Last Night With You

Last Night With You
Bab 8



sepanjang acara Alin hanya duduk memakan kue juga minum sedikit wine dan selalu memandang Jordan yang sangat sibuk waktu itu. sedangkan Alan yang sudah mencapai puncak emosi tidak fokus pada acaranya


melihat Alin yang terus memandang Jordan membuat Alan hampir tak bisa menahan diri



"apa aku kurang memuaskan mu malam itu, hingga kau datang kemari dan bahkan menggoda keponakan ku" pikir Alan yang terus memandangi wajah Alin yang tersenyum memandang Jordan


seketika itu Alin melihat ke arah Alan yang sedari tadi memandang nya, pandangan dingin dan penuh emosi sangat jelas terlihat diwajahnya. Alin sedang memandangnya saat itu merasa tidak enak, kemudian dia beranjak pergi dari tempat duduknya ke kamar mandi


di kamar mandi dia heran dengan sikap Alan yang terlihat sangat membencinya


"ada apa dengan pria itu?" pikirannya


"apa aku pernah menyinggungnya?" sekali lagi


"terlihat sekali dia sangat membenciku" Alin mendesah dengan apa yang terjadi malam ini


Cukup lama Alin berdiam di dalam toilet ketika keluar dia melihat sosok pria yang berdiri di depan toilet. Alin tak menghiraukannya bahkan melewatinya tapi Alan menangkap tangannya


"maaf tuan kurasa kita tidak ada urusan pribadi, jadi ku mohon lepaskan tangan ku" ucap Alin pada Alan yang sudah berdiri Sangat dekat dengannya


"kau benar-benar melupakan ku?" tanya jordan ingin memastikan apakah wanita ini hanya pura pura tidak mengenali wajahnya atau memang dia tidak mengetahui dengan siapa dia tidur malam itu pikir Jordan


"maaf tuan, aku benar benar tidak kenal denganmu" ucap Alin meronta ingin melepaskan genggaman Alan, tapi semakin Alin ingin melepaskan tangan Alan, Alan semakin mengencangkan genggamannya


"tolong lepaskan aku"


"melepaskan Mu? lalu membiarkan kamu kencan berdua dengan Jordan? jangan harap"


Alan memeluk Alin secara paksa


"lepaskan aku" Alin terus memberontak


"berisik sekali wanita ini" pikir Alan yang sempat jengkel pada Alin


Alin terkejut dengan apa yang dilakukan pria asing ini menurutnya, Alan tiba tiba mencium Alin dengan paksa, Alin mencoba untuk melepaskannya tapi semakin dia memberontak Alan malah semakin erat memeluknya, dengan sekuat tenaga Alin mendorong Alan dan....


Plak....


tamparan yang sangat keras di wajah Alan


"pria brengsek" ucap Alin, dan pergi meninggalkan Alan yang sedang mamandangnya menjauh dari dirinya.


"aku akan melepaskan mu kali ini" ucap Alan yang terus memegang bekas tamparan yang di berikan Alin


di aula pesta Alin terlihat sedang menghampiri Jordan dengan gelisah. Jordan menyadari kegelisahannya


"kamu kenapa Alin?" tanya Jordan ketika Alin sudah berada di dekatnya


"Jordan aku merasa tidak enak badan. bisakah kamu antarkan aku pulang saat ini" Alin tak mau tinggal lebih lama lagi di pesta itu dan tak ingin melihat seorang pria brengsek itu lagi


"ok... aku antarkan kamu pulang sekarang" Jordan merasa cemas, sepertinya Alin benar-benar sangat gelisah dan segera merangkulnya untuk pulang.


disisi lain Alan yang terlihat sangat marah dan di penuhi emosi ketika melihat Jordan merangkul wanita yang dia idam idamkannya, Alan merasa terlambat mencarinya, sehingga membuat Jordan berhasil mendekatinya


*diperjalanan*


"Alin kamu tidak apa-apa kan?" tanya Jordan sekali lagi yang terlihat khawatir pada Alin


Alin hanya menggelengkan kepalanya


suasana kembali hening. Alin terus saja memikirkan kejadian malam ini


"siapa pria itu sebenernya?" bisiknya didalam hati


Alin terus mengingat ingat apakah pernah bertemu dengan dia sebelumnya, tetapi ingatannya tak menunjukkan keberadaan Alan sama sekali. itu menunjukkan sangat jelas bahwa Alin tak pernah merasa bertemu bahkan kenal dengannya dia sebelumnya.


saat ini yang terlintas di benak Alin adalah malah malam yang sangat panjang yang merusak dirinya waktu itu. ingatan itu kembali melintas di ingatannya, membuat dirinya takut akan terjadi hal yang sama setelah ini. tanpa sadar Alin sudah terlelap dalam tidurnya, dia sangat lelah sampai akhirnya tertidur di dalam mobil yang akan mengantarnya pulang


Jordan melihat wajah manis yang sedang tertidur di sampingnya, terlihat sangat sejuk yang bahkan mampu melelehkan hati Jordan


dalam perjalanan Jordan sesekali melirik ke arah Alin dan tersenyum


beberapa menit kemudian mobil itu berhenti didepan rumah yang sangat sederhana tapi terlihat sangat elegan dari luar, persis dengan pemiliknya yang terlihat elegan dari luar maupun dari dalam pikir Jordan


Jordan tidak tega membangunkan wajah yang sedang tertidur lelap itu, lalu kemudian dia menggendongnya keluar dari dalam mobil dan membawanya masuk ke kamarnya ketika Natalia sudah membuka pintu


Natalia menunjukkan kamar Alin dan saat itu Jordan meletakkannya di tempat tidur milik Alin


sebelum meninggalkan Alin dia sempat menyentuh wajah yang damai didepannya. Jordan semakin merasa tertarik padanya


*ditempat lain*


tanpa Jordan sadari Alan mengikutinya dari belakang, dan melihat gadis yang diinginkannya digendong oleh pria lain. Alan semakin benci dengan keadaan itu, apalagi sekarang terlihat saat di depan toilet Alin sangat benci pada Alan.


"kenapa Jordan lama sekali didalam?" gumam Alan tak sabar melihat Jordan tak kunjung keluar


" tuan apa sebaiknya kita pergi sekarang?" tanya supir pribadinya Alan, yang tak mengerti apa yang dilakukan tuannya


"tunggu sampai Jordan keluar dari rumah yang ada di depan"


"siap tuan"


*didalam rumah Alin*


"bukannya kalian pergi ke pesta? kenapa cepat sekali?" tanya Natalia


"tadi Alin merasa tidak enak badan, makanya aku mengantar dia pulang, sangat akhirnya dia tertidur dalam mobil"


"makasih ya udah nganterin dia"


"iya sama-sama, aku pulang dulu ya"


Natalia mengantar Jordan ke dapan rumah


"hati hati" ucap Natalia


Jordan mengangguk dan melambaikan tangan disaat meninggalkan rumah itu


Alan pun akhirnya pergi ke vila Dimana dia tinggal di kota C ini. hari ini emosinya sangat tidak stabil


dia membanting barang barang berharga di dalam kamarnya, bahkan tak seorang pelayan pun yang berani mendekatinya


praaaanng......


suara salah satu barang yang di banting oleh Alan, terdengar sangat jelas dari luar kamar


"tuan kenapa?" tanya salah satu pelayan di villa tersebut


"tidak tau, tadi tuan mengikuti tuan Jordan mengantarkan seorang wanita cantik. Dan sejak saat itu emosi tuan tidak terkontrol" jawab supir yang mengantar kemana saja Alan pergi


sebenarnya Alan bukan seorang yang tak bisa mengendalikan amarah, hanya saja ini pertama kalinya bagi dia melihat seseorang sampai membuat dirinya tak terkontrol


"ada apa denganku?" tanya Alan pada dirinya sendiri


"tak biasanya amarahku tak terkontrol hanya seorang wanita" Alan merasa sangat bingung dengan dirinya sendiri


dan memutuskan berendam didalam kamar mandinya


sejak saat itu dia berhasil meredakan amarahnya


"aku harus segera mendapatkan wanita itu, bagaimanapun caranya" ucapnya