LOVE ISN'T AIR

LOVE ISN'T AIR
Berpapasan



Hata merupakan seorang pria bertubuh tinggi dan maskulin. Tinggi tubuhnya sekitar 180 cm dengan berat badan proporsional. Ditambah lagi Hata mempunyai senyum yang menawan. Wajah Hata juga bisa dibilang tampan. Siapa gadis yang mampu menolak pesonanya terlebih ia adalah seorang bos di redaksi ternama?


Aroma parfum yang Hata kenakan kali ini pun membangkitkan rasa nyaman Naura. Hata menggunakan parfum yang berbeda dari biasanya. Dan Naura pun merasa senang sat mencium aroma parfum tersebut. Tapi, Naura masih malu-malu saat berjalan bersama Hata. Hingga akhirnya Hata pun mulai memberanikan diri untuk memegang tangan Naura.


Di-dia?!


Saat itu juga Naura terkejut bukan main. Tangan bosnya itu memegang tangannya. Detak jantung Naura pun tak karuan dibuatnya. Ia mulai merasakan getaran-getaran aneh pada tubuhnya.


Perasaan apa ini? Kenapa aku merasa malu sendiri?


Taman bunga yang indah itu pun menjadi saksi akan perjalanan mereka yang berjalan-jalan di sekitar taman. Dengan tanpa sungkan Hata pun mulai menunjuk-nunjuk burung kasuari yang dibiarkan bebas di sana. Naura pun ikut melihat apa yang ditunjuk oleh Hata. Tanpa sadar jika Rivan juga ada di sana.


Bukankah dia ...?


Rivan mencoba mengingat nama gadis yang sedang digandeng tangannya. Ia pun langsung teringat dengan Naura. Tapi hatinya bertanya-tanya tentang siapa gerangan pria yang bersama Naura.


Rivan melihat Naura berpegangan tangan bersama Hata. Keduanya berpapasan saat Naura fokus melihat apa yang ditunjuk oleh Hata. Ia sampai tidak menyadari lagi jika Rivan juga ada di sana. Lalu jika sudah begini, siapa yang harus disalahkan nantinya?


Dua puluh menit kemudian...


Naura pun mulai merasa kedinginan karena tidak mengenakan jaket. Sedang Hata tidak mungkin melepas sweter satu-satunya yang ia pakai di tubuhnya. Pada akhirnya Hata ingin memeluk Naura untuk menghangatkannya. Tapi ia juga masih merasa segan untuk melakukannya. Namun nyatanya, takdir berkata lain pada mereka.


Brussshhh!


Tiba-tiba mobil lewat di depan mereka dan mencipratkan air hujannya ke arah Naura dan Hata. Sontak Hata menghalangi air itu agar tidak mengenai Naura. Hata pun memeluk Naura untuk melindunginya. Saat itu juga Naura tersadar dengan apa yang terjadi pada mereka.


Bo-bosku?!


Hangat tubuh itu mulai Naura rasakan. Aroma parfum yang menenangkan seolah membuat Naura terhanyut dalam kasih sayang. Pada akhirnya Hata pun tersadarkan. Ia segera melihat ke arah Naura. Bersamaan dengan Naura yang melihat ke arahnya.


Naura ....


Detak jantung itu begitu keras kala melihat wajah cantik dan imut berada di dekatnya. Naura pun seperti terkena hipnotis saja, ia memandangi wajah bosnya. Sementara sang bos memerhatikan bibir mungil yang terpoles lipglos berwarna pink itu. Begitu menggoda agar ia segera menciumnya. Detak jantung Hata pun semakin tidak karuan saja. Ada rasa ketertarikan yang begitu besar pada dirinya.


Jangan. Jangan bilang jika dia ingin menciumku.


Perlahan-lahan Hata pun mendekatkan wajahnya ke wajah Naura. Di tengah hujan yang semakin turun dengan derasnya. Saat itu juga Naura tidak tahu harus berbuat apa. Ia merasa bingung sejadi-jadinya. Di hadapannya tengah ada seorang pria yang merupakan bosnya. Tapi di lain sisi rasa penasaran seakan memintanya untuk pasrah pada keadaan. Hingga akhirnya...