
Naura tidak menyadari jika Hata ada di dalam kamarnya. Ia pun segera mengeringkan rambutnya. Yang mana Naura membungkuk dan membelakangi Hata. Sontak saja apa yang selama ini Naura tutupi pun terlihat di mata bosnya.
Indah sekali ....
Begitulah yang dikatakan Hata saat melihat kaki Naura yang indah. Paha yang mulus, putih bersih bak salju di musim dingin. Hata pun menelan ludahnya berulang kali. Ia mencoba untuk tidak melihatnya, tapi rasa ketertarikan itu begitu besar di pikirannya. Hingga akhirnya, Naura pun melepas handuknya. Saat itu juga api di tubuh Hata membakar dirinya seketika.
"Naura ...."
Dan betapa terkejutnya Naura saat menyadari Hata berada di dalam kamarnya. Naura pun berusaha untuk mengambil handuknya kembali. Tapi tidak sempat. Hata terburu menutup mulutnya lalu menyandarkan dirinya di pintu. Sontak Naura pun tidak bisa berteriak. Tubuhnya dikunci oleh Hata.
"Naura, aku mencintaimu."
Hasrat itu tidak bisa dibendung lagi. Tangan Hata pun mulai bergerilya menyentuh setiap inchi dari permukaan tubuh Naura. Naura pun menggelengkan kepalanya dan berusaha memberontak. Tapi tangan kiri Hata segera mencengkeram kedua tangan Naura ke atas. Sedang tangan kanannya mulai menyentuh titik sensitif milik Naura.
"Jangan, ah!"
Sontak Naura pun melenguh karenanya. Matanya terpejam saat merasakan sensasi yang menjalar cepat ke seluruh tubuh. Ia pun mulai kehilangan kendali atas dirinya. Naura tergoda dengan setiap sentuhan yang Hata berikan untuknya. Tanpa ingat lagi jika ia sudah mengikat janji dengan seorang pria yang semalam bersamanya.
Satu jam kemudian...
Apa yang terjadi mungkin tak patut disesali. Naura pun kini hanya bisa menangis di tepi kasurnya. Seorang diri dengan tubuh yang masih terbalut handuk saja. Ia merasa menyesal dengan apa yang terjadi tadi.
"Naura, maafkan aku."
Dan hanya kata maaf yang terucap dari mulut Hata saat semua permainan kecil mereka berakhir. Hata ikut menyesal dan memohon kepada Naura untuk memaafkannya. Tapi, Naura meminta Hata untuk segera pergi. Hata pun pergi meninggalkan Naura setelah kejadian itu terjadi. Tentunya dengan penyesalan yang teramat dalam. Hata khilaf melakukannya bersama Naura.
Kini Naura pun hanya bisa menangis. Ia menyesal telah melakukannya bersama Hata. Yang mana hasrat itu memenuhi pikirannya. Lalu jika sudah begini, bagaimana akhirnya? Akankah Rivan tahu dan mengakhiri hubungannya bersama Naura?
Setengah jam kemudian...
Hata pulang dengan raut wajah yang kusut ke apartemennya. Sang ayah pun tampak tertidur di atas sofa. Hata kemudian mendekati ayahnya. Ia berusaha membangunkan sang ayah.
"Yah, Ayah ...."
Hata mengguncang pelan tubuh ayahnya agar terjaga. Tak lama Sam pun terbangun dari tidurnya. Ia mengucek mata lalu melihat siapa gerangan yang ada di hadapannya. Dan tenyata sang anak tercinta. Lantas Sam pun beranjak duduk di sofanya.
"Bagaimana?" tanya Sam kepada putranya.
Pria tua itu meminta Hata untuk segera melaporkan hasil jemputannya. Namun, Hata terdiam sambil menunduk di hadapan ayahnya. Sontak Sam pun jadi bingung melihat sikap anaknya.
"Kau baik-baik saja?" tanya Sam kepada Hata.