Last Night With You

Last Night With You
Bab 30



Alan kembali merasa jengkel pada alin. dia melakukan pesta ini juga demi dirinya, apa yang dia lakukan? bahkan tidak mau membiarkan ayahnya tau hubungan nya dengan alan


"kamu tidak bisa tawar menawar denganku. apa kamu lupa dengan kontrak mu?" jawab alan dengan nada dingin


"ayo masuk" ucap alan masih marah


"kamu masuk dulu ya.. aku masih mau menemui ayah " ucap Alin. dia tidak mau menjadi pusat perhatian untuk kesekian kalinya jika ada di samping alan


"ok" jawab alan dan melangkah masuk ke dalam tempat pesta. Natalia dan jimmy ikut dengan alan masuk ke dalam


setelah mereka semua menjauh barulah alin masuk juga dan mencari keberadaan ayahnya.


disisi lain, alan yang saat itu masuk ke dalam lagi lagi menarik perhatian banyak orang, termasuk kakak titi dari alin, Miya. kebisingan disana menarik perhatiannya dan ikut melangkah untuk melihat situasi di sana. ternyata itu alan yang sangat tampan malam itu menjadi pesta sangat heboh.


"kamu lagi lihat apa?" tanya ibunya Miya, Milan.


"pria itu tampan sekali ma" ucap Miya dengan wajah berseri serinya. dapat dipastikan dia suka pada alan


"dia itu pria yang sudah bekerja sama dengan perusahaan ayah mu. pria paling kaya di negara kita. dan pengusaha paling muda di dunia bisnis" jelas ibunya


"waaaau... memang benar benar pria idaman" gumamnya


Miya terus menatap Alan yang sangat bercahaya, saat terus memandang Alan, Miya melihat Alin yang sedang menjauh dari kerumunan yang terlihat seperti mencari seseorang. Miya terkejut melihat alin yang sudah kembali dengan cepat.


"ma (terlihat panik menunjuk ke arah alin berada ) bukankah itu alin" lanjutnya


"kenapa dia kembali begitu cepat" ucap milan begitu kaget mendapati alin yang sudah berada disana


Tanpa basa basi lagi Miya melangkah mendekati alin


"bukankah ini adik kesayangku" ucap Miya dengan suara agak keras. dia mengambil kesempatan ketika ayah dan rekan bisnisnya berada di ruang inti di acara pesta itu


"Miya... maaf aku tidak ada waktu untuk meladenin kamu" ucap alin dan hendak melangkah untuk pergi dari hadapannya


"hebat sekali kamu ya dik. ketika perusahaan terpuruk, kamu bahkan tidak menelepon untuk menanyai kabar dari ayah. ketika perusahaan sudah mulai stabil kamu langusng datang kemari" ucap Miya yang berniat untuk mempermalukan Alin di depan semua orang


"apa maksud kamu Miya?" jawab alin tetap tenang


"bukannya kamu mau segera mengambil alih perusahaan ayah ketika sudah stabil kembali" ucapnya


"jangan sembarangan bicara kamu" bentak Alin


"Alin.. kamu sudah pulang. maafkan kakak kamu yang tidak sopan sama kamu" ucap marlin tiba tiba muncul disisi mereka


"lagi lagi datang satu wanita yang tidak tahu malu " ucap alin meremehkan keberadaan marlin. biar bagaimana pun Alin begitu tidak suka padanya


"Alin jaga bicara kamu. biar bagaimana pun sekarang dia adalah ibumu" teriak Miya kepada alin seolah olah memberitahukan kepada semua orang betapa buruknya sikap nona muda di keluarga wijaya (nama marga dari keluarga alin)


"siapa yang pernah menganggap dia sebagai ibuku?" ucap alin


"sudah sayang aku tau dia begitu benci pada ibu" ucap marlin dengan menaruh wajah memelas di hadapan semua orang


banyak orang yang memperhatikan keributan mereka. suasana disana sangat kacau banyak mulut yang sudah membicarakan alin bahkan menjelekkan dirinya.


"waaah bukankah ini anak dan ibu yang selalu ingin menguasai keluarga wijaya" ucap seseorang yang muncul dari belakang alin


"Natalia?" gumam alin ketika menoleh ke arah suara itu


"ini lagi... wanita yang tidak ada urusannya dengan keluarga kami. untuk apa ikut campur " ucap Miya dengan nada sinis


"oh... bukan kah kamu saja... hanya orang luar yang bermimpi menjadi nona besar di keluarga wijaya" balas natalia. entah kenapa mereka malah tidak mau kalah dan beradu mulut cukup lama


"wanita tidak tau malu, entah siapa yang mengundangnya kemari akan ku usir kamu dari sini" ancam Miya yang merasa tak bisa melawan lebih lama lagi


"Jimmy" gumam natalia yang melihat jimmy dengan sangat elegan melangkah ke arahnya


"oh.. jadi sekarang kamu sudah hebat ada lelaki kaya yang menjadikan mu wanita simpanan. atau jangan jangan adik kesayangan ku juga sudah menjadi wanita simpanan lelaki kaya yang membuat dirinya juga datang sekarang" ucapnya menyinggung manajer kepercayaan dari perusahaan entertainment grup. jimmy marah mendengar perkataan yang di lontarkan Miya, Wanita yang tak di kenal baginya


"Miya jaga sikapmu" ucap Marlin yang mengetahui bahwa jimmy adalah bawahan yang paling di percaya oleh alan


"jika bukan karena pesta ini diadakan oleh ayahnya alin. sudah kubuat kacau pesta malam ini" ucap jimmy sinis memandang ke arah ibu dan anak yang sama sama tidak tau malu


"Natalia... Alin ayo pergi dari sini.. aku akan membawa mu pergi menemui ayah mu" ucap jimmy pada natalia


"sialan.. siapa dia ma? kenapa mereka berdua bisa kenal dengannya" ucap Miya yang sangat kesal melihat mereka pergi begitu saja


"dia manajer terpercaya dari presedir alan, lelaki yang kamu idam idamkan tadi" ucap mamanya merasa anaknya begitu bodoh ketika tidak bisa menahan ucapannya


"gawat" gumamnya


dan mengejar mereka menemui ayahnya


Saat berada di ruangan inti dari pesta tersebut. Alin berlinang melihat ayahnya begitu sehat dan tertawa bahagia. Alin melangkah perlahan menuju ayahnya.


"Ayah" panggil alin ketika hanya berjarak beberapa meter dari ayahnya


"Alin" gumam ayahnya ketika melihat putri satu satunya muncul di hadapannya dan saling berjalan mendekat.


"kamu sudah pulang nak?" ucap ayahnya ketika hanya berjarak tak sampai satu meter. Alin mengangguk dan menghambur pelukan pada ayahnya


"Ayah... aku rindu ayah" ucap alin yang mulia meneteskan air matanya


"dasar anak kecil. ayah juga merindukan kamu" ucap ayahnya dan membalas pelukan dari putrinya


"kenapa kamu pulang ga ngasih kabar ke Ayah " tanya ayahnya ketika alin mulai melepaskan pelukannya


"aku mau ngasih kejutan pada ayah" ucapnya bersikap manja


"aiih gadis ini.. dia tidak pernah bersikap seperti itu ketika bersama ku" batin alan


"oiya Alin ayah perkenalkan rekan kerja ayah, yang sudah membantu bisnis ayah kembali normal. CEO termuda kita, Alan jackson" ucapan ayahnya memperkenalkan


Alan mengulurkan tangannya dan alin pun ragu ragu membalas jabat tangan alan


"Alan" ucapnya memperkenalkan dirinya


"Alin" balas Alin


"putrimu cantik sekali" ucap Alan pada ayahnya alan membuat alin memerah


"ya dia sangat cantik presedir alan" ucap ayah alin


"oiya tuan Alan. kami masih punya satu lagi anak" sela marlin pada mereka. Alan mengangkat Alisnya


"ini kakak dari alin. Miya, putri tertua kami" ucapnya dan Miya mengulurkan tangannya terlebih dahulu tapi Alin tak menghiraukannya


"pak wijaya benar ini putri tertua mu?" tanya alan dan tak tetap tak menghiraukan Miya yang bahkan


"benar tuan" jawab ayah alin


"eemm yang aku tau. tuan wijaya hanya ada satu putri (sambil menoleh ke arah alin dan alin pun juga menoleh ke arah alan) putri tercantik di keluarga wijaya" ucapnya


"juga wanita yang akan menjadi wanita tercantik di keluarga jackson" lanjut alan dengan senyumannya yang sangat menggoda berjalan menuju ke arah alin