Last Night With You

Last Night With You
Bab 36



Malam semakin larut dan alin tidak tau harus melangkahkan kakinya kemana lagi. jika pulang ke rumah ayahnya, ayahnya pasti khawatir melihat keadaannya sekarang. jika pergi ke rumah natalia.. lagi lagi dia akan merepotkannya...


keesokannya... Alan masih mengharapkan kepulangan dari alin.. tetapi sampai tiba saatnya matahari sudah meninggi, tak ada tanda tanda alin akan pulang.. Alan mencoba menghubunginya semalaman. tapi Hp alin berada di luar jangkauan.. dia tidak tau kemana alin pergi malam itu


sampai akhirnya alan memilih untuk pergi ke kantor.. tapi disana dia juga tidak mendapatkan alin.. Alan hanya mendapatkan meja kerja alin diruangannya sudah tidak ada.. pikirannya semakin kacau, dia khawatir alin akan benar benar pergi dari sisinya.. Alan menyadari kekejaman nya semalam pada alin


"Alan " panggil jimmy dan masuk dalam ruangannya... Alan hanya mengangkat kepala nya


"Alin memintaku untuk memindahkan ruangan kerjanya.. aku pikir kamu sudah menyetujuinya jadi aku langsung memindahkannya " ucap jimmy


"apa? dia meminta mu memindahkan tempat kerjanya ?" tanya alan kaget mendengar nama alin disebut oleh jimmy


"ya.. kamu tidak tau?" tanya jimmy dan alan menggelengkan kepalanya


"Oiya dia juga ijin untuk beberapa hari.. dia bilang dia tidak enak badan.. apa kamu juga tidak tau itu?" tanya jimmy dan alan sekali lagi terkejut


"dimana dia sekarang?" tanya alan


"bukannya dia sama kamu.. kenapa kamu tanya sama aku?" tanya balik dari jimmy


"kemarin dia memang masih bersamaku.. sampai tadi malam, dia tidak lagi bersamaku.. bahkan dia tidak menjawab panggilan ku.. dan malah meminta bantuan dan menghubungi mu" ucap alan frustasi


begitu sulit mendapatkannya agar tetap berada disisinya. kepercayaan yang dibangunnya dia malah menghancurkannya sendiri.


"sebenarnya ada apa alan.. kenapa alin meninggalkan kamu? bukan kah hubungan kalian baik baik saja" tanya jimmy begitu tidak mengerti dengan keadaan mereka


"Aku sangat marah.. marah sampai hari menyakitinya lagi.. aku tidak bisa melihat dia dengan pria lain.. bahkan sampai harus makan malam dengan sahabat masa kecilnya. aku benar benar marah sampai tak bisa mengendalikan diriku sendiri" jelas alan mengatakannya dengan sangat menyesal


"tunggu.. makan malam dengan sahabat masa kecilnya? presedir reno maksud kamu?" tanya jimmy penasaran. ketika alan yang tengah menunduk dan mengangguk kan kepalanya Jimmy benar benar terkejut.


"kamu salah paham padanya alan.. jelas jelas alin menolak ajakan makan malam dengan si Reno itu.. justru semalam natalia lah yang pergi makan malam dengannya" jelas jimmy buru buru


"maksud kamu? alin tidak pergi kan makan malam dengan Reno? tapi dengan natalia?" tanya alan memastikan dan dengan sangat serius jimmy mengangguk kan kepalanya


"sial" ucap alan dengan mengepalkan tangannya dan memukul meja di depannya


"kalau kamu benar benar mencintainya. kamu akan memberikan kepercayaan padanya. bukan malah selalu salah paham padanya. hati wanita benar benar rapuh alan.. tidak bisa terus menerus selalu kau sakiti.. apalagi alin.. dia sudah merubah pandangnya tentang mu.. dia berusaha memberikan sepenuh hatinya untukmu.. tapi apa yang kamu lakukan.. kamu menyakitinya terus menerus dan membiarkannya pergi.. kalau aku jadi alin.. apa aku masih akan kembali sama kamu? kurasa tidak.. sebaiknya kamu mencarinya jika kau memang masih mau bersamanya" ucap jimmy terlihat alan merenungkan perbuatannya. dia begitu menyesal


tak seharusnya dia menghina alin dengan tak berdasar


"cari dia secepatnya" ucap alan sudah hampir putus asa


"biarkan dulu dia menenangkan pikirannya untuk beberapa hari.. nanti aku akan mewakilkan kamu untuk bertemu dengan dia" ucap jimmy dan menepuk pundak alan


sudah dua hari.. semenjak malam itu, Alin masih belum kembali ke apartemen ataupun kembali bekerja. dan hampir setiap hari alan melampiaskan amarahnya kepada karyawan perusahaannya meskipun hanya kesalahan kecil alan tak melepaskan mereka. hanya dengan begitu alan mampu mengeluarkan semua kemarahannya karena tak bisa menemukan alin


"kamu kemana?" batin alan. setiap saat dia termenung di dalam kantornya.


"Alan.." panggil jimmy dan masuk ke dalam ruangannya. Alan tak merespon dia terus menyandarkan badannya yang penuh frustasi pada kursinya


"Aku sudah mengaturkan pertemuan alin denganmu di taman nasional hari ini. aku mengatakan pada alin. ada dokumen yang terkait dengan magangnya. itu kesempatan bagus buat kamu" ucap jimmy membangunkan alan yang sudah hampir tak bernyawa itu. wajahnya kembali cerah meskipun masih tak berekspresi tapi dapat dilihat dia begitu senang mendengarnya


"jam berapa?" tanya alan bersemangat. jimmy melirik jam tangannya


"seharusnya jam 4 sore dan sekarang susah jam 3.30" ucap jimmy tanpa mengatakan apa pun alan berlari keluar dari kantornya meninggalkan jimmy. dia senang akhirnya alan mendapatkan kembali penyemangatnya


"ku harap kamu bisa menggunakan kesempatan ini baik baik alan" gumam jimmy


Alan menginjak gas mobilnya. jarang jarang alan mengendarai sendiri mobilnya. dengan kecepatan tinggi alan melaju di jalan raya.. taman nasional dari kantornya cukup jauh. tidak tau kenapa jimmy malah meminta menemuinya disana.


"tunggu aku.. kali ini aku tidak akan membiarkan mu pergi lagi" batin alan


disisi lain.. Alin sudah sampai di taman nasional. dan mencari tempat duduk yang agak jauh dari keramaian.. karena sudah hampir memasuki musin dingin.. cuaca sudah mulaƬ dingin saat itu.. Alin menggunakan mantelnya yang cukup tebal demi melindunginya dari angin yang berhembus..


"kenapa jimmy memintaku bertemu disini? disini sangat dingin" gumam alin dan mendekap tangannya dalam pelukannya


"Jimmy kamu sudah sam...pai?" tanya alin menoleh kearah suara langkah yang barusan ia dengar.. matanya hampir tak percaya dengan yang di lihatnya


Alin berdiri ketika melihat alan yang datang menemuinya dan bukan jimmy


"kenapa kamu ada disini?" tanya alin masih dengan kebenciannya


"Alin.. aku mau bicara sama kamu" ucap alan


"kurasa sudah tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi.. semua sudah jelas.. masalah magang akan terus aku lanjutkan.. kamu tidak perlu khawatir" ucap alin


"kamu dengarkan dulu penjelasan ku'' ucap alan dan berusaha menggenggam tangannya


"maaf tuan saya sibuk" ucap alin dengan melepaskan genggaman alan dan berbalik untuk meninggal kan alan.


greeeeep...


"Aku mohon.. jangan tinggalkan aku"


tak sempat alin melangkah tubuhnya sudah berada dalam pelukan alan. Alan memeluknya dari belakang... memeluknya dengan erat seakan tak mau membiarkan wanita yang sangat di sayanginya berniat untuk meninggalkannya


"beri aku kesempatan" ucap alan dan mencium pundak alin


"kamu sudah memyia nyiakan kesempatanmu" ucap alin dan membiarkan alan memeluk tubuhnya.. biar bagaimanapun alin juga merindukan sosok alan. meskipun sering kali alan terus menyakitinya


"Aku tidak akan melakukannya lagi.. aku akan lebih percaya sama kamu.. aku benar benar sayang sama kamu alin"


kata kata yang selalu di nanti nanti oleh alin. perkataan yang begitu sederhana tapi tak pernah alan mengutarakannya.. Alin kembali menangis, dia tidak tau jalan pikir dari pria yang memeluknya


ketika mengingat kejadian malam itu.. malam dimana alan dengan begitu arogan menghina alin dengan perkataan yang sangat menyakitkan.. Alin memberontak hendak melepaskan pelukannya


"kamu jahat.. kamu selalu mempermainkan ku bagaimana aku bisa mempercayaimu... tidak alan aku takut tersakiti lagi.. aku sudah tidak mempercayai mu" ucap alin dan berusaha melepaskan pelukannya


"aku mohon tetaplah bersamaku.. berikan aku kesempatan alin.. kamu boleh memukulku.. kamu juga boleh menghina ku.. tapi aku mohon, tetap lah bersama ku" ucap alan. untuk pertama kalinya dia memohon pada seseorang. dan itu memang pantas untuknya memperjuangkan wanita yang di cintainya


Alin akhirnya diam tak bersuara.. tapi dengan gerakan tubuhnya alan tau bahwa alin masih terus menangis.. perlahan alan melepas pelukannya dan menghadapkan diri alin padanya


"kamu jahat" gumam alin dalam tangisnya dan memukul dada alan yang sudah ada di depannya..


"iya aku memang jahat.. pukul saja aku sepuasmu karena Aku memang tidak pantas untuk kamu.. tolong berikan aku kesempatan agar dapat mengubah diriku menjadi satu satunya pria yang pantas untukmu" ucap alan mencoba menenangkan alin yang masih terus mengatakan bahwa dirinya jahat.. Alan kembali memeluk alin


"kamu tak pernah percaya padaku" gumam alin dalam pelukan alan


"aku janji sama kamu.. mulai sekarang aku akan lebih mempercayaimu" ucap alan.. Alan sudah tidak lagi ingin melepaskan pelukannya. akhirnya Alin membalas pelukan alan, perlahan lahan alin juga mulai tenang dan tangisnya sudah tidak terdengar


"maaf kan aku" ucap alan ketika kedua tangannya memegang wajah cantik di hadapannya. Alan mengusap air matanya yang masih berjatuhan


"kamu mau memaafkan aku?" tanya alan pada wajah yang hanya berjarak beberapa cm saja dengannya.. alin tanpa ragu menganggukan kepalanya.. memberikan kembali kesempatan pada pria yang entah sejak kapan sudah mencuri hatinya.. Alan tersenyum dan mencium keningnya dengan sangat lembut


"aku mencintaimu alin" ucap alan ketika selesai mencium keningnya


Alin berhambur ke dalam pelukan alan dan alan membalas pelukannya dengan hangat..


"aku tak akan menyakiti mu lagi" ucapnya sangat jelas dan tanpa ragu.. untuk kedua kalinya alin kembali mempercayai alan. tanpa ragu alin mengangguk kan kepalanya dan menerima perasaan dari alan


"kembali ke apartemen dengan ku.. ok?" ucap alan ketika alin masih tak mau melepaskan pelukannya.


"hemmm"


"kamu sangat rindu padaku ya?" goda alan ketika hendak melepaskan pelukan alin dan alin malah lebih mengencangkan pelukannya


Alin tak menjawab dan hanya mengangguk kan kepalanya. Alan kembali membalas pelukannya


"aku juga merindukan mu wanita ku" ucapnya sekali lagi dan mencium rambut alin