Last Night With You

Last Night With You
Bab 55



"Namun suatu ketika, Dara menghilang entah kemana. seakan akan wanita itu hilang di telan Bumi, tak ada jejak sama sekali. Hal itu membuat Alan Gila. mencarinya kemana mana sampai bertahun tahun juga tidak ada kabar apapun mengenai wanita tersebut. Hingga akhirnya dia menyerah dan berubahlah dia yang dingin dan tak bereskpresi" Rena


"Kakak sempat khawatir wanita itu akan kembali dan merebut posisi mu saat ini" Terlihat cemas yang terpancar di wajahnya.


"kenapa kak?" tanya Alin penasaran


"Jujur saja, kakak tidak menyukai Dara, sebelumnya kakak pernah menyelidiki semua tentang dia. dia mendekati Alan hanya karena dia pewaris satu satunya di keluarga kami"


"jadi kakak berharap kamu segera menikahi dia, kakak tau kamu wanita baik baik. jadi kakak tidak akan khawatir jika menyerahkan Alan padamu"


Flashback Off


"Apa kamu sudah tidak sabar ingin segera menikah dengan ku?"


"aku hanya ingin kamu segera menjadi milik ku, itu saja"


"bukannya sekarang kamu memang sudah menjadi milik ku"


"itu berbeda Alan. cinta kita belum terikat dengan janji suci"


"Ok ok... kamu mau kapan kita menikah"


"Minggu depan" Jawaban Alin membuat mata Alan terbelalak


"Kamu yakin?" Alin mengangguk


"Ok.. aku akan menyiapkan semuanya untuk mu"


"Terimakasih" Alin memeluk tubuh pria di sampingnya.


Aku tidak mau seseorang mengambil mu dari ku. saat ini kamu adalah milikku.


Malam itu Alin bisa tidur nyenyak dalam pelukan Alan, dia tidak sadar akan satu hal yang akan membuatnya terpuruk nantinya.


_________


Mentari pagi sudah mulai bersinar. di satu meja makan yang sudah tersaji beberapa makanan, semua penghuni rumah dan ke dua tamu mereka tengah menikmatinya.


"Apa?" Teriak Aurel dan Miya


Cepat sekali tindakannya. Miya mengeram kesal


Aku harus cepat bertindak. Aurel


Bagus Alin, kamu memang pintar. semakin cepat kamu menikah dengan Alan, maka para wanita yang tidak tau di untung itu akan menyerah begitu saja. Sembari tersenyum melihat ke arah mereka bergantian


"Kapan?" tanya Rena


"Minggu depan kak"


"Loh, bukannya kalian sepakat akan menikah setelah kamu lulus Alin. kenapa sekarang langsung di percepat?" Tanya Miya


"Tidak ada Alasan, karena aku ingin dia segera menjadi milik ku" Alan yang menjawab namun pandangannya masih pada Kinan


"bukan kah ini terlalu cepat Alan" Aurel menimpali


"Tidak, Aku dan Alin sudah cukup saling mengenal. dan aku rasa ini saatnya Kita menjalin hubungan yang lebih serius lagi"


"Bagaimana menurut kakak?" beralih pada Rena dan mencoba mengabaikan pandangan tidak suka dari dua wanita pengganggu itu


"Kakak setuju dengan kalian, semakin cepat kalian menikah maka semakin bagus"


"Baiklah, jadi mulai sekarang kita sibuk. aku harap kakak bisa membantu"


"Tenang saja, serahkan saja sama kakak"


"terimakasih kak" Alin benar benar tak habis pikir, dia mendapatkan seorang pria dan seorang kakak perempuan yang benar benar tulus menyayanginya.


"tidak perlu berterima kasih, kita adalah satu keluarga"


Suasana pagi itu menjadi bercampur aduk, Ada sebagian yang bahagia dan ada juga mereka yang resah mendapat kabar buruk bagi mereka.


Alan, Alin dan Rena mulai mempersiapkan acara pernikahan. mereka mengawali dengan mencari gedung terlebih dahulu. Waktu satu Minggu sudah sangat cukup bagi mereka mempersiapkan pernikahan yang cukup megah apalagi dengan koneksi Alan di Kota itu yang memang menjadi sorotan semua publik, jadi tidak sulit baginya untuk mempersiapkan segalanya dalam waktu singkat