
Naura seakan tidak bisa menolak permintaan mantan bosnya. Ia menurut begitu saja saat Hata membukakan pintu mobil untuknya. Hingga akhirnya Hata meminta Naura untuk masuk ke tempat WO tersebut. Seorang pelayan pun menyapa keduanya. Naura jadi bertanya-tanya, apa maksud Hata membawanya ke sini? Terlebih tempat ini sama sekali tidak ada hubungan dengan dirinya.
"Silakan, Tuan. Sedang ada promo besar-besaran untuk pasangan yang memakai jasa kami dalam dua bulan ke depan," tutur pelayan berpakaian kantor itu.
Naura semakin bingung. Ia tak mengerti mengapa Hata mengajaknya kemari. "Pak." Ia kemudian menegur mantan bosnya. "Pak, saya harus pergi. Jika tidak ada hal penting yang ingin dibicarakan, saya permisi." Naura pun bersikap seperti tidak terjadi apapun pada mereka.
Hata segera memegang tangan Naura. Ia menahan Naura pergi. "Bantu aku pilihkan tema terbaik," pinta Hata yang tampak enggan banyak bicara.
Naura menggelengkan kepalanya. "Maaf, Pak. Lebih baik serahkan kepada ahlinya saja. Permisi." Naura pun lekas pergi.
"Naura!"
Hata pun ingin mengejarnya. Tetapi pelayan WO segera datang lalu menawarkan banyak tema dan dekorasi terbaik kepada Hata. Pikirannya pun teralihkan karena pelayan itu sibuk menawarkan jasa padanya. Pada akhirnya Hata pun kehilangan Naura. Ia tidak lagi bisa mengejar Naura. Sementara Naura segera pergi dari tempat itu dan mencari tempat pemberhentian bis. Ia ingin ke rumah sakit. Tapi, ternyata takdir berkata lain untuknya. Ia bertemu Rivan pagi ini.
"Itu Naura?" Rivan melihat Naura dari kejauhan. Ia pun segera mendekatkan mobilnya ke arah Naura. "Naura!" Ia memanggil Naura.
Naura pun merasa terpanggil. Ia kemudian menoleh ke belakang. Dan alangkah terkejutnya ia saat melihat siapa yang memanggilnya. Seorang pria bersweter putih itu tampak berjalan cepat menghampirinya. Ialah Rivan, pacar Naura sendiri.
Astaga! Apakah dia tahu aku bersama siapa tadi?!
Baru pertama kali pacaran membuat Naura ketakutan saat akan jalan bukan bersama Rivan. Ia khawatir hubungan yang baru dijalaninya ini dipenuhi salah paham. Lantas Naura pun menarik napas dalam-dalam. Ia berusaha bersikap biasa saja kepada Rivan.
Mengapa dia ada di sini?
Rivan pun mencoba melihat di mana ini berada. Ternyata di kawasan protokol yang ada di ibu kota. Rivan pun mulai curiga. "Naura, sedang apa kau di sini?" tanya Rivan segera.
Mereka berdiri berhadapan di trotoar jalan. "Em, aku sedang ingin menemui temanku." Naura pun mencoba berbohong untuk menutupi hal yang sebenarnya terjadi.
"Ayo, masuk ke dalam mobilku. Aku akan mengantarkanmu." Rivan pun menawarkan jasa kepada Naura.
Naura mengangguk. Tanpa perlawanan ia masuk ke dalam mobil Rivan. Sedang Rivan segera melajukan mobilnya untuk mengantarkan Naura. Tanpa sadar jika Hata ada di belakang mereka. Hata pun melihat siapa pria yang membawa Naura.
Siapa dia?
Hata diliputi tanda tanya besar tentang pria yang bersama Naura. Hata pun lalu mengikutinya.
Setengah jam kemudian...
Mobil Rivan berhenti tepat di depan sebuah rumah sakit ternama yang ada di ibu kota. Naura pun segera keluar dari mobil Rivan. Sedang Rivan sendiri tampak ingin mengantarkan Naura ke dalam.
"Aku temani kau hari ini. Aku sedang libur," kata Rivan kepada Naura.