Last Night With You

Last Night With You
Bab 24



"hoooaaaammm"


padahal sudah tidur semalaman dengan sangat pulas. tapi alin merasa dirinya masih sangat ngantuk dan lemah. sebenarnya alin merasa sangat malas untuk membuka matanya dia masih ingin berbaring. sesaat dia menyadari bahwa ada yang memegang tangannya. seketika itu alin mengalihkan pandangannya ke samping dirinya.


dia melihat alan yang tengah tertidur di sampingnya dengan memegang tangan alin


"apa dia sudah semalaman tisur disini?" batin alin


dengan penuh kehangatan alan memegang tangan alin ketika dia tertidur. Alin juga seorang manusia yang mempunyai hati. ketika dia mendapatkan perlakukan khusus dari seseorang dia pasti akan tersentuh


Alin tidak tega untuk membangunkan alan. makanya secara perlahan dia menarik tangannya secara hati hati. Alin berniat tak ingin membangunkannya tapi tubuh alan penuh dengan refleks. meskipun dalam keadaan tidur dia dapat menangkap gerak gerik di sampingnya. apalagi saat itu dia memegang tangannya, saat alin bergerak ingin melepaskan genggaman alan. Alan terkejut dan membuka matanya yang mendapati alin sudah terbangun


"kamu sudah bangun?" ucap alan


Alin hanya menjawabnya dengan mengangguk dan ingin bangkit untuk duduk


"kamu istirahat saja dulu. jangan kemana mana" ucap alan menghentikan alin yang hendak bangun


Alin hanya menuruti perkataan alan. namun dia tetap bersikap dingin sama Alan


selama satu minggu mereka saling merawat satu sama lain. Alan juga meminta alin untuk tinggal bersama dengannya. Alin pun menuruti semua perkataan alan. semakin hari hubungan di antara mereka semakin membaik. Alan juga memperlakukan alin lebih baik dari sebelumya. memang sulit di percaya pria yang awalnya dingin dan sangat kejam berubah menjadi penuh kehangatan dan baik sekali padanya. akhirnya luka alan sudah sembuh dalam satu minggu itu. dan kondisi alin juga semakin membaik setelah di bantu alan dan para pelayannya disana


"kondisi kamu gimana?" tanya alan ketika mereka sedang sarapan di meja makan


"sudah baik" ucapnya


"bagus. jadi besok bisa kembali ke negara S" ucap alan


"apa? kembali kesana? gimana dengan kuliah ku?" tanya alin terkejut dengan perkataan alan


"kamu kan masih magang di perusahaan ku. itu tak akan mengganggu kuliahmu" ucap alan menjelaskan


"iya juga sih" ucapnya


"kamu jangan khawatir Natalia juga ikut. besok kita berangkat. jimmy sudah menghubungi natalia dan dia sekarang sudah siap siap. tapi untuk kamu, disana kamu tidak bisa tinggal di rumah orang tua mu. kamu akan tinggal di apartemen ku. tapi kamu bisa tetap pergi kerumah ayah mu ketika kamu merindukannya " ucap alan menjelaskan panjang lebar


"benarkah?" Alin merasa sangat gembira mendengar perkataan alan


"dasar gadis kecil. begitu saja sudah senang " batinnya dan alan mengukir senyuman di bibirnya


mereka melanjutkan sarapan pagi mereka. setelah selesai, Alan pergi ke kantor cabang di negara itu dan mengijinkan alin untuk pulang bertemu natalia untuk persiapan besok pagi.


Semuanya berjalan dengan sangat lancar. setelah membantu natalia beres beres barangnya. supir menjemput alin dari rumah itu ketika hari sudah malam.


"sampai ketemu besok ya nat" ucap alin


"eemm iyaaa" balas natalia mengangguk dan tersenyum padanya


Alin pulang dengan supir yang menjemputnya. setelah sampai di villa dia tidak mendapati alan ada disana


"bi tuan kemana?" tanya alin


"tuan masih keluar nona" jawab bibi mai


Alin mengangguk dan pergi ke kamarnya. Alin juga membereskan barang barangnya yang ada di villa itu.


Malam semakin larut. Alin masih memikirkan kenapa alan ingin membawanya kembali ke negaranya dan tidak mengizinkannya tinggal di rumah ayahnya


Waktu itu tidak terdengar suara mobil di depan. yang mengartikan alan masih belum pulang. Alin sudah mulai peduli tentangnya meskipun kemarahan di hatinya masih belum sepenuhnya hilang.


"entah kemana dia pergi" ucapnya yang kemudian beranjak pergi ketempat tidurnya


Alin segera memejamkan matanya. ingin segera terlelap dan kemudian terbangun untuk pulang ke negaranya. dia sudah tidak sabar ingin pergi menemui ayahnya


disisi lain, Alan yang masih di luar dengan jimmy. masih terus membahas rencananya di negara S.


"bagaimana persiapannya?" tanya Alan


"sesuai dengan perintah mu" balas jimmy


"kerja bagus" ucap alan merasa bangga dengan kerja sahabatnya


"oiya jim. menurut kamu, ketika perasaan selalu merasa khawatir dan sangat peduli. tidak peduli dia melakukan kesalahan apapun dia merasa tidak peduli dengan kesalahannya yang dia pedulikan bagaimana dia berada terus disampingnya. menurut kamu itu kenapa?" tanya alan dengan meminum seteguk wine di tangannya


"hahahahahahahaha"


"kenapa kamu tertawa?" tanya alan terlihat gugup


"kamu itu lucu alan. pertanyaan gampang kayak gitu kamu masih tanya aku apa jawabannya? hahahaha" ledek jimmy yang terus menertawakannya


"memangnya ada yang salah dengan pertanyaan ku?" tanya alan merasa malu karena terus di ledek oleh jimmy


"pertanyaan mu tidak salah alan. yang salah itu kamu. sekarang aku tanya sama kamu, apa yang kamu rasakan ketika kamu melihat orang itu dengan pria lain?" tanya jimmy serius pada alan


"bagaimana perasaan ku?" batin alan kemudian dia mengingat kembali kejadian satu minggu yang lalu. bagaimana dia sangat membenci alin dan jordan pada saat itu. amarahnya yang memuncak, bahkan dia tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.


Alan tak menjawab pertanyaan jimmy. dia menuangkan lagi segelas wine di gelasnya dan meminumnya dengan sekali teguk. terlihat sangat jelas alan sangat marah ketika mengingat kejadian itu


"kurasa aku tau apa jawabanmu" ucap jimmy seketika itu alan melihat ke arahnya


"kamu sedang jatuh cinta alan" lanjut jimmy dan tersenyum padanya


"aku? jatuh cinta? apakah itu benar?" batinnya dan terus berpikir.


Alan dengan jimmy yang saat itu berada di bar. masih memesan beberapa wine untuk melepas segala keresahan hati mereka masing masing sejak beberapa hari terakhir.


setelah beberapa jam mereka berdua memutuskan untuk pulang ke tempat mereka masing masing. Alan yang saat itu pulang ke villa miliknya. dia pun langsung masuk ke kamar alin. dia mendapati alin yang sedang tidur mendengkur.


Alan berjalan mendekati tubuh yang sudah terlelap itu. yang kemudian alan duduk di sampingnya. membelai wajah imutnya ketika tertidur pulas dengan sangat hati hati agar tidak membangunkan nya. Alan masih tak habis pikir dengan perasaannya, Wanita di hadapannya mampu membuat dirinya takluk.


"apakah benar aku jatuh hati pada wanita ini"


perlahan alan mencium kening alin dan berbisik di telinganya


"Selamat malam. mimpi indah wanitaku" ucapnya dan diapun berbaring di samping alin. tertidur dengan memeluk alin dengan penuh kasih sayang. Alan selalu merasa tak sabar ketika berada di dekatnya. tapi dia berusaha menahannya.... agar wanita yang saat ini tengah berada di pelukannya tidak lagi berniat untuk meninggalkannya. Akhirnya mereka berdua tertidur dengan mimpi indah mereka masing masing.


*ke esokan paginya*


"Selamat pagi" ucap alan ketika melihat alin perlahan membuka matanya


dia masih belum sepenuhnya sadar. Alin masih menyesuaikan dirinya dengan cahaya yang sangat menyilaukan matanya.


Aaaaaaaaaaaccch


teriaknya ketika dia sadar bahwa dirinya berada di pelukan Alan.


"hei. ngapain kamu disini?" teriak Alin dengan menyembunyikan dirinya di balik selimut.


"ini villa ku. jadi aku berhak dong ada dimana saja" ucap alan


"kamu... kamu.. kamu kan punya kamar sendiri" ucap alin gugup dan terus menyembunyikan dirinya di balik selimut


"tapi aku maunya tidur disini. apa ada masalah?'' tanya alan dan ikut masuk dalam selimut