Last Night With You

Last Night With You
Bab 18



Alin berjalan masuk ke dalam kamarnya, terlihat alan sedang berdiri di dekat jendela kamarnya... sepertinya dia sedang menelepon seseorang. ketika melihat alin masuk, alan mematikan teleponnya dan berjalan mendekati alin


"sarapan dulu... abis itu minum obat" ucap alin terlihat gugup


"tanganku masih sakit, taruh saja dulu.... nanti akan ku makan" ucap alan sambil memegang tangannya dan duduk di kasurnya


"tidak bisa, kamu harus makan sekarang" paksa alin


"tapi tanganku masih sakit" ucap alan...


"bagaimana... kalau.. ee aku.. suapin kamu " ucap alin begitu gugup mengatakannya .


Alan hanya mengangguk dan tersenyum padanya... sepertinya dia sengaja melakukan itu .. agar supaya bisa di suapin oleh alin.


Alin kemudian duduk disamping nya, secara perlahan menyuapi alan yang terus memandangnya


setelah beberapa lama alin menyuapinya, akhirnya selesai juga. dan memberikan obat kepada alan


"kamu istirahat ya.... aku keluar dulu" ucap alin yang langsung berdiri dan tak berani menatap alan


"tunggu" cegah alan menghentikan langkah alin


Alin berbalik menghadap dirinya . dan melihat alan sedang mengambil sebuah kertas dan pulpoin


"untuk apa?" tanyanya ketika menyodorkannya pada alin


"kamu masih ingatkan? perjanjian kita?" tanya alan


"aku akan membantu mu asalkan kamu menandatangani kontrak ini" lanjutnya yang melihat alin masih terdiam


"bahkan tadi pagi kayaknya aku dengar, kamu..."


"ok ok... aku tanda tangani" potong alin


"tapi aku juga punya 3 syarat sama kamu" lanjut alin


"katakan" ucap alan


"pertama... Aku mau kebebasan" ucap alin


"kedua?"


"yang ke dua.. kamu tidak akan membatasiku berhubungan dengan siapapun" ucap alin


" asalkan itu perempuan aku tidak masalah.. yang ketiga "


"yang ketiga... eee itu aku... kamu... "


"kamu?" tanya alan yang bingung dengan alin yang terlihat gugup


"kamu jangan pernah sentuh aku " ucap alin memberanikan diri


Alan tersenyum mendengar permintaan terakhir dari alin


"itu bisa di pertimbangkan, yang punya hak penuh atas kontrak itu adalah aku... kamu tidak bisa bernegoisasi terhadapku... 2 poin syarat yang kamu minta.. tidak masalah.. untuk yangketiga itu tergantung pada diriku " jelas alan...


"ya sudahlah.. demi ayah aku rela" bisik alin di dalam hatinya


tanpa berpikir panjang dan bahkan tanpa membacanya terlebih dahulu akhirnya alin menandatangani kontrak itu.


"sudah" ucap alin dan kembali menyodorkan kertas kertas itu


"kamu tidak mau membacanya terlebih dahulu?" tanya alan


"tidak usah... sekarang kamu bisa membantu ku bukan?" tanya alin


"tentu... tentu saja" ucapnya dan mengambil kembali kertas yang di berikan alin


"kamu istirahat dulu... aku pergi sekarang" ucap alin dan bergegas keluar dari kamar itu


Melihat kontrak di tangannya yang sudah di tanda tangani oleh wanita yang akhir akhir ini di incarnya. alan merasa senang, dia tidak usah lagi repot repot harus memaksanya tetapi dia sendiri yang menyetujuinya.


setelah meminum obat, alan merasa ngantuk dam kemudian dia pun tertidur pulas.


*didapur*


"apakah tuan menghabiskan makanannya nona?" tanya bibi may ketika melihat Alin sudah kembali


"Iya bi" ucap alin dan menaruh peralatan makan yang di bawanya


"kalau begitu nona makan dulu " ucap bibi mai dan alin membalasnya dengan mengangguk kan kepalanya. kemudian bibi mai pergi dari hadapan alin untuk mengurus yang lainnya


"gimana lin?" tanya natalia yang menemaninya makan saat itu


"akan sudah memikirkannya dan mencoba menerimanya" ucap alin


"bagus lah" ucap natalia dan melanjutkan makanan mereka


kring kring kring....


Alin meraih teleponnya di saku bajunya. dan melihat ada sebuah panggilan, tapi alin tak mengenali nomornya


"Hallo" sapa alin ketika sudah menerima panggilan itu


"siapa?" tanya natalia dengan nada berbisik


Alin hanya menggelengkan kepalanya


"Hallo alin.. ini aku...." ucap suara dari kejauhan


..................................................


"ee jam berapa?" tanya alin


......


"ah ok.. di cafe lentera nanti malam..... baiklah kalau begitu" ucap alin dan mematikan teleponnya


"Ada apa lin?" tanya natalia penasaran ketika alin terus tersenyum setelah mematikan panggilan dari jordan


"ah tidak apa apa.. aku sudah selesai makannya" ucap alin


"Nat habis ini kita pulang yuk " ajak alin


"Iya.. kita harus pulang.." ucap natalia


kamu beres beres dulu nanti aku yang pamit sama alan" ucap alin langsung pergi dari meja makan


ketika alin pergi ke kamar alan, terlihat dia sudah tertidur lelap. alin enggan yang mau membangunkan nya. dia memutuskan untuk tidak membangunkan nya.


akhirnya dia turun ke bawah setelah beres beres barangnya. dan menemui bibi mai bersamaan dengan natalia


"bibi kami pamit dulu ya" ucap alin


"salam sama alan makasih untuk semalam" lanjut natalia


"besok aku datang lagi kesini untuk merawatnya" ucap alin


"Iya nona sekalian. saya juga berterima kasih sudah mau menjaga tuan saya" jawab bibi mai


"itu sudah tanggung jawab ku bi" ucap alin


"kalau begitu saya pamit pulang dulu" pamit natalia


"biarkan supir mengantar nona" ucap bibi mai


"terima kasih bi" ucap mereka bersua bersamaan. bibi mai hanya mengangguk dan mengantar mereka ke depan untuk meminta supir mengantar mereka


setelah didalam mobil mereka melambai pada bibi mai dan mobil itu melaju meninggal kan villa yang megah itu.


"kamu mau ketemu sama jordan?" tanya. natalia


Alin tidak menjawabnya.. dia hanya tersenyum pada natalia


"lin.. kamu ingat.. kamu sudah setuju dengan alan, bagaimana kalau dia sampai tau kamu bertemu dengan jordan" ucap natalia


"bisa di bilang ini pertemuan terakhir ku dengan jordan aku ingin menyampaikan selamat tinggal padanya" ucap alin terdengar sendu ketika mengatakannya


"ku harap hanya seperti itu" ucap natalia


"aku tau kamu tidak ada perasaan sama sekali dengan alan... tapi kamu harus mencoba menerimanya mulai saat ini" ucap natalia begitu tegas


"Iya nat" jawab alin


mobil terus melaju menyusuri jalanan. dalam sekejap suasana di dalam mobil itu hening mereka berdua hanyut dalam perasaannya masing masing


Akhirnya mobil itu berhenti di depan rumahnya. mereka berdua turun dan berterima kasih kepada supir yang bersedia mengantarnya


"sama sama nona.. itu sudah kewajiban saya. kalau begitu saya pamit undur diri dulu " ucapnya. alin dan natalia mengangguk dan melihat mobil itu melaju menjauh dari mereka


"perasaan cuma semalam tidak disini.. tapi sudah sangat lama" ucap natalia


"lebay" ucap alin dan memukul bokong natalia


"Alin.... berani kamu ya" teriak natalia ketika alin berlari menjauhi nya....


Alin berlari ke kamarnya. sesegera mungkin membersihkan kembali badannya di dalam kamar mandi. berendam cukup lama. merasakan dinginnya air yang menyegarkan tubuhnya


setelah selesai mandi dia memilih pakaian yang akan di kenakannya untuk menemui jordan. cukup lama alin memilih milih pakai nya sehingga baju baju itu berserakan di kamarnya


"Naaaat" panggil alin


"Iya ada apa?" teriak natalia yang sedang bersantai di depan televisi


"cepat kesini" teriak alin


"ok ok. aku kesana" ucap natalia setelah mematikan televisinya


Natalia masuk ke dalam kamar alin. dan dia terkejut melihat kamarnya yang berantakan dengan baju bajunya


"Apa apaan ini alin... kenapa bajuku berserakan seperti ini" ucap Natalia


"kamu pulihkan aku datu set baju untuk aku kenakan nanti malam" ucap alin


Natalia terlihat sedang berpikir untuk memilihkan baju untuk alin...


"sebenarnya kamu mau mengenakan apa saja tetap terlihat cocok sama kamu alin" ucap natalia


"benarkah?" tanya alin


"Iya benar... coba aku pilihkan satu untuk kamu" ucap natalia dan kembali melihat lihat baju yang berserakan itu


"emm coba kamu pakai yang ini" ucapnya menyodorkan baju padanya ketika selesai memilih salah satu baju untuknya


"emm ok aku coba yang ini" ucap alin dan masuk ke dalam kamar mandinya untuk mencoba baju yang di berikan natalia