
saat itu jam tangannya sudah menunjuk jam 18.00. senja sudah mulai menghilang dan di gantikan dengan terangnya rembulan yang terlihat redup. mobil terus melaju di bawa sinar bulan dan bintang.. menyusuri kota menuju suatu tempat
mobil itu berhenti di depan cafe. cafe dengan suasana yang sangat anggun... jordan membukakan pintu mobil untuk alin, menyodorkan telapak tangannya pada alin yang bersiap untuk turun... sebelum turun alin sempat berpikir dan akhirnya meraih tangan jordan yang menuntunnya masuk kedalam cafe tersebut
jordan memilih tempat duduk yang jauh dari keramaian.. tempat itu sangat romantis, dibawah sinar rembulan dengan lampu yang redup dan dibawah alunan melodi cafe seperti khusus memang di mainkan untuk mereka berdua
"kenapa jordan mengajak ku kesini?" tanya alin pada dirinya sendiri ketika jordan mempersilahkan dia untuk duduk
mereka berdua duduk berhadapan di bawah tempat yang sangat romantis itu.. layaknya sebuah pasangan bahagia yang mampu membuat semua mata yang melihatnya iri pada mereka
"jordan" tanya alin yang masih bingung dengan suasana itu
"Iya?" jawab alan seperti biasa sangat lembut padanya
"kamu... ada apa membawaku kemari?" tanya alin masih terlihat sangat gugup dengan suasana yang begitu indah di depannya
"kamu tunggu saja ya" ucap jordan dengan tersenyum padanya
jordan memanggil pelayan disana dan mereka membawakan beberapa makanan yang sangat indah. ada sebuah daging yang terlihat sangat enak dengan bentuk hati dan beberapa variasi lain yang menambah makanan itu menjadi elegan dan cantik. makanan itu disuguhkan pada alin
"apa maksudnya ini" ucap alin di dalam hatinya dengan perasaan yang di campur aduk
beberapa saat kemudia datang lagi salah satu pelayan yang membawa buket bunga mawar dengan ukuran cukup besar yang membuat alin harus memeluknya ketika dia menerimanya dari pelayan cafe tersebut
"Jordan apa maksudnya ini semua " tanya alin yang terlihat gugup
Jordan berdiri menghampiri alin dan duduk berjongkok dibawah alin yang tengah duduk di depannya. perlahan jordan meraih tangan alin yang sedang memeluk buket di pelukannya
"Aku mau ngomong sesuatu sama kamu alin" ucapnya ketika dia berhasil menggenggam jemari alin.
Alin membiarkan nya menggenggam jemarinya.. mendengarkan setiap butir kata yang di ucapkan olehnya
"♡entah sejak kapan perasaan ini tiba tiba muncul di hatiku. sejak pertama kali melihat mu aku sudah mulai tertarik padamu. sampai akhirnya beberapa kali pertemuan itu membuatku semakin yakin tentang perasaanku padamu♡ sampai beberapa hari yang lalu ketika aku pergi keluar kota.. aku tidak tau apa yang aku khawatirkan hanya saja hatiku terus gelisah ketika memikirkan mu dan meyakinkan diriku sendiri untuk tidak terlalu lama memendam perasaan ku padamu.. aku mau menjaga mu.. yang siap melindungi mu dari segala hal.. yang tak akan membiarkan air matamu mengalir.. aku akan senantiasa selalu memberikan kebahagiaan padamu, dan aku harap.. perasaanku juga terbalas kan oleh mu♡" ucapnya
setiap kata katanya membuat alin tak mampu mengatakan apapun. perasaan yang selama ini yang dia nantikan. perasaan yang akhirnya terbalaskan adalah hal yang paling indah baginya. tapi apalah arti dari semua perasaan yang terungkap itu padanya.. jika alin pun tak mampu membalas perasaan itu
"sudah terlambat jordan" pikirnya didalam hati sambil menahan air matanya yang hampir mengalir
"♡aku mohon.. izinkan aku menjaga hatimu♡" lanjut jordan dengan mencium tangan alin dengan sangat lembut
kehangatan dari ciuman di tangan alin .. hembusan nafas jordan merasuk kedalam pori pori tangannya membuat diri alin tak mampu menahan air matanya lagi. air matanya perlahan mengalir di putih nya
Melihat air mata mengalir di pipi alin.. jordan menggelengkan kepalanya mengartikan agar alin tak meneteskan air matanya lagi, jordan meraih wajah cantik di hadapannya. mengelap air matanya yang tak henti mengalir di wajah cantik tersebut
"Jordan... tapi aku..." ucap alin yang di hentikan dengan jari telunjuk jordan yang menyentuh bibirnya. mengartikan tidak memperbolehkan dia untuk segera menjawabnya
ada perasaan takut di hati jordan. perasaan yang membuat hatinya gusar, dia ragu kepada wanita di depannya. ragu akan wanita yang di cintanya tak bersedia menerima permintaan hatinya
"kamu jangan buru buru jawab dulu ya.. kamu pikirkan baik baik.. aku akan sabar menunggu jawaban dari kamu" ucap jordan yang terus melihat kegusaran di wajah alin
"Aku ada sesuatu untuk kamu" ucap jordan untuk mencairkan suasana disana
"sesuatu apa?" tanya alin
Jordan berdiri dari sisi jongkoknya meraih sesuatu dari buket yang sedari tadi alin pegang
dan tanpa dia sadari bunga yang sedari tadi dia pegang terdapat cincin yang tersimpan di dalam salah satu tumpukan bunga itu. jordan mengambil cincin itu yang kemudian alin mengikutinya berdiri di samping meja makan di cafe tersebut
Jordan hendak memasangkan cincin itu di jemari tangan alin...
"sssstttt kamu pakai ya" potong jordan menghentikan ucapan alin yang akhirnya cincin yang begitu indah itu melingkar di jari manis nya
sekali lagi air matanya tak dapat ia bendung
"asal kamu tau jordan.. aku sangat bahagia akan pengakuan perasaanmu terhadapku.. ini adalah hal yang paling romantis dan yang paling indah yang pernah aku dapat kan selama ini" ucapnya didalam hati
dengan segenap perasaannya jordan meraih wanita di hadapannya.. merangkulnya ke dalam pelukannya
*villa alan jackson*
Alan perlahan membuka matanya. dan melihat sinar matahari sudah berganti malam dengan sinar rembulannya yang begitu indah
"sudah berapa lama aku tertidur" tanyanya pada dirinya sendiri
dia beranjak dari tempat tidurnya. membersihkan dirinya di kamar mandi..
setelah beberapa lama membersihkan diri di kamar mandi dia keluar dari kamarnya melihat lihat sekeliling disana
"kemana perginya wanita itu" tanya alan ketika mendapati sudah tidak ada siapa siapa di villa nya selain dia dan para pelayannya
"bi ... kemana nona alin dan temannya?" tanya alan ketika melihat bibi mai lewat
"nona pergi setelah menerima telepon dari seseorang tuan" ucap bibi mai
"telepon dari seseorang? siapa?" tanya alan
"kurang tau tuan.. tapi kalau tidak salah dengar.. nona alin menyebut tuan jordan di dalam panggilannya " jelas bibi mai
"jordan?" tanya alan dengan raut wajahnya yang berubah. tangannya mengepal seakan akan dia ingin memukul seseorang
"iya tuan" jawab bibi mai
Alan langsung pergi dari tempat itu menuju kamarnya. Alan dengan tergesa gesa mengambil teleponnya untuk melepon jimmy.
"jimmy cepat cari tau dimana alin dan jordan sekarang berada " ucap alan ketika jimmy menerima panggilannya
"bukannya jordan masih di luar kota?" tanya jimmy
"cepat cari tau keberadaan mereka" ucap alan dengan membentak jimmy di telepon itu
"eeee.. iya iya" ucap jimmy yang langsung terputus dengan panggilan itu
"entah apa lagi yang alin lakukan dengan jordan... sehingga membuat alan marah lagi" ucap jimmy dengan segera mencari tau keberadaan alin
disisi lain alan terus menunggu kabar dari jimmy, menunggu dengan tidak sabar
"hanya sebentar dia sudah berani pergi dengan pria lain" ucap alan dengan memukul kan tangannya yang mengepal ke tembok di dekat tempat dia berdiri. di sekitar jarinya berdarah, luka yang semalam belum sembuh ditambah dengan lukanya sekarang
"harus aku beri dia pelajaran agar dia tau apa akibatnya keluar dengan pria lain" ucap alan sambil menunggu kabar dari jimmy
selang beberapa menit dia menerima panggilan dari jimmy
"gimana?" tanya alan
"aku dengar dia ada di cafe lentera di pusat kota " jawab jimmy
Alan langsung mematikan teleponnya dengan tergesa gesa. dia berjalan dengan wajah muramnya menuju mobil di halaman villanya
dengan kecepatan tinggi dia mengendarai mobilnya. tanpa ada keraguan di hatinya dia terus mengendarai mobil itu menuju tempat yang di kasih oleh jimmy