Last Night With You

Last Night With You
Bab 27



Malam semakin larut.. setelah perjamuan yang dihadiri alan selesai. mereka bergegas untuk pulang ke apartemen


kejadian alan yang mencium alin di depan teman temannya masih sangat jelas dipikiran alin


"kamu mikirin apa?" tanya alan


"aah... tidak ada" jawab alin


mobil sudah melaju jauh dari tempat mereka mendatangi perjamuan tersebut.


"Alan" panggil alin yang saat itu dia duduk di samping dirinya


"iya?" balas alan


"aurel... cantik ya" ucap alin


ketika mendengar ucapan alin.. alan mengangkat alisnya dia bingung kenapa alin membicarakan aurel wanita yang selama ini terus menggodanya


"kenapa?" tanya alan penasaran


"dia cantik... sepertinya dia juga cocok sama kamu" lanjut alin. sedangkan alan masih menyimak dan mendengarkan


"kenapa kamu tidak sama dia aja?" lanjutnya sekali lagi


Alan cekikikan mendengar penuturan dari alin. dia tau, meskipun alin tidak terlalu menghiraukan dirinya. sebenarnya jauh di dasar lubuk hatinya yang paling dalam. ada alan yang menempati suatu tempat disana


"kamu... kenapa tertawa?" tanya alin merasa jengkel padanya


"uupps ok.. jawabannya simple sayang (mendekat kan wajahnya pada wajah alin) karena aku hanya tertarik sama kamu. bukan sama dia" bisiknya tepat di depan wajah alin


Alin langsung memalingkan wajah nya. melihat ke arah luar jendela. dia tak ingin alan melihat wajahnya yang memerah. dia tidak ingin alan mengetahui bahwa hatinya sedikit demi sedikit sudah mulai tergerak


Alan tersenyum melihat alin begitu tersipu mendengar perkataannya. tidak seperti beberapa minggu yang lalu. bagaimana alin begitu ingin kabur dari sisinya. bagaimana alin menolak untuk bersamanya. orang yang sama itu seakan telah berubah sangat banyak. meskipun tak mengatakannya, Alin terus memperhatikan alan setiap harinya. menunjukan betapa pedulinya alin pada dirinya


"Alin.. bibirmu sangat manis" bisik alan pada telinga alin yang masih menoleh ke arah luar jendela mobil


"kamu... kamu bagaimana bisa begitu tidak tau malu" ucap alin dengan wajah yang sangat memerah. dia merasa sangat malu dengan perkataan alan. melihat alin yang seperti itu, dia semakin ingin terus menggodanya


ketika sampai di apartemen alan. Alin langsung merebahkan tubuhnya di sofa


"kenapa? kamu capek?" tanya alan dan duduk disamping alin


"heemmm" jawab alin


"kamu buruan tidur. besok sudah harus ke kantor" ucapnya dengan membelai rambut alin yang sudah berantakan


Alin mengangguk dan beranjak menuju kamar milik alan. ups sudah bukan milik alan saja, lebih tepatnya sudah menjadi milik mereka berdua. 😂😂😂


Alin mengganti gaunnya dengan baju tidur miliknya yang sangat tipis sedangkan alan masih membersihkan dirinya di kamar mandi. Alin berbaring terlebih dahulu di tempat tidur. tapi matanya tak mau terpejam, Alin masih takut alan bakal melakukan hal hal di luar kendalinya. Alin membungkus dirinya di dalam selimut dan mencoba untuk memejamkan matanya untuk tidur.


setelah beberapa menit Alin mendengar langkah kaki dari belakang tubuhnya yang mendekat ke arahnya


"dia sudah keluar.. bagaimana ini" batin alin semakin mengencangkan selimut di genggamannya


"sudah tidur?" tanya alan yang masih mencoba menggosok gosok rambutnya dengan handuk


Alin tak menjawab dan pura pura memejamkan matanya. alan semakin mendekat dan membelai wajah alin.


"selamat malam" ucapnya dan mencium kening alin


Alin tetap saja tak bergeming. namun jantungnya seakan akan hendak melompat keluar. baginya ini pertama kalinya alan berbuat seperti itu terhadapnya. tapi tanpa dia ketahui setiap malam sebelum dia tidur akan melakukan hal yang sama.


Saat alan beranjak Alin merasa tenang , dia takut alan akan mengetahuinya bahwa dia pura pura tertidur. Alan memang beranjak dari duduknya tetapi dia membaringkan tubuhnya tepat di samping tubuh alin. Alan juga masuk ke dalam selimut dan secara perlahan memeluk alin dengan sangat hati hati, karena dia tak mau membangunkan wanita di pelukannya


"bagaimana aku bisa tidur.. sedangkan dadaku berdegup kencang seperti ini" batin alin


"selamat malam juga alan" batinnya


mereka berdua tertidur walaupun alin sulit untuk membuat dirinya terlelap. mau tidak mau dia harus tidur karena besok dia mau bekerja.


Malam terus berjalan hingga malam gelap itu tergantikan pagi dengan sinar mentari yang masih hangat


Alin tertidur sangat pulas sampai akhirnya dia membuka matanya perlahan. dia samar samar melihat wajah yang sangat tak asing di depannya.


"kayaknya kamu masih belum puas memeluk tubuhku" ucap alan yang sedari tadi menunggu alin bangun dan melepas pelukannya


Alin menggeliat karena dia masih belum sadar sepenuhnya. saat dia sudah hampir sadar dia mendapati dirinya sedang memeluk alan dengan sangat kencang.


"aaaah" kaget alin


"kenapa pagi pagi kamu selalu teriak? padahal kan aku yang di peluk sama kamu" ucap alan menyentuh telinganya yang hampir setiap pagi di teriaki oleh alin.


"kamu.. aku... kenapa bisa memeluk kamu" ucap alin gugup


"mau bagaimana lagi.. kamu tidur seperti kebo jadi tidak tau yang kamu peluk orang apa bantal. aku hampir tak bisa bernafas" ledek alan sambil cekikikan


"kamuuuuuu...." teriak alin dan melempar bantal pada alan


"aku mau mandi" ucap alin dan beranjak dari tempat tidurnya


sebelum Alin sepenuhnya beranjak Alan menarik tangannya ke atas tubuh alan yang sudah berbaring.


"kamu.. kamu mau ngapain?" tanya alin ketika berada dia atas tubuh alan. alan memeluk tubuh alin sedangkan alin terus bergerak di atas tubuhnya


Alin merasakan sesuatu di bawah tubuhnya bergerak saat alin menyadari hal itu dia diam seketika.


"sekarang kamu mau diam?" tanya alan yang sudah tak bisa menahannya lagi


"makanya cepat lepas kan aku" ucap alin dan mencoba lagi untuk melepaskan pelukan alan


"sekali lagi kamu bergerak... percaya aku akan melakukannya pagi ini" ancam alan membuat alin sekali lagi menurut pada ucapan alan


"kamu mau mandi?" tanya alan dan alin hanya mengangguk kan kepalanya


"aku temenin ya" goda alan


Alin tak menjawab hanya menggelengkan kepalanya dengan sangat cepat...


"kamu ga mau? yah kita akan telat ke kantor " goda alan sekali lagi..


"makanya kamu cepat lepaskan aku" teriak alan


"ok aku akan lepaskan kamu.. tapi satu syarat" ucapnya dan menunjuk jarinya ke arah bibirnya


"apa? jangan becanda deh" ucap alin


"ya sudah terpaksa kita akan terlambat ke kantor. padahal hari ini ada meeting dengan klien penting" ucap alan dan tak mau melepas kan pelukannya


Alin menelan ludah dan masih berpikir apa dia harus menciumnya. sedangkan hari ini adalah hari pertamanya bekerja sebagai pegawai magang di kantor alan jackson. Alin tak pernah hal itu. dia teringat pada ibunya ketika masih kecil ibunya sering menciumnya di pagi hari


"selamat pagi sayang" ucap ibunya di dalam pikiran alin yang selalu mencium dirinya ketika dia masih kecil


"selamat pagi alan" ucap alin dan dengan lembut Alin mencium bibir alan yang berwarna merah delima yang sangat menggoda. bibir alan sangat sexi persis dengan bibir wanita. dengan wajah putih tampannya, bibirnya membuat dirinya lebih sempurna


setelah mencium alan, alin langsung beranjak dari tubuh alan dan lari ke kamar mandi. alan yang masih tak bergeming, wajahnya memerah karena ciuman yang sesaat itu. Alan menyentuh bibirnya dan tersenyum


"selamat pagi juga alin" gumamnya yang membuat wajahnya semakin memerah karena bahagia