
Setelah dua hari kemudian, Alin dan Natalia keluar lagi jalan jalan, semenjak kejadian dimana mereka di kepung oleh segerombolan preman, selain mendaftar ke universitas, mereka tak keluar kemana mana lagi.
Selama dua hari ini mereka merasa jenuh, ingin me refresh otak mereka. dengan bermain dan berbelanja di pusat kota. memang dunia anak yang baru masuk masa dewasa, shopping masih menjadi kebiasaan mereka
"ooooh puasnya aku hari ini" tanpa mereka sadari, mereka tertawa lepas melupakan semua kenangan yang pahit yang pernah dialaminya
saat kelelahan mereka duduk didekat taman, Alin merasa ada yang kurang karena beberapa hari ini dia tidak mendengar kabar apapun tentang Jordan
"Lin aku kelupaan sesuatu dek, aku balik untuk beli dulu ya, kamu tunggu aku disini jangan kemana-mana"
"iya Nat"
Natalia akhirnya pergi untuk membeli barang yang lupa dibelinya, belum lama Natalia pergi seseorang dibelakang menyapanya
"Alin" suara pria yang terdengar sangat familiar, Alin menoleh kebelakang....
"Jordan" melihat Jordan yang berdiri di belakangnya dan memberikan senyuman padanya membuat dirinya memandang Jordan begitu lama, pria yang beberapa hari ini menempati posisi khusus dihatinya, pria yang bisa dikatakan dicintainya bahkan sangat dirindukan untuk beberapa hari ini akhirnya bertemu dengan tidak sengaja di tempat ini
"apakan dia yang kau jodohkan untuk ku tuhan" pikirnya didalam hatinya yang sedari tadi melamun memandangi pria tampan itu
"sampai kapan kamu akan memandangku seperti itu" ucap jordan yang membuat Alin sadar dalam lamunan tersebut
"eee hhhhe" Alin salah tingkah dihadapannya
Jordan mendekati Alin dan duduk disampingnya
"kamu ngapain disini?" tanya Jordan
"ya ini dia" sambil menunjuk belanjaannya
"kamu habis shopping?"
"yaaa begitulah"
"sebanyak ini kamu shopping sendirian? wah lumayan boros juga ya" godanya pada Alin yang sedari tadi mukanya memerah dan membuatnya semakin merah lagi
"nggak kok, ini aku shopping berdua sama Natalia"
"tapi Natalia tidak ada disini" godanya sekali lagi
"Alin? kamu demam ya?" tanya Jordan yang membuat Alin heran, dia baik baik saja pikirnya, kenapa Jordan bertanya seperti itu?
"eng gak kok" ucapnya terbata bata
"tapi mukamu memerah loh? apa jangan jangan kamu hhhhi" lagi lagi Jordan menggodanya
"Jor daaaaan ๐๐" Alin merasa dirinya di permainkan membuat nya kesal pada Jordan
"kamu cantik ya"
Alin terkejut dan langsung memandang Jordan
Jordan saat itu juga memandangnya, dan sekali lagi pandangan itu bertemu satu sama lain, pandangan yang lembut, pandangan yang penuh perhatian dan kasih sayang, membuat wanita manapun akan meleleh seketika, membuat wanita yang tadinya akan meledak karena merasa sangat kesal, seketika membuat dirinya tidak nyaman dengan pandangan itu dan lagi lagi pipi putih di wajahnya kembali merona
Rambut ikal bergelombang yang tergerai ditiup oleh angin, wajah putih cantik, mata yang mempunyai daya tarik tersendiri bagi yang memandangnya akan jatuh semakin dalam pada dirinya, Jordan bahkan juga menyukai gadis di hadapannya
wajah Jordan mendekat pada Alin, Alin tidak tau apa yang akan di lakukan nya
"eeeh Jordan mau ngapain?" ucapnya didalam hati "apa jangan-jangan ๐ฑ oh tidak"
wajahnya semakin dekat dengan Alin, membuat Alin mulai berpikir yang aneh aneh dan memejamkan matanya
Alin mengira Jordan akan menciumnya, dan ternyata..........
"Ada serangga di rambutmu" Jordan mengambil serangga yang ada di rambut indah itu dan mulai menjauh dari wajah cantik di hadapannya
perlahan Alin membuka mata dan tercengang, ternyata kenyataannya tak sesuai dengan yang dipikirkannya ๐
"Alin kamu kenapa" melihat ekspresi Alin yang bengong melihatnya, Jordan merasa ada yang aneh dan membuatnya sedikit tertawa
"eeeh kenapa kamu tertawa?" tanya Alin yang tiada henti merasa malu
"hhhha tidak. tidak apa apa, lucu aja ngeliat kamu" Jordan malah semakin keras tertawa
"cih, kamu mempermainkan ku lagi" dan kesekian kalinya membuat Alin merasa jengkel
"sudah sudah jangan marah, kamu beneran cantik kokโ๏ธ" dengan mengangkat dua jari di dekat kepalanya โ๏ธ
"jangan coba coba mempermainkan ku lagi, atau kalau nggak ๐"
"ampun ampun, aku mana berani main main dengan wanita secantik kamu" lagi lagi wajahnya mendekati Alin
"cih dia mau mempermainkan ku lagi. liat saja , aku tidak akan tertipu lagi kali ini" Alin memyuekinya tapi malah ekspresi Jordan terlihat sangat serius dan membuatnya semakin dekat....
lebih dekat lagi....
lagi lagi lebih dekat hingga Alin bisa merasakan hembusan nafasnya yang hangat
tiba tiba.....
"eeehem" dengan lantang Natalia mengagetkan mereka berdua dan secara spontan mereka membuang muka satu sama lain
"eee eh Natalia kamu sudah datang?"
"aku sudah berdiri disini dari tadi loh, tapi sepertinya tidak ada yang menyadari nya" serasa Natalia sekarang menjadi obat nyamuk
"eeh enggak kayak gitu kok Nat"
"yasudah lah๐, oiya Jordan kamu ngapain disini?" tanya Natalia yang tiba tiba saja duduk di tengah tengah mereka๐คฃ
"kebetulan lewat terus tidak sengaja melihat seorang gadis yang lagi kesepian" sambil cekikikan dan sedang mengejek Alin
"cih" Alin membalasnya dengan sangat kesal untuk kesekian kalinya Jordan mempermainkan Alin
Natalia merasa hubungan mereka sudah mulai membaik
"kurasa Alin sudah memberikan kesempatan untuk dirinya sendiri" ucap Natalia di dalam hatinya dan tersenyum melihat Alin yang selalu di ejek oleh Jordan
"dasar ke kanak Kanakan" ucap Alin
setelah beberapa saat Jordan menyampaikan sesuatu pada Alin
" oiya Alin aku berniat mengajak kamu ke suatu tempat besok malam" ucap Jordan dengan serius
"kamu tidak lagi mempermainkan ku bukan?" Alin merasa harus selalu waspada pada Jordan yang menyebalkan menurutnya
"aku lagi serius"
"yaudah lanjutkan"
"besok malam ada sebuah acara amal di perusahaan cabang pamanku dan kebetulan aku yang memegang perusahaan itu" perlahan lahan Jordan menjelaskan dengan memandang ke arah Alin, dan Alin pun mendengarkan dengan melihat kearahnya, tanpa mereka sadari pandang mereka tepat berada di depan Natalia yang berada ditengah tengah mereka, membuat Natalia semakin merasa tidak diinginkan disitu
"dasar dua bocah ini๐, mereka saling menatap di depanku. apa mereka tidak menyadari keberadaan ku?" pikir Natalia
"ehem" Natalia merasa sangat jengkel dan sekali lagi mereka membuang muka merasa malu dengan perbuatan mereka yang tak menyadari keberadaan Natalia
"oiya Jordan, tadi kamu berniat mau ngajak Alin kemana?" tanya Natalia mencairkan suasana mereka yang sedang canggung
"ooh iya, besok malam aku mau mengajaknya ke acara amal di perusahaan, kebetulan besok tidak aku tidak ada pasangan"
"bukan seharusnya sekretaris yang menjadi pasangan mu dalam acara kantor seperti itu" tanya Alin mulai curiga dan menyeringai pada Jordan
"eee itu, sekertaris ku lagi cuti beberapa hari. jadi kalo tidak keberatan aku mau mengajak sahabatMu. apa boleh?"
Alin yang sedari tadi mendengarkan penjelasan Jordan bingung harus menjawab apa
"Tentu saja boleh, ya kan Lin"
"eeeeh?" Alin tercengang, sepertinya Natalia sengaja, Natalia merangkul Alin dengan kuat dan mengatakan
"tentu saja boleh Jordan, sahabat ku ini besok emang tidak ada kegiatan, lagian dia bilang bosan kalau cuma diam aja dirumah hhhhe" disisi lain tersenyum pada Jordan, disisi lain melotot pada Alin. membuat Alin semakin bingung
"benar Alin? jadi kamu mau?" tanya Jordan sekali lagi pada Alin, untuk memastikan perkataan Natalia
"eeeh?" dengan sikap Alin, Natalia semakin merangkulnya dengan kuat
"cepat katakan iya Alin" bisiknya hati hati supaya tidak terdengar oleh Jordan
"Alin?"
"eeeh iya aku mau kok" gara gara ulah Natalia Alin tak bisa berkutik lagi, dengan keputusan Alin membuat jordan senang mendengarnya
"kalau begitu, besok jam 3 sore aku jemput kerumahmu untuk memilih gaun yang cocok buat kamu kenakan besok malam" ucap Jordan pada Natalia
"iya" jawab Alin, merasa sangat senang bisa pergi dengan Jordan
"yaudah aku pergi dulu ya"
"ok, kamu hati hati ya" ucap Natalia
Jordan bangkit dari tempat tempat duduknya dan mendekati Alin yang memandangnya, mendekat ke wajahnya dan berbisik
"sampai jumpa besok wanita cantik" setelah itu menghadapkan wajahnya pada Alin dan mengedipkan mata padanya
kemudian pergi meninggalkan Alin yang bengong memandangnya.
"Alin kurasa dia juga naksir sama kamu" ucap Natalia yang melihat jelas kejadian itu
"aaaah sudah sudah ayo pulang, sudah sore"
mereka pun akhirnya pulang membawa belanjaan yang sudah di belinya