Last Night With You

Last Night With You
Bab 54



Makan malam sudah selesai, saat itu Alin sudah berada di dalam kamar Rena. Rena membiarkan Miya dan Aurel menginap di Villanya. itu juga karena banyak sekali alasan alasan yang mereka ucapkan. dari pada tambah panjang, Akhirnya Rena menyerah. Hanya Natalia yang tidak ikut menginap dan pulang di antar oleh Jimmy.


"Kenapa kakak mengajak Alin kesini?" tanyanya


Rena beranjak dan menuju pada sebuah laci yang tidak jauh dari tempat tidurnya. apa itu?. Batin Alin ketika Rena kembali dengan sebuah Album foto di tangannya.


"Apa ini kak?" Tanya Alin saat Rena menyodorkan Album itu padanya.


"Lihat lah"


Alin membuka sampul foto itu. terlihat disana sebuah foto anak laki laki yang tengah bermain dengan riang. dengan dua wanita, yang satu lebih besar sedikit dengan anak laki laki di sampingnya dan yang satunya adalah wanita paruh baya yang sangat cantik. lembar demi lembar masih terlihat tawa di setiap foto di album tersebut, sampai akhirnya wanita paruh baya itu sudah tidak terlihat.


murung dan dingin yang tampak di wajah 2 anak tersebut. sampai akhirnya Alin menyadari bahwa setelah tidak adanya wanita paruh baya tersebut, tidak ada salah satu dari mereka yang mengambil foto kembali sampai akhirnya mereka sama sama dewasa. Anak laki laki yang tadinya dingin sudah terlihat tawa di wajahnya, senyum penuh bahagia kembali terlihat namun dengan orang yang berbeda di sebelahnya. seorang wanita cantik menemaninya di setiap lembar foto album tersebut.


Alan.. Gumamnya


siapa gadis disampingnya ini. batinnya lagi


"iya Alin... dia Alan dan wanita itu adalah...."


Akhirnya Rena menceritakan semua kisah tentang Alan. semenjak dia kecil sampai dewasa dan tidak lupa juga hubungan antara Alan dengan gadis yang ada di dalam foto tersebut.


Braaakkk....


"Kakak... kenapa kakak menyembunyikan Alin dari ku" Suara Alin yang tiba tiba membuka pintu tanpa aba aba, membuat Rena dan Alih kewalahan untuk menyembunyikan Album yang mereka lihat


"A.. alan kenapa kamu disini" gugup Alin menghampiri kekasihnya itu yang sudah kesal. bagaimana tidak, Alin menghilang sehabis makan malam. Alan mondar mandir mencari di seluruh Villa sampai akhirnya dia juga tidak melihat kakaknya di mana mana.


"kenapa kau disini?"


"Aku hanya... " ******.. Aku harus jawab apa?


"Hanya?" tanya Alan menekan jawaban dari Alin


"Hanya ingin mengobrol dengan kakak. iya kan kak?" Alin mencoba mencari pertolongan dari Rena


"kalian tidak bohong kan? seharian ini kalian kan sudah ngobrol bareng. masih belum cukup?" Alan curiga


"sebenarnya aku terganggu karena kedatangan dua wanita yang tidak di undang itu. makanya aku kemari dan melanjutkan pembicaraan kita yang terganggu tadi" elak Alin dan akhirnya Alan percaya.


"Benar juga. kalian pasti di ganggu sama dua mak lampir itu kan" ucap Alan menertawakan mereka.


"Baiklah. karena kalian sudah selesai mengobrol. kakak, Alin aku bawa"


siapa juga yang sudah selesai, ah pengganggu ini. batin Alin. terimakasih untuk ceritanya tadi kak. Alin memberi isyarat pada Rena ketika Alan mulai menarik tangannya


________


"Alan"


"Hmmmm" Alan memeluk posesif pinggang Alin dalam dekapannya.


"Kamuuu... tidak mau segera menikahi ku?" tanya Alin, tiba tiba Alan yang tadinya terpejam seketika membuka matanya.


"kenapa tidak menjawab? kamu tidak mau menikah dengan ku ya?" wajahnya sudah di tekuk


"bukannya kita sudah sepakat untuk menikah setelah kami lulus kuliah?" tanya Alan penasaran, ketika dulu Alan mengajaknya untuk segera menikah tiba tiba saja wanita yang selama ini memaksa mengatakan akan menikah setelah lulus kuliah malah menanyakan hal yang memang sudah di inginkan olehnya.


Alin teringat cerita Rena beberapa saat yang lalu.


Flashback On


"iya Alin... dia Alan dan wanita itu adalah kekasihnya Dara. Mereka bertemu ketika baru duduk di bangku SMA. sejak saat itu Dara menjadi teman sekelas Alan, saat kami kehilangan sosok ibu yang sangat kami cintai, Alan berubah menjadi sosok yang begitu dingin, keras pada dirinya sendiri dan tidak mudah bergaul, apalagi dengan lawan jenisnya. Namun Dara berbeda, Dara mampu menghancurkan balok es pada dirinya, entah apa yang dia lakukan sampai bisa membuat hatinya luluh, kakak juga tidak mengerti" Rena menghela nafas panjang dan melanjutkan ceritanya.


"yang kakak tau, Dara membuat banyak perubahan pada Alan, wajahnya mulai terukir senyuman, perhatian dan lemah lembut.


Bersambung.....