
didalam ruangan yang sama. tempat tidur yang sama bahkan menghirup udara yang sama. dua orang yang sudah berbaikan tengah berbincang dalam redupnya lampu didalam kamar yang sangat luas
Alan memeluk tubuh Alin yang tengah membelakangi dirinya. Alan berulang ulang mencium kepala wanita dalam pelukannya.
"kamu tau.. ketika kamu pergi.. aku sadar bahwa yang aku lakukan padamu adalah salah. aku menyesal mendapatkan kamu sudah beberapa hari tidak kembali ke sisi ku. bahkan aku yang tak pernah takut. saat itu merasa gelisah dan takut dalam hatiku menyeruak ketika memikirkan kamu tidak akan pernah kembali lagi dalam pelukan ku"
mengungkapkan seluruh kegundahan hatinya dan menenggelamkan wajahnya dalam bahu Alin. Alin mengusap tangan yang melingkar di tubuhnya
"setakut itu kah. kamu kehilangan ku?'' tanya alin dan menoleh pada wajah yang hanya mengangguk kan kepalanya dalam bahunya
"apa kamu juga tau.. malam itu betapa kecewanya aku sama kamu. hati yang perlahan mulai mempercayai bahkan menerima dirimu. dalam sekejap kamu malah menghancurkannya
berkeping keping. aku bahkan sudah berniat tidak akan pernah kembali lagi pada sisi mu..." tak sempat menyelesaikan perkataannya Alan sudah memeluknya dengan sangat erat
"Aku tak akan pernah membiarkan mu berpikir untuk pergi lagi dari ku" potong Alan
Alin berbalik menghadap lelaki yang terus memeluknya
"apakah kamu akan percaya padaku?" menghadap wajah yang tetap terlihat sangat tampan di bawah redupnya lampu
"Aku akan mempercayai mu. sekalipun suatu saat kamu membohongi ku. aku akan tetap mempercayai mu" ucap alan terdengar sangat lembut. membuat alin berani memberikan satu kesempatan lagi padanya
mereka terbenam dalam pelukan mereka masing masing. tak ada yang terjadi malam itu. sampai akhirnya mereka terlelap dalam mimpi mimpi indahnya.
Malam terus berlanjut. Hari hari pun silih berganti. Alan dan Alin melanjutkan kesibukannya dalam perusahaan. kembali fokus setelah beberapa hari Alan hampir tak menyentuh dokumen dokumennya sampai menumpuk di mejanya.
Seperti biasa Alan telah mendapatkan kembali semangat hidupnya. Cintanya sudah berada disisinya. menemaninya mengerjakan masalah masalah di kantor. Apalagi yang dia inginkan? kesepian sudah terbalaskan. kedinginan hati bahkan kekosongan ruang hatinya sudah terisi penuh dan tak ada kesempatan sedikitpun untuk memasuk kan nama lagi ke dalamnya
****
Di akhir pekan Alin yang baru membuka matanya dan terbangun dari tidur malamnya yang panjang. Melihat sosok tubuh alan yang sudah duduk di sofa yang berada disudut ruangan.
"tidak ke kantor?" tanya alin ketika sudah sangat jelas matanya terbuka
"sekarang kan akhir pekan"
biasanya kan akhir pekan pun kamu tetap ke kantor. gumamnya di hati
"mau makan?" tawarnya
"boleh" jawab alan semangat
"baiklah.. kamu mandi dulu.. sementara aku siapkan sarapan untuk kamu" tubuh yang sudah beranjak dari tempat tidur. kembali terlentang ketika dengan sangat cepat alan menjatuhkan tubuh alin ke tempat tidurnya
"Alan kamu ngapain?" bisik alin pada telinga alan yang sudah memeluk dirinya
"aku mau makan" bisiknya
"makanya kamu lepasin. biar aku siapin sarapan buat kamu" mencoba mendorong tubuh alan tapi kekuatannya tak cukup kuat untuk melepaskan pelukan yang erat di tubuhnya
"siapa bilang aku mau makan masakan mu" memulai dengan bisikan yang menggoda
"lalu?" tanya alin kebingungan
"kamu mau makan dengan memesan di luar?"
Alan hanya menggelengkan kepalanya
"jangan macem macem ya" ucap alin sudah berusaha melepaskan pelukan alan
"jangan bergerak! kalau kamu tidak mau aku makan beneran" ancam alan. Alin berhenti bergerak. mematung yang membuat Alan cekikikan melihat alin yang sudah seperti patung
plak.. Alin memukul lengan alan yang terus menjahilinya.
"wah kamu sudah berani memukul ku ya" tanya alan yang sudah mengangkat kepala dengan memangkunya pada telapak tangannya
"jangankan memukul mu.. jika kamu masih terus menjahili ku.. hhha awas kamu" sudah mengepalkan tangan yang artinya akan menjotos alan
"tidak aku sangka wanita ku sekarang mulai galak" ucap alan dan terus mendekatkan wajahnya dengan alin. hembusan nafasnya terasa hangat di wajah alin
padahal baru bangun tidur.. tapi masih saja sangat tampan... aaaaagghh pria ini kenapa sih.. sangat menggoda. Hati alin yang hampir keluar karena degupannya yang kencang
Alan membelai dengan lembut kepala Alin. mengecup kening putih halusnya
"aku mencintaimu "
Deg. hati Alin terus berdetak tak karuan
aduuuh hati. ini sudah makanan mu setiap hari. tapi kenapa masih sangat gugup begini
ya. alan setiap pagi menyatakan perasaannya pada Alin. seakan akan mengatakan betapa berharganya dirinya di dalam hatinya
"ya. ya... aku tau kamu mencintai ku.."
plak.. tak sempat menyelesaikan perkataannya Alan sudah menyentil kepala alin dengan keras membuat wanita di hadapannya meringis.
"Alan" teriaknya yang sudah mengusap usap dahinya yang nyeri karena ulah alan
"aiiissh. kamu ini tidak romantis sekali sih?" ucap alan dengan wajah yang se akan akan mengatakan kenapa kamu bodoh sekali. begitu raut wajah yang terlihat di wajahnya
"tidak bisa apa mengatakan hal hal yang romantis. ketika pasangan mu mengungkapkan betapa cintanya aku padamu" ucap alan sudah mulai kesal pada alin
"Pffftt. hhha" alin sudah tidak bisa menahan tawanya melihat sikap kekanak kanakan diri alan.
Raut wajah alan masih tak berubah. menunjuk kan wajah sebal melihat alin menertawainya
"ok ok jangan ngambek. meskipun aku ungkapkan perasaan ku seperti mu.
tapi percayalah dalam hatiku, aku sangat mencintai mu" ucap alin meluluhkan hati alan yang sedari sudah kesal.
mereka saling menatap. entah bermimpi apa Alin semalam. tanpa dia sadari, dia mencium bibir alan. menciumnya dengan sangat lembut. kali ini dia yang berinisiatif duluan mencium alan. kini hati alan yang hampir meloncat keluar karena degupannya yang tak dapat terkontrol. wajahnya memerah, malu karena wanitanya yang tak pernah menciumnya terlebih dahulu. pagi ini membuat hati alan sangat senang
ciumannya berlangsung cukup lama. sama sama menikmati tanpa ada yang merasa terpaksa.
"selamat pagi Alan" kembali mengecup bibir alan dan berdiri dari tidurnya. lari meninggal kan alan yang masing bengong dengan kejadian yang baru saja di alaminya
Alan memegang bibirnya. terlihat jelas di wajah putihnya. wajahnya masih terlihat merah merona
dia... masih belum makan apa apa kan. dan tidak mungkin salah makan. kan dia baru bangun tidur. pikir alan yang kemudian menyeret kakinya melangkah pada kamar mandi dan masih terlihat melamun mengingat ingat. kejadian beberapa menit di tempat tidurnya.
Alan membersihkan badannya membiarkan air dingin mengalir tubuhnya. yang membuat dirinya benar benar sadar dan segar