Last Night With You

Last Night With You
Bab 26



kriing...


"Hallo alan?" tanya alin ketika mendapati panggilan telepon darinya


"Aku tunggu kamu di bawah. aku di parkiran" kata alan


"kamu sudah siap kan?" tanyanya


"eemm iya aku sudah siap. aku kesana sekarang" balas alin


"ok" ucapnya dan memutuskan panggilannya


Alin melangkah pergi dari apartemennya menuju parkiran. disana alin menemukan mobil alan masih terparkir di sudut tempat itu. Alin mendekati mobil tersebut kemudian kaca mobil belakang perlahan terbuka. muncullah wajah alan di dalam mobil.


Alan memandangi alin dari bawah ke atas dan dari atas kebawah berulang kali. dia merasa takjub dengan penampilan alin. ini untuk yang kedua kalinya alan melihat penampilannya yang begitu sempurna. dan yang lebih sempurna lagi saat ini dia menjadi pasangannya. gaun warna navi saat itu sangat cocok untuk alin. dengan kerlap kerlip manik manik di gaunnya menggambarkan bintang bintang di langit gelap. dengan rambut yang terurai menambah kecantikan dirinya. riasan wajah yang tak terlalu tebal membuat dirinya terlihat sangat natural


"benar benar sempurna " batin alan masih takjub dengan pemandangan di matanya


"hei.. gimana penampilanku?" tanya alin penasaran karena alan terus memandangnya


"eemm lumayan... ayo masuk" ucap alan


yang kemudian alin masuk ke dalam mobil itu


akhirnya mobil itu meninggalkan parkiran di area apartemen itu. melaju dengan kecepatan sedang dalam gelapnya malam yang berbintang. saat itu bulan tak menampak kan wujudnya. hanya malam yang di temani bintang bintang dengan cahayanya saat itu. di bawah gelapnya malam alan masih terlihat sangat memepesona apalagi ada gadis cantik yang menemaninya.


mobil itu terus menyusuri jalanan kota tersebut. sampai akhirnya mobil itu berhenti di sebuah hotel bintang lima.


"disini tempatnya?" tanya alin ketika keluar dari mobil dan berdiri berdampingan dengan alan


"iya.. kenapa? apa kamu gugup?" tanya alan


"sedikit" balasnya


Alan meraih tangan alin dan melingkarkan ke tangannya


"ga usah gugup. kamu tenang saja, kan masih ada aku" ucap alan dan tersenyum padanya


Alin membalas senyumannya dan mengangguk pada alan


"ayo masuk" ucap alan dan menuntun alin masuk ke dalam hotel yang sedang mengadakan perjamuan saat itu


"wah itu bukannya CEO entertainment grup. perusahaan terkemuka di kota kita" bisik seseorang di tempat itu ketika alan memasuki tempat acara tersebut


"waaah iya. pria yang masuk dalam kategori suami paling di minati di kota ini" balas salah satu dari wanita disana


"tapi siapa wanita itu? dia menggandeng sang CEO... beruntung sekali dia" lagi lagi balas dari salah satu dari mereka


mendengar bisik bisik mereka semua. Alin semakin merasa sangat gugup.


"pria ini... selalu saja menarik perhatian semua orang" batin alin


ketika alan menghentikan langkahnya dia menemui beberapa teman bisnis dari sang presdir. dan alin melepaskan tangannya dari lengan alan


"wah alan wanita yang mana ini. cantik sekali" ucap salah satu temannya. seolah olah alan mempunyai banyak sekali wanita


"jangan sembarangan bicara kamu" pelotot alan pada temannya tersebut


"hahaha ok ok.."


" kamu ga mau memperkenalkan wanita cantik disamping mu ini?" tanya salah satu dari mereka


"oiya alin perkenalkan mereka teman teman dari bisnis ku. ini farel, yang ini marvel dan yang satu lagi fahmi" ucap alan memperkenalkan mereka semua


"Hai.. alin" ucap alin dan menjabat mereka semua satu persatu


"mereka semua penerus dari perusahaan perusahaan ternama juga disini " ucap alan


Alin hanya mengangguk mengartikan bahwa dirinya mendengarkan dan mengerti


"oiya alan.. kamu dapat dari mana wanita secantik dia ... ini pertama kalinya aku melihat kamu membawa wanita yang sangat cantik" ucap marvel yang sepertinya dia cukup playboy. pantas sih, marvel lebih unggul dari pada farel dan fahmi. mereka bertiga memang sama sama tampan hanya saja lebih membuat orang lebih tertarik pada si marvel. entah karena apa? tapi marvel seperti memiliki daya tarik tersendiri bagi dirinya


"hanya orang tampan seperti ku yang akan mendapatkan wanita secantik dia" gombal alan dan merangkul bahu alin. Alin tersenyum mendengar perkataan alan dan alan mengajak alin duduk bergabung dengan mereka


"ternyata dia bisa konyol juga ketika bersama teman temannya" batin alin ketika melihat mereka semua tertawa bahagia


"oiya kayaknya ada yang kurang" ucap fahmi


"iya.. jimmy dimana lan?" tanya farel


"dia kan biasanya barengan terus sama kamu" balas marvel


"sebentar lagi dia sampai" ucap alan dan mengambil minuman anggur dan meminumnya


"Natalia.. kamu juga disini?" tanya alin ketika mereka berdua sampai di dekatnya


"iya lin. dia ngajak aku kesini" bisik natalia pada alin


"kalian bareng wanitanya masing masing. ga seru ah" ucap marvel


"wanita mu mana? biasanya kan kalian selalu di kelilingi wanita wanita cantik" ucap jimmy


"oiya kita lupa sama wanita wanita kita... sebentar" ucap marvel dan menjentik kan jarinya. setelah beberapa menit wanita wanita mulai mengerumuni mereka bertiga


"dasar pencinta wanita" ucap jimmy sedangkan alan tidak peduli dengan mereka. dia sibuk dengan minuman di tangannya


"kamu juga gitu kan jim. kemana wanita wanita mu yang dulu?" tanya farel


"itu dulu. sekarang aku fokus pada satu orang" ucap jimmy dan melirik ke arah natalia. mereka berdua saling tersenyum. mendengar perkataan jimmy alin merasa natalia sudah menemukan sandaran untuk hatinya. Alin ikut bahagia untuk sahabatnya, sekarang tinggal dirinya yang masih belum sepenuhnya menerima sosok yang selalu ada disampingnya. tapi biar bagaimanapun alin sudah bertekad untuk menerima alan sepenuhnya


tanpa mereka sadari ada seseorang yang tengah melangkah pada mereka.


"Hai Alan" ucapnya seorang wanita berdiri tepat di depan alan


wanita yang sangat cantik dan sexi. riasan wajah postur tubuh bahkan gaunnya yang di pakai waktu itu sangat sempurna pada dirinya


"wah bukankah ini artis terkenal baru baru ini yang sedang naik daun" ucap marvel yang tak terlalu tertarik dengan wanita cantik di depan alan. dia masih sangat sibuk dengan wanita wanitanya


"ya.. dia si manis aurel" jawab farel yang juga sibuk dengan wanitanya


"waah ternyata aku begitu terkenal ya" ucap wanita yang bernama aurel itu dengan sangat genit


"ya siapa yang tidak tau dengan wanita secantik kamu" balas farel


"iya kan lan?" lanjutnya


"heh" balas alan yang mengacuhkan wanita tersebut. Alan acuh tak acuh pada wanita tersebut


"Alan... kita sudah lama tidak bertemu. apa kamu tidak kangen padaku?" ucap aurel dan mendorong alin yang saat itu berada disamping alan membuatnya berdiri dan duduk di dekat natalia


"siapa sih wanita itu. genit banget deh " bisik natalia


"sudahlah" ucap alin


Alin terus melihat Alan yang saat itu terus di goda oleh wanita yang bernama aurel itu. terlihat alan sangat cuek padanya bahkan hampir tak menghiraukan dirinya


hingga sampai akhirnya alan merasa tak sabar dengan tingkah aurel


"Alin" panggil alan


"ah iya" jawab alin


"kesini" perintah alan


"aku?" tanya alin


"siapa lagi" jawaban nya merasa sudah sangat tidak sabar dengan tingkah aurel


"tapi kan..."


"aku paling tidak suka mengulangi perkataan ku" potong alan


Alin tak menjawab perkataan alan dan masih duduk diam disamping natalia. dia masih merasa sangat enggan untuk menghampirinya. sedangkan di samping dirinya masih ada wanita cantik itu di dekatnya


"Alan siapa wanita itu?" tanya aurel merasa sangat kesal karena alan terus menyuruhnya untuk menghampirinya


"Alin.. cepat kesini, jika kamu tidak cepat kesini jangan salahkan aku..."


tanpa berpikir panjang alin berdiri dan menghampiri alan ketika sudah sampai di depannya alin terdiam. tempat duduknya saat itu hanya cukup dua orang dia bingung harus duduk di sebelah mana


ketika alan menyadari kebingungan alin saat itu dia meraih tangannya dan menarik tubuh alin untuk duduk di pangkuannya.


"Alan apa yang kamu lakuin, banyak orang disini " bisik alin


"kamu diam" balas alan


"aurel kamu ingin tau kan ini siapa? dia kekasihku kekasih dari alan jackson" ucap alan dan mencium alin di depan teman temannya


"Apa? kekasih mu? bagaimana mungkin alan. yang seharusnya menjadi wanita mu hanyalah aku" ucap aurel ketika melihat alan terus mencium alin di depannya


"tapi yang aku cintai hanya dia. bukan kamu" jawab alan. Alin hanya diam saja dan semua teman teman alan yang ada disana juga tidak ada yang berbicara


"seharusnya aku yang menjadi pasangan alan. liat saja kamu alin. aku tidak akan membiarkan mu dengan mudah mendapatkan alan" batin aurel. Aurel merasa kesal dengan alin dan pergi dari mereka membawa kekesalan di dalam dirinya