LOVE ISN'T AIR

LOVE ISN'T AIR
Tidak Terima



Gun menghela napasnya. Keduanya meminum tequila bersama di ruang tamu. "Padahal ini bukan pertama kalinya kau jatuh cinta." Gun pun menyayangkan sikap Hata.


Hata terdiam. Ia meminum kembali tequilanya sambil merenung memikirkan Naura.


Gun mencoba mengerti perasaan temannya.


"Kau pikirkan terlebih dahulu jika memang benar-benar ingin menikahi penulismu itu. Jangan beranggapan dengan menikah semuanya bisa selesai. Bisa saja pria itu memaksa Naura untuk menolakmu. Atau ...,"


"Atau apa?" tanya Hata segera.


"Atau dia tiba-tiba datang dan memintamu untuk menjalin hubungan kembali dengan berbagai alasan." Gun menyinggung seseorang di masa lalu Hata.


"Aku sudah tidak mempunyai hubungan dengannya. Lagipula kami sudah hilang komunikasi selama dua tahun terakhir. Tidak salah bagiku jika mencari yang lain." Hata menuturkan.


Gun mengangguk. Sebagai seorang teman, ia pasti membela temannya. Tapi ia juga khawatir jika semuanya akan kacau balau karena masa lalu Hata datang kembali. Yang mana Gun tahu persis bagaimana kisahnya.


"Hata, aku pikir tidak ada salahnya jika menunggunya kembali. Ya, walaupun kalian tidak ada komunikasi sama sekali. Kecuali kau yang memang ingin mengakhiri penantian ini. Aku tidak bisa berbuat apa-apa." Gun mencoba mengutarakan pendapatnya.


"Ya, aku tahu. Kau juga tidak salah jika menemukan yang lebih baik darinya.


Toh, kau sudah menunggu terlalu lama tanpa ada kepastian yang jelas. Namun masalahnya, gadis yang kau cintai ini sudah mempunyai pasangan. Apa kau ingin merebutnya secara paksa?" tanya Gun yang ingin bertukar pendapat.


Saat itu juga Hata merasa kesal sendiri. Hanya dalam waktu beberapa hari saja sudah ada pria yang menikungnya. Hata pun jadi menyesali dirinya. Kenapa ia tidak bisa bergerak cepat waktu itu.


Naura, apa yang harus kulakukan agar kau kembali padaku?


Pada akhirnya bos redaksi itu diliputi oleh kegundahan hatinya. Ia tidak bisa mengambil langkah yang pasti saat ini. Semua ini tak lain karena seorang gadis yang pernah bekerja di kantornya. Seorang penulis yang mempunyai wajah cantik dan imut di matanya. Ialah Naura.


Hata pernah menjalin hubungan dekat dengan seorang wanita. Yang mana wanita itu adalah teman kuliahnya. Mereka sudah dekat tanpa ada ikatan yang pasti. Namun, selepas kelulusan dari universitas, wanita tersebut melamar pekerjaan ke Departemen Dalam Negeri yang mana ia diterima di sana. Tetapi ada masa enam bulan yang harus dilalui untuk beradaptasi.


Selama enam bulan itu mulai terjadi perubahan padanya. Wanita itu tidak lagi menghubungi Hata. Bahkan pihak keluarga wanita seakan menutupi. Hingga akhirnya Hata menunggunya selama dua tahun ini. Dan selama dua tahun itu juga Hata tidak mendapatkan kabar dari wanita tersebut. Sehingga ia ingin membahagiakan dirinya dengan mencari pasangan yang sejati.


Namun, ternyata gadis yang disukainya kini telah mengikat status dengan seorang pilot penerbangan maskapai nasional. Hata pun tidak tahu apakah hati gadis itu bisa kembali padanya. Hata diliputi dilema akan hatinya sendiri. Lalu ke mana garis takdir akan menuntunnya?