
"apa yang harus lakukan" pikir Alin yang terus merasa serba salah dan tak tau harus berbuat apa
"kamu pikirkan saja dulu, kalau sudah ada jawabannya kamu datang lagi kesini. tapi ingat aku tidak bisa menunggu lama" ucap Alan
"kamu boleh pulang sekarang, kamu pikirkan baik baik, dan buatlah keputusan yang tepat" lanjutnya
"oiya ada satu hal lagi, jangan coba coba untuk minta bantuan dari Jordan, kamu masih ingat kan, aku atasannya dan aku bisa melakukan apapun padanya" ucapnya yang membuat Alin benar benar sudah tidak bisa berbuat apa apa, dia bukan hanya mengancamnya tapi juga Jordan pun bisa dia ancam
"kamu boleh pergi, diluar ada supir yang akan mengantarmu pulang"
Alin bahkan tak mengatakan apapun ketika dia melangkah pergi
"Oiya (Alin menghentikan langkahnya) pintunya dikunci.. kamu buka sendiri ya hhhhi" ucap Alan
Alin terus melangkahkan kakinya keluar dari villa itu, ternyata benar diluar ada supir yang menunggunya.
tanpa ragu lagi langsung masuk ke dalam mobil. dan mobil itu akhirnya melaju meninggalkan villa, selama perjalanan Alin terus saja berpikir keras tapi tetap saja tidak bisa menemukan solusi yang tepat, dia merasa putus asa. selama perjalanan air matanya tak henti hentinya mengalir. Alin sangat khawatir sama ayahnya, ingin sekali menemuinya, baginya keluarga satu satunya yang dia punya hanyalah dirinya, Alin rela melakukan apapun demi dirinya. tapi saat ini berbeda, menyangkut akan kebahagiaannya, masa depannya. tapi itu semua untuk ayahnya.
setelah beberapa saat di perjalanan akhirnya mobil itu berhenti di depan rumah Alin
Alin turun dari mobil dan mobil itu melaju pergi, sebelum beberapa saat Alin mengingat dari mana dia mendapatkan rumah yang baru di belinya itu
"biar bagaimanapun rumah ini aku dapat dari uang dia" gumamnya
Alin pun masuk ke dalam rumah itu, melihat rumahnya masih tidak ada orang, itu menandakan bahwa Natalia masih diluar. waktu itu masih jam 3 sore. Alin masuk ke kamarnya dan membersihkan badannya. dia berendam cukup lama, untuk sementara melupakan masalahnya.
*di taman*
Natalia dan Jimmy mengelilingi taman kota waktu itu, saling berbincang menceritakan semua tentang mereka berdua. ada rasa nyaman tapi tak tau itu apa
"sudah sore, aku anterin kamu pulang ya?" ajak Jimmy yang melihat Natalia sudah terlihat letih
"eeemm ok" jawab Natalia
Jimmy mengantarnya pulang dengan jalan kaki, menyosori jalan jalan di kota itu.
hari sudah sedikit gelap perjalanan kerumahnya masih tinggal beberapa meter lagi, ketika melewat sebuah bar, Natalia seperti melihat Alin, dia langsung menghentikan langkahnya
"ada apa Nat?" tanya Jimmy
"kayaknya itu Alin deh" sambil menunjuk seseorang yang berada didalam bar tersebut
Jimmy mengikuti jari yang ditunjuk olehnya
"kayaknya iya" jawabnya
Natalia langsung masuk tanpa memikirkan apapun lagi
"Alin.. kamu kenapa disini" tanya Natalia panik melihat Alin sudah setengah sadar
Alin tak menjawabnya, Natalia sedikit khawatir seandainya saja dia tidak melihatnya, apa yang akan terjadi dengannya di dalam keramaian seperti ini
"Alin ayo kita pulang" ajaknya
"aku tidak mau, aku mau disini" jawab Alin
"Alin.. kamu sudah mabuk sebaiknya pulang kerumah ya" bujuknya
"aku tidak mau pulang,, aku benci dia, benci dia" ucapnya yang sudah hampir tak sadarkan diri
"aku akan minta Alan untuk anterin mobil kesini" bisik Jimmy pada Natalia
"ok"
Jimmy pun pergi meninggalkan mereka ke tempat yang sedikit sepi untuk menghubungi Alan. panggilan itu tersambung setelah beberapa saat.....
"Hallo, ada apa Jim" ucap suara di kejauhan
"Lan, kamu cepat bawa mobil ke bar yang tidak jauh dari rumah Alin" ucap Jimmy
"kenapa?" tanya Alan curiga
"Alin mabuk dan dia ga mau di bawa pulang" jelasnya
"wanita ini, apalagi yang mau dia lakukan" gumamnya
"sudah tidak usah bahas itu dulu, kamu cepat cari kita, nanti aku share lokasinya" ucap Jimmy dan langsung mematikan ponselnya
Alan bergegas mengambil jaket dan kunci mobilnya, dia berlari dari kamarnya ke halaman, Alan melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi setelah menerima lokasi keberadaan Alin
"apa yang di lakukan cewek ini" ucapnya dengan marah
Alan tiada hentinya bergumam karena rasa kepanikan dan ke khawatiran nya
sedangkan Alin, tidak mau berhenti untuk minum, Natalia dan Jimmy sudah berusaha keras ingin menghentikannya dan mau membawanya pulang, tapi Alin malah berbuat nekat dengan menari bersama pria pria yang ada di bar itu.
"bagaimana ini" tanya Natalia pada Jimmy yang melihat Alin sudah di kelilingi oleh banyak pria
"aku tidak tau, kalau sampai Alan melihat kejadian ini, dia akan sangat marah" ucapnya yang tak bisa menghentikan Alin
setelah sekian lama, Natalia dan Jimmy hanya bisa memperhatikan Alin yang sedang asyik menari, sedangkan mereka tetap tak bisa berbuat apa apa, mereka yang menari dengan Alin, terlihat bukan orang baik baik. kebanyakan dari mereka adalah preman
"Alan kemana kok lama sekali" gumam Jimmy
ketika melihat pria pria di dekat Alin sudah tak bisa menahan untuk menggoda gadis cantik itu, bahkan mereka berani menyentuh Alin.
Braaaaakk
suara pintu bar yang di banting seseorang sangat keras terdengar sampai semua orang yang ada disana melihat kearah orang tersebut
"Alan" ucap Jimmy dan Natalia bersamaan
"gawat" ucap Jimmy
Alan melangkah menuju pada Alin yang tak berhenti menari dengan pria pria itu meskipun ada suara yang keras tadinya
Terlihat jelas di wajah Alan sangat suram, dingin dan penuh emosi, seakan akan kemarahannya memuncak
"pria tampan dari mana ini" ucap beberapa wanita yang juga berada disana, yang membuat beberapa wanita ingin mendekatinya tapi terhentikan dengan tatapan sadis darinya. Alan terus melangkah mendekati Alin yang masih tidak menyadari keberadaannya
setelah sampai Alan langsung menarik tangan Alin dan berniat untuk membawanya pergi. Alin yang menyadari ada yang menarik tangannya langsung berusaha untuk melepaskannya
"lepaskan aku" ucap Alin yang sudah benar benar mabuk
Alan tetap tak menghiraukan teriakan Alin, dia berusaha untuk menariknya keluar
"Hei... kamu jangan berani beraninya membawa wanita kami pergi dari sini" ucap salah satu pria yang menari dengan Alin barusan
Alan menghentikan langkahnya
"heh😏 wanitamu... sejak kapan wanitaku menjadi wanitamu" ucapnya Alan
"hei ... jangan sembarang bicara. kalau berani membawanya pergi, kami tidak akan segan segan menghajar mu" teriak mereka
Alan tak menghiraukan mereka, malah terus melangkah pergi dari sana, Jimmy dan Natalia mengikuti langkah Alan.
melihat Alan dengan berani membawa Alin, para preman itu mengejar dan menghadang mereka
"Masih berani membawanya pergi dari sini" ucap mereka dengan tersenyum kecut pada Alan
"mau jadi pahlawan rupanya"
Alan yang memang dari tadi memasang wajah suramnya sudah tidak tahan lagi dengan mereka.
Alan menyuruh Natalia membawa Alin kedalam mobil, sedangkan Alan dan Jimmy menghadapi mereka para preman yang tak kurang dari 5 orang.
Alan memerintahkan Natalia segera membawa Alin pergi keluar dari bar itu, meskipun Natalia khawatir dengan keadaan mereka berdua tapi dia tidak berani membantah perintah dari Alan yang sudah terlihat sangat marah. Natalia dengan cepatnya melangkah untuk pergi dari tempat itu, sedangkan Alan dan Jimmy menghajar habis habisan para preman itu. yang membuat semua orang di dalam bar tersebut berteriak histeris
Saat Natalia yang memapah Alin sudah hampir pada pintu salah satu preman itu mengejar mereka.
"mau kemana kalian" ucap preman itu
Natalia merasa ketakutan melihat preman tersebut, dia bingung apa yang akan di lakukan, dan dalam sekejap mata preman itu ditendang oleh Alan yang membuatnya terjatuh.
"sialan" ucapnya dan mengeluarkan pisau dari bajunya
"Alan hati hati" teriak Natalia
"kamu cepat bawa Alin dari sini" ucap Alan yang sebisa mungkin menghindar dari serangan pisau di tangan preman itu
Natalia secepatnya keluar dari sana menuju parkiran dan membawa Alin masuk ke dalam mobil bersamanya
sekitar setengah jam kemudian, terlihat polisi datang ke tempat itu
"entah apa yang terjadi di dalam sana" ucap Natalia yang merasa khawatir, karena Alan dan Jimmy tak kunjung kembali
melihat Alin sudah tertidur karena banyaknya dia mabuk Natalia merasa jengkel padanya
"gara gara kamu, dua pria itu harus melawan preman preman itu,,,, dasar kamu" ucapnya dengan menjentik kepala Alin.