Last Night With You

Last Night With You
Bab 21



Ternyata Alan membawa alin kembali ke villa miliknya. saat mobil itu berhenti di depan villa. Alan segera membukakan pintu untuk alin. dan kembali menyeretnya masuk kedalam villa. seakan akan dia tidak sabar akan memberi nya pelajaran


"Alan hati hati.. lukamu masih belum sembuh" ucap alin ketika dirinya hampir tak bisa mengikuti langkah alan yang sangat tergesa gesa


Alan tetap tak menghiraukannya dan terus menyeretnya hinggap kedalam kamarnya. setelah membanting pintu. Alan mendorong alin dari genggamannya


"sudah puas kencannya?" tanya Alan dengan wajah muramnya


"Apa maksud kamu?" tanya alin


"masih tanya apa maksudku?" ucap alan semakin terlihat sangat membenci alin


"aku tidak mengerti apa maksud kamu " ucap alin sekali lagi


"pergi kemana saja kamu?" tanya alan


"tadi.... aku.. ee pergi makan dengan teman " ucap Alin sangat gugup


"dengan teman?" ucap alan dengan senyuman sinisnya. Alin hanya menjawab nya dengan mengangguk kan kepalanya


Alan berjalan mendekati Alin meraih wajahnya dan membelainya dengan sangat lembut


"pergi dengan teman... atau pergi dengan selingkuhanmu?" bisik alan tepat di telinga alin


"aku tidak mengerti dengan semua maksud kau alan " ucap alin dan membuang pandangannya dari alan


"iya... kamu memang tidak mengerti maksud ku melakukan semua ini? bahkan kamu tidak peduli dengan semua kebaikan ku. kamu hanya peduli dengan jordan jordan dan jordan" teriak Alan yang amarahnya mulai memuncak yang kemudian dia membanting semua barang barang berkacanya di dalam kamarnya


"Alan aku bisa jelasin semuanya" ucap alin ketika mendengar alan sudab mengetahui semua dan semakin ketakutan ketika melihat Alan yang sudah tak terkendali


"MAU MENJELASKAN APA LAGI? AKU SUDAB MELIHATNYA DENGAN MATA KEPALAKU SENDIRI. KAMU BAHKAN BERADA DIDALAM PELUKANNYA DAN YANG PALING MEMBUATKU MUAK KETIKA MELIHAT MU MENIKMATI CIUMAN DARINYA" teriaknya yang semakin tak bisa mengendalikan kemarahannya


Alin melihat lengan bajunya berdarah ketika dia hampir membanting semua barang di dalam kamarnya.


"apa lukanya terbuka lagi?" gumamnya. semakin lama darah dari lengannya sampai menetes ke lantai. di bawah pengaruh alkohol mungkin alan tk menyadari kalau lukanya terbuka kembali


Alin secara perlahan mendekat pada alan yang tengah duduk di sofa di dalam kamarnya. wajah muramnya yang datar masih tetap terlihat di wajahnya


meskipun ada keraguan dan ketakutan di dalam hati alin. dia tetap mencoba terus mendekatinya, sampai akhirnya alin duduk berjongkok dengan menghadapkan wajahnya pada wajah yang penuh kebencian itu padanya


Alin mencoba untuk menenangkannya. menyentuh jemarinya secara sangat hati hati


"Alan itu semua tidak seperti yang kamu lihat" ucap alin dengan sangat hati hati


mendengar ucapan alin. bukannya tenang alan terlihat semakin marah padanya dan sekuat tenaga mendorong tubuh alin hingga membuatnya jatuh terduduk.


"Aaauu" teriak alin.. sepertinya telapak tangannya mengenai pecahan kaca yang membuatnya terluka


"kamu pikir aku buta? aku lebih percaya apa yang aku lihat dari pada semua yang kamu ucapkan " teriak alan yang tak peduli dengan alin


Alin masih merasa sangat bersalah padanya. dan kembali mendekat pada alan yang sudah berdiri di dekat jendela kamarnya


"Aku tau kamu melakukan ini semua karena peduli padaku alan" ucapnya di dalam hati


"bisa aku artikan dari sikap kamu yang seperti ini. kamu hanya takut kehilangan ketika aku pergi dengan jordan " lanjut alin yang terus melangkah mendekati alan dan tidak memperdulikan lagi luka di tangannya


Tiba tiba alin memeluk alan dari belakang. memeluknya dengan penuh perasaan. pelukan yang cukup lama itu mampu melelehkan amarah dari alan


tingkah alin yang seperti itu, alan sudah tidak bisa melakukan apa apa. bahkan dia sampai tidak mengatakan apapun lagi. Alin terus memeluknya


"Aku bisa jelasin sama kamu.. aku mohon jangan marah lagi ok.." ucap Alin yang sepertinya berhasil membujuk alan sampai alan tak menjawab perkataan alin


Alan masih sangat terkejut dengan tingkah alin. ini pertama kalinya bagi dia mengambil inisiatif terlebih dahulu untuk membujuknya dengan memeluk alan


"kamu jangan marah ya,, kamu tenang dulu. aku akan menjelaskannya secara perlahan " lanjut alin dan perlahan membuka pelukannya, dan membiarkan alan berhadapan dengannya


hingga akhirnya alin hendak membuka baju yang di kenalan oleh alan


"apa yang akan kamu lakukan?" tanya alan ketika melihat alin ingin membuka jasanya


"lukamu terbuka lagi. aku bantu kamu obati dulu ya " jawab alin.


wajah Alan yang tadinya penuh dengan emosi kini memerah karena memikirkan hal hal yang di luar dugaannya. dia berpikir aneh ketika alin hendak membuka bajunya


"ti.. tidak usah. kamu jelasin saja dulu apa yang mau kamu jelasin" ucap alan langsung memalingkan tubuhnya dari alin. Melihat alan salah tingkah alin tersenyum karena dia sudah tidak marah lagi


"aku akan jelasin setelah mengobati lukamu dulu" ucap alin yang langsung membantu alan membukakan bajunya. Alin menelan ludah ketika melihat dada yang penuh dengan roti sobek yang sangat indah. tidak bisa dia elak, tubuh alan terlihat sangat indah di pandang.


"aku ke bawah dulu" ucap alin yang tak bisa memandangnya terlalu lama


setelah beberapa menit Alin kembali dengan membawa alat P3K, sebaskom air hangat dan semangkuk sup di ember yang di bawanya


Alin menaruhnya di meja. kemudian secara hati hati memegang tangan alan yang terluka dan membasuhnya dengan air hangat. dan setelah selesai dia mengganti perbannya.


Alan terus memandang alin yang begitu perhatian padanya. Alan tidak tau harus marah atau menerima perlakuan baiknya. dia hanya diam saja tak menghiraukan rasa sakit di lengannya. bayangan di cafe terus bermunculan di otak alan


setelah selesai mengganti perban Alin hendak membereskan kembali peralatan yang di bawanya tapi secara tidak sengaja Alin melihat jemari alan juga terluka dan langsung meraih tangan yang penuh dengan luka itu


"ini kenapa?" tanya Alin


"buka apa apa" ucap alan dan menarik kembali tangannya. sedangkan alin meraihnya kembali memberikannya obat merah pada luka luka itu dan memperban juga tangannya


"kamu sudah bisa jelaskan padaku" tanya alan yang sudah tidak sabar mendengarkan penjelasan dari alin


"makan dulu supnya untuk menghilangkan rasa mabuk kamu" ucap Alin. Alan hanya menuruti kata katanya yang kemudian membiarkan alin menyuapinya hingga selesai


Alin membawa kembali semua yang dibawanya ke dapur dan kembali lagi ke dalam kamar alan


Alin duduk di dekat Alan dan secara perlahan memegang tangan alan


"aku akan jelasin sama kamu " ucap alin yang bahkan alan tak memandangnya


meskipun begitu Alin terus menceritakan semua kejadian itu. mengatakan pada alan memang benar jordan menembaknya, mengutarakan semua isi hatinya pada alin. Alin juga mengatakan pada alan, bahkan dia tidak memberikan jawaban apapun padanya dan mengatakan bahwa dia tidak pernah bermaksud untuk menerima isi hati jordan walaupun sebenarnya dia juga menyimpan perasaan yang sama padanya


"jadi kamu suka sama dia?" ucap alan yang langsung menghempas tangan alin yang sedari tadi menggenggam nya


"biar bagaimana pun sekarang aku tetap kekasih mu alan. meskipun hanya kekasih kontrak aku tidak akan pernah mengingkari itu semua" jelas alin


" jadi maksud kamu.. setelah kontrak itu berakhir. kamu akan bersama jordan?" ucap alan. membuat kemarahannya kembali memuncak dan itu semua dapat terlihat dari perubahan wajahnya. alin yang menyadari itu semua langsung mencari cara untuk menenangkannya


"jangan bicarakan itu dulu ok.. ini sudah hampir pagi. kamu istirahat dulu sekarang" ucap alin


"apa maksud kamu menerima ciuman dari dia. kelihatannya kamu sangat menikmatinya.. apa kamu tidak mau memberikan penjelasan tentang itu padaku " tanya alan mengalihkan pembicaraan alin dan terus memaksanya untuk mengatakan penjelasan padanya


"Aku tau aku salah alan. itu untuk terakhir kalinya. pertemuan ku juga untuk mengatakan perpisahan padanya" ucap alin


"semoga yang kamu katakan itu benar. kalau ada yang kedua kalinya. aku tidak akan membantu mu lagi" ucap alan yang langsung pergi ke tempat tidurnya


"kemari" ucap alan memanggil alin ketika dia sudah berbaring di tempat tidurnya. Alin hanya bisa menuruti semua yang do perintahnya


" kamu tidur lah disini"


"apa?" tanya alin terkejut mendengar omongan alan


"aku tidak akan apa apain kamu. cepat tidur sebelum aku berubah pikiran dan membiarkan mu tidur di luar villa" ucapnya dengan memejamkan matanya yang sudah bersiap untuk tidur


Alin menuruti perintahnya dan berbaring di samping tubuh alan namun memberinya jarak cukup jauh darinya


"Alin... aku harap kamu bisa membuka hatimu dan memberikan ku tempat dihati mu walau sedikit saja" ucap alan di hatinya ketika melihat alin berbaring di sampingnya dan akhirnya dia memejamkan matanya yang sudah lelah