Last Night With You

Last Night With You
Bab 29



"ehemm.. itu pekerjaan mu yang pertama. (sambil menunjuk ke arah meja di samping kiri meja kerjanya) pelajari dokumen dokumen perusahaan yang sudah berada di atas meja mu, kamu harus mengerti semua tentang perusahaan disini" ucap alan dengan memalingkan wajahnya dari hadapan alin. Alin mengangguk dan berjalan menuju meja kerjanya


"ah iya ada satu lagi" ucap alan dan menghentikan langkah alin dan berbalik menghadapnya


"itu... kamu.. tidak usah panggil aku pak.. panggil seperti biasanya kamu memanggil ku" ucap alan terlihat malu


Alin menyadari bahwa alan malu malu mengatakannya.. karena alan mengatakan dengan melihat kearah alin


"mana bisa seperti itu pak... saya ini asisten bapak dan tidak boleh berperilaku tidak sopan seperti itu" goda alin dengan senyum senyum mengatakannya


"Kalau aku bilang ga boleh ya boleh" ucap alan dengan kesal


"tidak bisa seperti itu pak... bapak kan..."


belum sempat alin menyelesaikan perkataannya. alan menarik tangannya ke dalam pelukannya


"sekali lagi kamu memanggil ku bapak ( mendekatkan wajahnya pada wajah alin) aku akan memberi mu pelajaran disini" bisik alan dengab senyum liciknya membuat alin mengerti apa yang di maksudnya. Alin memerah karena malu


"ba ba.. baik A.. lan" jawab alin gugup


"gadis baik.. sekarang cepat lakukan pekerjaan mu " ucap alan dan melepaskan alin dari pelukannya, dia pun mulai mempelajari semua dokumen yang ada di atas mejanya


sedang kan alan masih tidak bisa mengontrol dirinya sendiri ketika bersama dengan alin


"padahal ini bukan pertama kalinya, tapi kenapa aku masih tidak bisa mengontrol diriku sendiri" batin alan yang terus melirik ke arah alin dari mejanya


"dia sangat imut ketika lagi fokus" batinnya dan tersenyum melihat Alin yang sangat sibuk dengan dokumen dokumennya sesaat alin juga melirik ke arah alan spontan alan mengalihkan pandangannya ke sebuah kertas di tangannya. Alin tersenyum dia tau sedari tadi alan memperhatikannya


satu hari berlalu, Alin dengan giat mempelajari pekerjaannya. tak sedetik pun membuat dirinya bermalas malasan, bahkan alan pun tak mengganggunya. terkadang alan meninggalkan alin untuk menghadiri rapat dan bertemu dengan klien. Alan tak mengajaknya dan membiarkan alin terus belajar agar secepatnya mengerti tentang keadaan kantor.


"waaah akhirnya selesai" ucapnya dan merenggangkan badannya yang sudah penat


"alan kemana ya.. kok belum balik" batinnya dan mulai berpikir


"ya sudah lah.. mungkin dia lagi sibuk" ucapnya dan bersantai di kursinya


gruuk gruuk...


"aaah aku lapar sekali" ucapnya ketika mendengar perutnya berbunyi


"Aku belum makan apa apa" lanjutnya


Alin melirik jam tangannya, jamnya menunjukan jam 4 sore yang menandakan sebentar lagi akan pulang. Alin teringat akan pesta yang harus dihadirinya nanti malam di perusahaan ayahnya.


tok tok tok


"masuk" ucap alin ketika mendengar suara pintu di ketok dan kembali menegakkan badannya


"Natalia" ucap alin


"Hai..." sapa natalia dan tersenyum pada alin


"gimana pekerjaan mu?" tanya alin


''suka.... sangat suka.. Alan baik banget, aku sampai satu ruangan dengan jimmy" ucap natalia yang sangat girang dan bersandar di meja alin. Alin ikut senang mendengar sahabatnya bahagia.


"Oiya alin.. (sambil menaruh bungkusan ditangannya di atas meja) ini dari jimmy, katanya sih dari alan.. suruh kasih kamu" ucap natalia


"untuk apa?" tanya alin penasaran


"benarkah?" tanya alin lagi


"iya alin. jimmy juga memberikanku gaun untuk nanti malam" jawab natalia


"nanti habis pulang kerja, gimana kalau kita siap siap bareng. kata jimmy dia akan jemput kita nanti di bawah" lanjut natalia


"Ok lah" jawab alin, nataliapun juga pamit untuk pergi ke ruangannya. Alan menyimpan pemberian Alan di sampingnya dan mereka berdua mulai sibuk dengan pekerjaannya masing


Waktu berlalu dan waktu sudah waktunya untuk pulang. Natalia menunggu alin di depan kantor Alin dan pergi ke ruang istirahat untuk siap siap pada pesta yang akan mereka hadiri


"katanya mereka sudah ada di bawah lin" ucap natalia dan mulai memasang gaun pada tubuhnya


"iya kah?" tanya alin dan natalia mengangguk kan kepalanya


"kita harus cepat dong" tanya alin


"kayaknya sih" jawab natalia dan mereka mulai menyibuk kan diri masing masing merias wajah mereka


butuh waktu satu jam mereka berias. baju yang di berikan Alan sangat pas di tubuh alin. pakaian yang tak terlalu formal tapi sangat sempurna di tubuh Alin. dengan rok di atas lututnya juga blouse yang sangat indah dan ber merk yang menjadi sandingannya. riasan rambut dan make up yang sederhana menambah ke elok an baginya. Natalia juga tidak kalah dengan alin perbedaannya hanya celana jeans kulit ketat yang di pakainnya oleh dia. yah mereka berdua sangat sempurna malam itu.


Alin dan Natalia berjalan bersama menuju tempat dimana alan dan jimmy menunggu mereka berdua. saat mereka sampai tepat di depan pintu masuk perusahaan, di situ lah dua sejoli itu menunggu mereka. Alan dan jimmy terpana saat melihat Alin dan Natalia tampil dengan begitu sempurnanya. mereka berdua hampir tak mengedipkan mata memandangnya


"Hai" sapa alin dan Natalia


"ee Hai" jawab jimmy


dab jimmy mengajak mereka berdua masuk ke dalam mobil. sikap alan masih tetap dingin seperti acuh tak acuh pada suasana saat itu. tapi sebenarnya jauh di dasar lubuk hatinya yang paling dalam dia sangat kagum dengan alin.


dalam perjalanan Alan selalu mencuri pandang pada alin. sikap tak dinginnya tak bisa menahan matanya untuk memandang wanita yang sangat sempurna malam itu.


perjalan ke tempat pesta berjalan sepi, mereka berempat sibuk dengan pikiran mereka masing masing. butuh beberapa menit akhirnya mereka sampai di perusahaan milik ayah alin. yang juga tempat pesta untuk malam ini.


Saat semua turun dari mobil. Alin segera menghampiri alan


"Alan" panggil alin dan dia pun menoleh ke arahnya


" ada apa?" tanyanya


"ee itu. boleh ga, aku ga ikut masuk bareng kalian" tanya alin. Alan tak menjawab pertanyaan itu, justru mengerutkan keningnya yang mengartikan dia ingin tau alasannya


"gini alan. aku mau nemuin ayah dulu.. mau ngasih kejutan ke dia" ucap alin


entah kenapa alan merasa lega mendengarnya


"Ok" jawabnya singkat


"Oiya satu lagi" ucap alin dan alan tak menjawab menunggu alin meneruskan ucapannya


"boleh ga.. nanti di dalam..." ucap alin ragu ragu mengatakannya


"di dalam?" tanya alan penasaran


"didalam tidak usah kasih tau ayah .. kalau aku sekarang adalah kekasih mu?" tanya alan dengan nada pelan yang hampir tak terdengar


"kenapa?" tanya alan mulai dengan nada yang cukup keras dari sebelumnya. dan alin merasakan perubahannya .


"tidak apa apa.. aku... akan mencari waktu yang tepat untuk mengatakannya pada ayah" ucap alin mencoba untuk menjelaskan