puncak. Rivan pun segera menanyakan kenapa Naura diam saja. Sontak Naura pun terkejut lalu menjawabnya.


"Em, tidak apa-apa." Naura pun mencoba menutupi isi hatinya.


Naura kepincut Rivan sejak pandangan pertama. Rivan pun tertarik kepada Naura sejak pertemuan yang kesekian kalinya. Ia tak menyangka jika akan merasakan bagaimana pedihnya cemburu saat melihat Naura bersama pria lain. Rivan pun harus mengakui jika ia menyukai Naura. Perjalanan kali ini menjadi saksi kedekatan keduanya.


Sesampainya di vila keluarga kakak ipar Rivan...