
"Baiklah.. aku mendengarkan mu"
*****
waktu jam kerja sudah habis. dengan derasnya hujan sore ini membuat para karyawan kesulitan untuk pulang. banyak yang tak mengira hujan akan datang ketika matahari masih bersinar sangat terik siang ini.
"Kamu tunggu disini. aku akan membawa mobil kemari"
Alan dan Alin yang sudah berdiri di depan pintu masuk perusahaan.
"aku ingin main air hujan" ucapnya sebelum alan pergi
"Kamu sudah sebesar ini masih mau bermain main dengan hujan? Tidak" ucapnya tegas
"Ayo lah Alan.. kali iniiii saja" pintanya mengatupkan kedua tangannya di dadanya
"Kalau aku bilang tidak ya tidak.." sedikit menekan intonasinya. "sudah! kamu tunggu disini
Tanpa menunggu jawaban dari Alin. Alan sudah pergi meninggalkan dia sendirian. Tak berapa lama Alan kembali dengan mobilnya. Alin hendak lari ke mobil tersebut. sebelum melakukan aksinya dia sudah di tahan olehnya
"jangan bergerak.. diam disitu" keluar dengan payung di tangannya
Tanpa berpikir panjang Alin mengikutinya menggunakan payung yang di bawa Alan dan masuk kedalam mobilnya.
"Alan.. aku mau main air hujan" rengeknya kembali ketika mobil sudah berlalu meninggalkan perusahaan
"Kamu sudah tidak mau mendengarkan ku?"
"bukan.. hanya saja sudah sangat lama aku tidak bermain dengan hujan" ucapnya
"kenapa sekarang tiba tiba ingin bermain hujan?"
"karena akan ada kamu yang menemai" ucapnya manja
"siapa bilang aku akan bermain dengan mu? hujan lagi" masih dengan sikap khasnya yang dingin
sedingin hujan saat ini. tuan muda kenapa masih sempat sempatnya kamu bersikap dingin seperti ini padaku. menghela nafas panjang
"jadi kamu tidak mau menemaniku?"
"tidak" jawabnya singkat
"huh.. ya sudah aku akan bermain sendiri" memalingkan wajahnya keluar jendela
"siapa yang bilang. kamu boleh bermain hujan?"
"Alan.. kali ini saja" sekali lagi memohon padanya
"aku tidak suka mengulang ulang perkataan ku" sudah berubah kesal raut wajah Alan
"Huh" Alin juga merasa jengkel. karena hanya permintaan sekecil ini tidak di ijinkannya.
Suasana hening dalam perjalanan di bawah hujan yang turun dengan deras. jalanan sedikit sepi. entah itu yang berjalan kaki maupun yang mengendarai transportasi.
Villa Jackson sudah kelihatan dan mobil sudah memasuki halamannya yang luas. pohon pohon di taman tersebut tertunduk layu di terpa Air hujan.
sangat pas ketika menikmati air hujan disini. taman nya begitu nyaman. batin Alin ketika mobil berhenti tepat di sebelah taman.
"duduk diam disana " perintah Alan yang kemudian keluar dari mobil dengan payung. ketika membukakan pintu untuk Alin. Alin merencanakan sesuatu padanya.
Alin mengulurkan tangannya.
"gandeng Aku" pintanya tanpa berpikir panjang Alan meraih uluran tangan terdebut. saat sudah berada dalam dekapannya ketika Alan tengah lengah. Alin merampas payung di tangannya dan di buangnya di udara.
"Alin apa yang kamu lakukan" tanya Alan
Alin tak menjawab dan menariknya ke arah tengah tengah taman. dengan rumput yang memenuhi tempat tersebut. bunga bunga yang tertidur dan tempat duduk yang indah berada di tengah tengah taman
"ayo lah.. aku janji hanya kali ini saja" dengan mengangkat kedua jari telunjuk dan tengahnya
Alan sudah tak bisa menolak . secara dia sudah basah kuyup di guyur hujan yang sangat deras. tak membutuhkan waktu lama badannya sudah basah semua.
setelah Alan pasrah. Alin menari dan berlari kesana kemari seperti anak kecil yang sedang mengejar air hujan. tercipta wajah penuh kegembiraan di wajahnya. Alan hanya memandanginya dari kursi taman.
dasar gadis kecil. mengukir senyuman lebar di wajahnya
setelah sekian lama menari nari Alin memilih berbaring di atas rumput dan di bawah derasnya hujan dan tengah memejamkan matanya. Alan mengikuti tingkahnya berbaring disampingnya.
bagi Alin begitulah caranya menikmati air hujan. meskipun hari sudah sedikit gelap. Alin masih tak beranjak.
Alan hanya terus memandanginya
"sebentar lagi ya" ucapnya tanpa menoleh kearah Alan
"sudah sekian lama aku tak menikmati air hujan seperti ini" gumamnya
"kapan terakhir kali kamu bermain hujan?" Tanya Alan penasaran.
Alin terdiam tak menjawab. setelah beberapa menit Alan menyerah dengan jawaban yang di tunggu nya dari Alin.
"beberapa hari sebelum ibu ku meninggal" ucapnya sedikit serak. sepertinya Alin menangis namun tak terlihat karena air matanya bercampur dengan air hujan.
"Kata ibu.. Air hujan lah dimana suasana yang bisa menutupi segala kesedihan. sejak saat itu aku sangat suka dengan air hujan" lanjutnya
"Maaf.. membuat mu mengingat kejadian itu lagi" merasa bersalah karena melihat senyum di wajah Alin sudah menghilang. wajahnya yang sendu terlihat sedikit pucat karena sudah hampir satu jam terguyur hujan. mereka diam membisu tak ada yang memulai pembicaraan terlebih dahulu.
haaatcuuu
karena main air hujannya cukup lama. tubuh Alin sudah bergetar kedinginan. Spontan Alan menoleh ke arahnya. dia melihat mata dan hidungnya sudah memerah.
"Ah Alan.."
Tiba tiba Alan mengangkat tubuhnya masuk kedalam Villa.
"selamat datang tuan dan nona" sapa salah satu pelayannya.
"siapkan air hangat untuk nona dan sup untuk menghangatkan tubuhnya" perintah Alan
"kenapa kalian basah kuyup begini"
Rena yang baru saja menuruni tangga. terkejut melihat keduanya basah semua. Apalagi ketika melihat Alin berada dalam dekapan Alan. karena cuaca yang berubah dingin Rena mengenakan baju yang cukup tebal menutupi tubuhnya.
"Lagi nemenin anak kecil main air hujan " jawab alan Asal
"Hah? anak siapa?" Tanya Rena penasaran
"tidak tau. Anaknya nakal" tersenyum sambil menaiki tangga. melewati rena yang masih melihat mereka penasaran.
Alin mencubit perut Alan.
"kenapa kamu bilang aku anak nakal" tanya Alin kesal
"karena memang kamu nakal"
Haaatcuu.
hujan kembali menerpa wajah Alan.
"uupps maaf aku tidak sengaja" ketika Alin menyembur wajahnya Alan langsung menghentikan langkahnya.
karena tak mau di marahi olehnya Alin bersembunyi di balik dada bidang milik Alan.
"kamu sudah berani sekarang. sepertinya aku haru menghukum mu" jawabnya tersenyum licik
"Aku tidak sengaja"
Alan membuka pintu kamar dengan kakinya. Memasuki kamar mandi yang sudah disediakan air hangat oleh pembantunya.
meletakkan tubuh Alin di bathtub.
"oh hangatnya" gumam Alin pelan dan memejamkan matanya
"Hei.. jangan tidur disini cepat mandi atau aku yang akan memandikan mu" ancam alan dengan senyuman penuh kelicikan
"aku bisa mandi sendiri " teriak Alin
setelah Alan keluar dari dalam kamar mandi. Alin membuka semua pakaiannya dan kembali merendam badannya di dalam air hangat tersebut
setelah cukup lama berendam dan menghangatkan tubuhnya. Alin keluar menuju tempat tidurnya. yang sudah ada Alan yang sedang menikmati rokoknya di sofa. Alin masih memakai baju handuknya. wajahnya terlihat pucat. beberapa kali bersin bersin membuat Alan khawatir.
setelah mematikan rokoknya Alan beranjak dari duduknya menghampiri Alin yang masih mematung berdiri bersin bersin tidak nada. hentinya
"kamu kenapa?" Tanyanya panik
ketika menyentuh dahinya. Alan baru sadar bahwa Alin demam. tanpa berpikir panjang Alan mengangkat tubuhnya menuju tempat tidur. Alin diam menurut pada Alan. tak berbicara apapun, terlihat di wajahnya sangat kelelahan.
"inilah akibatnya kenakalan mu"
♡ HAI READERS ♡
tetap like komen vote dan tambah episode kesukaanmu menjadi favorite yaaa. dukungan kalian sangat berharga bagi author. terimakasih❤