
Esok siangnya...
Seorang wanita berpakaian modis berjalan masuk ke dalam mobil yang menjemputnya. Rambutnya dibiarkan tergerai panjang dengan penampilan bak sosialita. Ia adalah Mei, seorang wanita yang menjadi bahan penantian Hata selama dua tahun terakhir ini. Ia berwajah cantik dengan kulit putih yang berseri.
"Nona, kita mau ke mana?" tanya sang supir kepadanya.
"Kita ke kantor majalah Hata. Bapak masih ingat di mana kantornya?" tanya Mei balik.
"Masih, Nona. Baik, kita segera ke sana."
Sang supir yang sudah tampak tua itupun segera melajukan mobilnya menuju kantor Hata. Mei berniat menemui Hata siang ini setelah semalaman tidak ada respon atas kepulangannya. Mei ingin berbicara kepada Hata.
Lain Mei, lain juga Naura. Gadis cantik itu kini mulai terbiasa dengan pekerjaan barunya. Rivan pun jadi sering mengantar-jemputnya jika sedang libur bekerja. Dan kini pasangan muda itu tampak sedang makan siang bersama. Rivan menyempatkan dirinya untuk menemui Naura sebelum melakukan penerbangan ke banyak daerah. Naura pun berbincang sebentar dengan Rivan.
"Kapan kita jalan-jalan? Aku belum menraktir gaji pertamaku di sini?" tanya Naura kepada Rivan.
Pria berkaus putih itupun tampak tersenyum. "Sudah, tak perlu. Aku malah ada sesuatu untukmu." Rivan kemudian menyerahkan satu amplop cokelat kepada Naura yang sedang memakan es krim.
"Apa ini?" Naura pun dibuat penasaran.
"Buka saja. Ada sesuatu untukmu," tutur Rivan lagi.
Naura pun segera membuka amplop tersebut. Dan saat dibuka, di saat itulah ia terdiam di tempatnya. Naura tak menyangka jika Rivan akan memenuhi janjinya.
"Ini ...?" Mata Naura berkaca-kaca seketika.
Rivan memegang tangan Naura. "Itu kubelikan untukmu. Tinggal mengambilnya saja nanti. Kau bisa mengendarainya, bukan?" tanya Rivan kepada kekasihnya.
"Terima kasih."
Pada akhirnya Naura tidak malu lagi untuk memeluk sang kekasih. Rivan pun membalas pelukan itu dengan mengusap-usap punggung Naura. Rivan merasa bahagia karena telah memenuhi janjinya.
Rivan memberikan satu unit motor matik kepada Naura. Yang mana ia membelikan sendiri dari gajinya. Sontak saja hal itu membuat Naura terenyuh sekaligus terharu yang bersamaan. Naura tak menyangka jika Rivan akan memenuhi janjinya. Ia pun sangat bahagia dengan kejutan yang diberikan pacarnya. Naura semakin menyayangi kekasihnya.
Sudah kutunjukkan keseriusanku padamu, Beb. Maka jangan pernah khianati aku.
Pada akhirnya siang ini menjadi saksi kegembiraan hati Naura yang mendapat kejutan dari Rivan. Naura pun akan segera mengambil motor itu di dealer terdekat. Ia bahagia, gembira, menjalin hubungan dengan Rivan. Dan berharap kisah mereka akan abadi selamanya.
Setengah jam kemudian...
Wanita bermantel cokelat itu mendatangi kantor Hata selepas jam makan siang. Ia pun segera masuk ke ruangan Hata yang masih tampak kosong di dalamnya. Ia kemudian membaca-baca majalah yang ada di sana. Sampai akhirnya Hata pun kembali ke ruangannya.
"Mei?!" Sontak saja Hata terkejut dengan kedatangannya.
"Hata." Mei pun segera menghambur ke pelukan Hata. Saat itu juga Hata segera menahannya. "Hata?" Mei jadi bertanya-tanya.
"Ada apa kemari?" tanya Hata dengan dinginnya.
Mei jadi tidak habis pikir. "Hata, apa yang terjadi padamu? Kenapa kau bersikap seperti ini?" Mei pun tidak mengerti.
"Mei, tolong jaga sikapmu. Ini kantor bukan rumahku," jawab Hata.
"Apa?!" Saat itu juga Mei terkejut seketika.