LOVE ISN'T AIR

LOVE ISN'T AIR
Melihat



Saat itu juga Naura tersadar jika Rivan tidak memiliki banyak waktu untuknya.


"Jangan sedih. Aku segera kembali." Rivan pun mengusap kepala Naura. Ia lalu mengecupnya.


Rivan ....


Saat itu juga kegalauan yang ada pada Naura hilang seketika. Kehangatan akan kasih sayang itu bisa ia rasakan.


"Kalau begitu aku pamit. Sampai nanti, Putri."


Rivan berpamitan. Naura pun mengangguk, mengiyakan. Pria tampan berkulit putih itu akhirnya melangkah pergi dari Naura. Dan esok lusa baru akan bertemu kembali. Naura pun sendiri lagi. Tapi inilah kehidupan. Kadang suka, kadang duka. Tinggal bagaimana menanggapinya saja.


Di apartemen Hata...


Sam, ayah dari Hata tampak sedang meneguk secangkir kopi di apartemen putranya. Ia juga membaca surat kabar pagi ini. Sedang sang putra tampak baru saja keluar dari kamar mandi. Rambutnya masih basah karena sehabis mandi.


"Katanya kau ingin mengajak ayah makan malam bersama wanitamu. Tapi semalam malah tidak ada kabar." Sam menanyakan kepada putranya.


Hata terdiam. Ia masuk ke kamarnya lalu segera mengenakan pakaian.


"Jika makan malam tidak bisa, kenapa tidak makan siang saja? Ayah akan kembali ke Singapura besok ini," tutur sang ayah.


Terlihat Hata yang mengenakan kaus oblongnya. Ia pun lekas-lekas memakai celananya. Handuk itu ia lemparkan ke sofa tunggal yang ada di kamarnya. Lalu beranjak menggunakan parfum dan pelembab wajah.


"Aku akan menjemputnya sekarang." Hata pun menjelaskan.


Hata ternyata sudah menceritakan wanita yang disukainya kepada Sam. Sontak Sam pun menyambut baik kabar ini. Ia kemudian menantikan makan malam bersama calon menantunya. Namun sayang, ternyata sang wanita yang dimaksud tidak bisa dihubungi dari semalam. Dan Hata pun terpaksa membatalkan makan malamnya.


Aku akan menjemputmu, Naura. Tunggu saja.


Lantas Hata pun bergegas untuk menjemput Naura di rumah. Ia sudah tidak sabar lagi untuk menemui Naura. Semalaman Hata gelisah karena tidak ada kabar dari Naura. Hata pun menginginkan untuk segera bertemu Naura. Tapi apakah Naura masih mau menerima kedatangannya?


Setengah jam kemudian, di rumah Naura...


Menjelang siang ini Hata sudah sampai di depan rumah Naura. Ia pun mencoba mengetuk pintu rumahnya. Tapi saat ingin mengetuk, ternyata pintu rumah Naura tidak terkunci. Hata pun segera masuk ke dalamnya.


Tidak ada orang kah?


Hata kemudian mencoba melihat-lihat seisi rumah Naura. Ia masuk ke salah satu kamar yang ternyata kamar Naura. Tanpa sadar melangkahkan kaki sendiri tanpa seizin dari pemilik rumahnya. Dan sesampainya di kamar, Hata pun melihat ponsel Naura yang sedang diisi baterainya. Sontak Hata menyadari jika ponsel Naura tidak aktif semalam karena kehabisan baterai.


Kenapa dia tidak mengisi baterainya semalam? Sebenarnya dia dari mana?


Hata pun mulai bertanya-tanya. Namun, tak lama dari itu terdengar suara pintu terbuka. Hata pun entah mengapa seperti maling saja. Ia segera bersembunyi di balik pintu kamar Naura. Dan ternyata Naura baru saja selesai mandi dengan hanya mengenakan handuknya. Naura pun masuk ke dalam kamarnya.


"Hah ... segar sekali."


Dan tentu saja Hata terkejut saat melihat Naura hanya memakai handuknya. Aliran darah di tubuhnya melaju deras seketika. Hata pun menelan ludahnya saat Naura ingin membuka handuknya. Jantungnya berdegup kencang tak terkendali. Hingga akhirnya sesuatu terjadi.