Last Night With You

Last Night With You
Bab 9



"woooaam .. tidurku neyenyak sekali" Alin membuka matanya dan melihat dirinya sudah berada di atas ranjang


"eeh bukannya semalam aku diantar pulang Jordan, kok aku sudah ada disini?" Alin yang bingung melihat dirinya sudah berada dikamarnya dan dia sadar bahwa hari sudah siang


"berarti semalam yang membawaku ke kamar pasti Jordan" ucapnya dan mulai memikirkan pria tampan yang selalu baik itu padanya


Alin beranjak dan membuka gaun yang sudah semalaman iya pakai, membersihkan dirinya dan pergi menemui Natalia di ruang depan


"eeeh Alin, kau sudah bangun?" tanya Natalia ketika melihat Alin berjalan menuju kearahnya


"eemm iya" Alin duduk disampingnya dan menemani dia yang sedang melihat siaran TV


"oiya Nat, semalam..." Alin ragu ragu menanyakannya pada Natalia


"semalam kamu di antar Jordan sampai kamar kamu, kamu ketiduran didalam mobil, dan Jordan tidak tega membangunkan kamu" ucap Natalia menjelaskan kejadian semalam pada Alin


"Alin kurasa dia juga suka kamu deh" Natalia bisa melihat dari tingkah Jordan yang sangat baik pada Alin, dan dia yakin Jordan memiliki perasaan khusus terhadapnya, sama seperti Alin yang saat ini mengagumi pria yang bernama Jordan itu


"mana mungkin dia suka aku, aku bukan apa apa dibandingkan dengannya, perbedaan kami terlalu jauh" jawab Alin yang terdengar sangat putus asa


"hei, sejak kapan kamu jadi pengecut kayak gini (sambil memukul bahu Alin) bukannya kamu sudah bilang akan memberikan kesempatan untuk dirimu sendiri"


Alin mengingat ingat setelah kejadian di restoran, dia pernah putus asa tapi dia sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan menyerah begitu saja


"aku ingat" jawab Alin


"ok kalau begitu kamu tidak perlu pesimis lagi, dia itu pria baik. pria seperti dia sekarang sudah limited edition loh hhhhhi" goda Natalia pada Alin


"iya iya aku tau" Alin membalas Natalia dengan tersenyum


"sudah sudah, dua hari lagi pelajaran akan dimulai, sebaiknya kamu persiapkan untuk itu" ucap Alin mengalihkan pembicaraan


"iya juga sih"


akhirnya mereka bergegas ke kamar masing masing menyiapkan segala persiapan di awal pembelajaran mereka


*Villa Alan Jackson*


"ini berkas berkas dari Jordan di entertainment group disini, ada beberapa hal yang harus kamu tanda tangani" ucap jimmy pada Alan


"taroh dimeja, nanti akan aku periksa semua berkas berkas itu" jawab Alan yang sedang memandang keluar jendela sambil menikmati rokok di tangannya


"bagaiman perkembangan mu mencari informasi wanita itu disini?" tanya Alan yang dimaksud wanita itu adalah Alin


"masih dalam proses lan"


"secepatnya cari tau semua tentang dia, aku mau membuat dia sendiri yang datang padaku" ucap Alan


"baik"


"lanjutkan pekerjaan mu"


jimmy akhirnya pergi dari tempat Alan, saat ini dia sedang memikirkan malam dimana dia bertemu dengan Alin, yang bercinta dalam satu malam dengannya.


"bahkan wanita itu tidak ingat padaku" ucap Alan sedikit kesal


"jadi bagaimana aku bisa lupa, wajah yang sangat menggoda malam itu" ucapnya dengan sedikit tersenyum


waktu pun berlalu, akhirnya waktu pembelajaran itu dimulai


Alin dan Natalia bangun sangat pagi, demi bersiap siap akan memulai kelasnya, sekitar jam 7 pagi mereka sudah siap dan berangkat dengan berjalan kaki


jarak universitas dan rumah mereka tidak terlalu jauh, jadi tidak memakan banyak waktu meskipun harus jalan kaki


"itung itung olahraga pagi" kata Natalia pada Alin


"ya" jawab Alin


sekitar 20 menit kemudian mereka sampai didepan universitas paling terkenal di negara C. karena jusuran yang di ambil mereka sama akhirnya Alin dan Natalia menempati kelas yang sama, jadi didalam kelas maupun diluar mereka tetap bisa bersama


pelajaran pertama dimulai dengan lancar bahkan pelajaran nya pun mereka sudah sangat paham, karena beberapa dari materi tersebut sudah mereka pelajari di universitas Nagara S


karena waktu itu mereka hanya mahasiswa pindahan yang di rekomendasikan langsung oleh universitas di negara C jadi dalam 3 hari kedapan mereka sudah harus langsung magang dengan jurusan masing masing dalam jangka waktu 6 bulan.


Alin dan Natalia masing terlalu asing di negara ini, mereka bahkan tidak tau mereka akan magang dimana yang sekiranya mudah mereka jangkau maupun jarak, waktu dan juga kemampuan mereka


*kantin universitas*


"kita mau magang dimana Lin?" tanya Natalia pada Alin yang sedikit kebingungan untuk magang dimana karena magang itu juga yaang akan menentukan nilai akhir dari sekolahnya


"aku juga tidak tau" jawab Alin yang juga merasa bingung


tiba tiba Natalia teringat akan seseorang, yang pernah membantunya waktu itu, pria itu mempunyai sebuah perusahaan, dan Natalia merasa cocok bagi mereka yang mempelajari tentang perekonomian


"Alin aku punya ide" ucap Natalia girang mengingat apa yang dipikirkannya


"kamu ingat ga, Jordan memiliki perusahaan terkenal di negara ini, kalau kita minta sedikit bantuan dari dia, kita bisa magang di tempat dia sekaligus mendapat pengalam baru juga disana"


"iya juga sih. tapi apa Jordan mau membantu kita?" tanya Alin sedikit ragu apakah ide Natalia akan berhasil


"kamu coba saja dulu, lagian kamu mau cari pekerjaan bukan? disana tempat yang cocok. dia kan Deket nih sama kamu. jadi coba kamu saja yang bicara sama dia ya😇" pinta Natalia penuh harap pada Alin


setelah beberapa saat mempertimbangkan permintaan Natalia, akhirnya Alin menyetujui nya


"ok ok akan aku coba"


Natalia puas dengan jawaban Alin, entah apa yang membuatnya begitu yakin bahwa idenya akan berhasil tapi dia bisa melihat betapa perhatiannya Jordan pada Alin, jadi Natalia bahkan tidak ragu, jika Alin yang meminta pasti Jordan akan setuju


"hhhhhhi😁😁😁🤭" Natalia terkekeh dengan sendirinya


"apa yang kamu tertawakan Nat?" tanya Alin penasaran


"eeeh ga ada kok✌️"


Matahari cukup terik saat itu, pelajaran sudah selesai, Alin dan Natalia tidak ada kelas sore hari ini, jadi mereka bisa pulang dengan cepat.


tapi mereka tidak langsung pulang kerumah, hanya saja mereka masih mampir ke pusat perbelanjaan. keliling keliling di dalamnya, mencari cari apakah ada sesuatu yang akan di belinya


Alin yang saat itu mengenakan topi hitam dengan rambutnya yang ikal tergerai sepunggung dan dengan jaket jeans dengan kaos oblong warna putih didalamnya, celana hitam yang tidak terlalu mencolok dengan sedikit riasan wajah, anting kecil di telinganya dan tas selempang kecil couple dengan Natalia, membuat penampilannya menjadi sangat sempurna


tidak kalah dengan Natalia, bedanya dari Alin dia hanya tidak memakai topi tapi rambutnya juga tergerai lurus sepunggung, jaket jeans putih dengan blouse motif didalamnya. hanya saja jaket Natalia tidak dipakai seperti Alin, dia meletakkannya di bahunya. dia juga memakai tas selempang yang sama dengan punya Alin



dua wanita elegan ini menarik semua perhatian di sana, bahkan di hari pertama di universitas pun mereka sudah menadi topik utama siswa baru yang terkenal. Alin dan Natalia sebenarnya sangat sederhana, hanya saja mereka tau bagaimana menjaga sikap dan penampilan, itulah yang membuat mereka selalu menjadiadi sorotan bagi semua mata yang memandang.


banyak sekali pandangan pria yang terkesan pada mereka meskipun hanya pada pandangan pertama, banyak mata yang menginginkan untuk mendekati mereka hanya saja mereka mengurungkan niatnya ketika ada seorang pria tampan yang berjalan menuju ke arah mereka


mereka Jimmy dan Alan


namun Alin dan Natalia tak menyadari ketika ada dua orang yang berjalan mendekati mereka


"kurasa kita jodoh nona Alin" ucap seorang pria dari belakang tubuh mereka


"suara ini terdengar sangat familiar" bisik Alin didalam hatinya, kemudian perlahan membalikan badannya dan melihat seorang pria yang tersenyum padanya


Natalia yang tidak tau suasana itu, merasa sedikit bingung.


"dia warga baru di negara ini, tapi bagaimana Alin banyak mengenal pria tampan disini" ucap Natalia didalam hatinya terkagum melihat 2 sosok pria sempurna didepan matanya


"kamu" ucap Alin sambil menunjuk pada Alan


"ya, kita bertemu lagi disini" Jawab Alan


"mau ngapain kamu kesini?" tanya Alin sedikit kesal dengannya, Alin masih saja menganggap Alan sebagai seorang pria brengsek di hatinya


"mau mencari seseorang, dan seseorang itu sudah ada di depanku" ucapnya dengan memajukan wajahnya sampai sangat dekat dengan wajah Alin


"maksud kamu?" tanya Alin penasaran dengan yang di katakan olehnya


Alan memberikan isyarat mata pada Jimmy,


"kamu ini... Natalia bukan? satu satunya sahabat nona Alin di negara ini?" tanya Jimmy pada Natalia dengan mengedipkan sebelah matanya pada Natalia


"ya ampun dia bahkan tau siapa aku, oooh sungguh manis sekali pria ini" Natalia hanya memandangnya dan mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Jimmy


"bolehkah aku mengajak mu berkeliling disini?" tanya Jimmy sekali lagi


Natalia masih terkagum kagum pada pria dihadapannya dan sekali lagi hanya membalasnya dengan mengangguk kan kepalanya


"Alin aku pergi dulu ya, kalian mengobrol saja dulu ok" bisik Natalia pada Alin dan beranjak pergi dengan Jimmy


"heeei Nat, kamu mau kemana?" teriak Alin yang sudah melihat Natalia dan Jordan mulai menjauh dari dia, tapi Natalia tak menghiraukan Alin, dan pergi dengan rasa sangat gembira


Alin merasa sedikit canggung didepan Alan yang selalu memandang ke arahnya


"wanita yang sangat cantik" pikir Alan didalam hatinya


"kamu mau apa mencari ku?" tanya Alin sedikit ketus padanya


"ikut aku" Alan langsung menarik tangan Alin


*hei, kamu mau membawaku kemana?" pertanyaan nya tak dihiraukan oleh Alan


dia terus menariknya hingga keluar dari pusat perbelanjaan tersebut dan mengajak Alin pergi dengan mobil yang dikemudikan oleh Alan sendiri.