Last Night With You

Last Night With You
Bab 34



braakk...


suara kursi yang sengaja di tendang oleh alan. tanpa mengucapkan sepatah katapun Alan meninggalkan restoran itu.


"aah maaf.. sepertinya CEO kami tidak melakukannya dengan sengaja" jelas jimmy dan presedir reno juga tidak menyalahkannya


"kalau begitu kami juga ijin pamit" lanjut jimmy dan memberi isyarat pada alin


"kurasa lain kali saja.. nanti malam masih ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan" ucap alin.. seperti dia sudah merasa bahwa alan sedang marah padanya


"tidak masalah.. aku menunggu kabar baik dari mu" ucap reno dan alin tersenyum padanya lalu mengikuti jimmy meninggalkan restoran menuju mobil yang sudah menunggu mereka


selama perjalanan pulang tak ada satu pun yang berani membuka mulu mereka. hening tak bersuara, suasana seakan akan sangat mencekam


"wajahnya sangat muram.. kenapa dia?" batin alin


tak hanya muram.. aura dingin seakan akan menyelimuti wajahnya


"aduuuh lagi lagi alin membuat marah gunung es ini" batin jimmy ketika melihat wajah alam di kaca mobil.


"Alan kita kembali ke kantor ap.."


"apartemen" jawabnya singkat bahkan memotong perkataan jimmy yang belum selesai


jimmy tak menjawab... padahal dia berniat untuk mencairkan suasana.. sekarang suasana malah semakin dingin


"Alin kamu mau kembali ke kantor apa mau balik juga ke apartemen?" tanya jimmy


"akuu.. ke kantor saja.. masih banyak dokumen yang harus aku pelajari" ucap alin dengan sangat hati hati agar tak membuat sang CEO marah..


*beberapa menit kemudian*


Braaaakkk


suara pintu mobil yang alan banting membuat semua yang masih ada di dalam mobil terkejut. Alan tak menghiraukan mereka, dia membawa pergi kekesalannya naik ke atas apartemennya


"Ada apa dengan dia jimmy?" tanya alin ketika mobil sudah melaju meninggalkan apartemen


"kamu tidak sadar dia lagi marah?" tanya jimmy balik


"marah? kenapa?" tanya alin penasaran


"Alin kamu beneran tidak sadar dia marah karena kamu?" tanya jimmy. yang semua percakapan mereka saling bertanya satu sama lain.


"karena aku? Kok bisa?" membuat alin semakin penasaran


"ya ampun alin... tadi semenjak membicarakan bisnis... kamu tidak fokus pada pekerjaan mu bukan? kamu dan presedir reno itu terus terusan saja saling memandang satu sama lain. dan itu kamu lakukan di hadapan alan. kamu tidak sadar sejak saat itu dia marah?" jelas jimmy


"Alin jujur saja... aku rasa alan beneran suka sama kamu" ucap jimmy


"suka? kurasa kamu salah jimmy.. hubungan kita hanya sebatas di atas kertas saja " jelas alin


"ya aku tau.. tapi aku rasa tidak sesederhana itu.. Alan mengikat mu dengan kontrak agar kamu tidak pergi dari sisinya.. dia tidak tau cara mempertahankan seorang wanita.. aku sudah kenal dia sangat lama.. meskipun dia selalu dingin bahkan terlihat kejam dan tak berperasaan. tapi jauh di dasar hatinya dia kesepian, dia membutuhkan seseorang yang dapat menghangatkan hatinya.. semenjak bertemu dengan mu, alan sudah banyak berubah" jelas jimmy panjang lebar


"benar nona" ucap pak supir yang ikut dalam pembicaraan mereka


"saya juga sudah lama bekerja dengan tuan... tapi tak pernah melihat tuan begitu peduli pada seorang wanita... bahkan mobil ini tak pernah membiarkan wanita manapun untuk menaikinya... selama ini hanya tuan dan tuan jimmy lah yang bisa menaikinya.. pernah dulu terjadi entah wanita dari mana menerobos masuk kedalam mobil tuan dan tuan langsung mengusir bahkan mengganti mobilnya...


tidak hanya membiarkan nona menaiki mobilnya bahkan tuan juga membawa nona ke dalam apartemen pribadinya yang tuan jimmy sekalipun tak di ijinkannya untuk tinggal... (sambil tertawa kecil) membiarkan nona merawat dirinya... setelah mengenal nona, tuan sekarang sudah sering terlihat tersenyum akhir akhir ini... banyak hal yang tak bisa saya jelaskan.. tapi kesimpulannya dapat di lihat bahwa nona adalah orang yang spesial di dalam hati tuan" jelas pak supir itu


setiap apa yang di dengar oleh alin. dia baru sadar bahwa alan benar benar memperhatikan dirinya... meskipun temperamen nya tidak jelas. dari penjelasan jimmy dan supirnya alin memang mendapatkan perlakuan khusus oleh alan


"tapi... kenapa aku?" tanya alin yang masih tak dapat percaya


"karena kamu itu berbeda alin... berbeda dari sekian banyaknya wanita yang selama ini mencoba untuk mendekatinya... kebanyakan wanita yang mendekatinya hanya mau mengambil keuntungan dari dirinya ... memanfaatkannya karena kekuasaannya... tak ada yang benar benar tulus padanya... tapi kamu? kamu bahkan tak tergoyahkan saat alan meminta mu untuk tinggal dengan mengandalkan kekuasaannya.. kamu malah tidak tertarik dengan semua hartanya... memilih untuk pergi dan melawannya sampai alan harus mengeluarkan kontrak yang baru bisa mengikat mu untuk terus berada disisinya" ucap jimmy mencoba menjelaskan pada alin agar dia mengerti perasaan yang sesungguhnya dari sahabatnya


"dia tidak akan berani mengungkapkan perasaannya... jadi aku hanya membantunya untuk memberitahukannya padamu.. agar selanjutnya kamu bisa lebih memahami dirinya... hanya kamu yang bisa mengubahnya alin" lanjut jimmy


selama perjalanan Alin diam saja tak mengatakan sepatah katapun.. Alin meresapi semua perkataan yang masuk dalam telinganya.. sedikit demi sedikit alin mulai merubah pikirannya tentang alan. Alin juga mengakui bahwa dirinya sering di perlakukan sangat spesial olehnya


"apakah dia marah padaku" batin alin


"aku akan menanyakannya ketika pulang kerja nantinya" lanjut alin


tak terasa mobil sudah berhenti di depan kantor. Alin segera bergegas ke dalam ruangannya berusaha secepat mungkin untuk menyelesaikan pekerjaannya agar tak pulang dengan terlambat. di dalam hatinya dia ingin meminta maaf dan berterima kasih pada alan atas semua perlakuannya selama ini..


Waktu terus berputar sore sudah berganti malam gelap berbintang saat itu... Alin sudah menyelesaikan pekerjaannya. dia bergegas membereskan mejanya dan berlari meninggalkan ruangannya. hingga sampai di pintu masuk kantor Natalia sudah menunggu dirinya


"Alin " sapa natalia dan melambaikan tangan padanya


"Natalia" gumam alin dan melangkah mendekati sahabatnya


"kamu kemana saja selama ini.. kamu tak pernah menghubungi ku bahkan aku tak pernah melihat batang hidung mu ini.. kamu tidak melupakan ku kan?" ucap natalia ketika alin sudah ada di dekatnya


"Banyak pekerjaan yang menunggu nat.. aku benar benar sibuk.. mana mungkin aku lupa pada sahabatku yang satu ini" ucap alin dan menarik hidung natalia


"aah alin sakit..." rengekny


"kamu kenapa menunggu ku disini?" tanya alin


"mau mengajak kamu makan.. sudah lama tidak makan sama kamu.. gimana kalau kita pergi ke restoran dimana tempat yang dulu sering kita kunjungi... tempatnya kan tidak jauh dari sini " ajak natalia


melihat natalia dengan penuh harap padanya. Alin tak bisa menolaknya, meskipun sebenarnya dia ingin segera kembali ke apartemen untuk menemui alan tapi dia juga sudah lama tidak pergi dengan natalia. jadi dia pikir untuk menemaninya makan walaupun hanya sebentar