Last Night With You

Last Night With You
Bab 3



keesokan paginya tepat sebum jam 08.00 Alin dan Natalia sudah ada di bandara internasional, ayahnya yang sedang mengantar kan Alin hanya bisa berharap putrinya baik baik saja selama jauh darinya


"sudah ayah, Alin bakal sesekali pulang jengukin ayah, ok!" sepanjang perjalanan menuju bandara tak henti hentinya Alin membujuk ayahnya, sampai akhirnya ayahnya menyerah dan membiarkan putrinya pergi


"yaudah aku sama Natalia mau masuk ke pesawat dulu, sudah waktunya Alin pergi ayah" sambil memeluk ayahnya tak terasa air mata Alin mengalir, dan secepatnya ia hapus tak ingin semakin membuat ayahnya khawatir


"hati hati disana" dengan melambai tangan pada Alin yang sudah menuju pesawat.


Sedangkan Alan yang sangat sibuk dengan urusan kantornya, dia hampir lupa dengan tugas yang ia berikan pada Jimmy, dan Jimmy pun tak mau mengganggu sang CEO karna terkait dengan urusan kantor


"Kupikir Alan lupa dengan apa yang dia suruh padaku" ucap Jimmy diruangannya yang sedang memegang beberapa kertas tentang informasi mengenai Alin


"Wanita didalam CCTV waktu itu yang keluar dari kamar Alan seharusnya wanita ini" gumamnya


Tak seberapa lama Alan akhirnya menelfon Jimmy


"Gimana tugas yang aku berikan?"


"Sedikit lagi lan, masih banyak waktunya kan, ini masih 1 hari loh"


"Aku ga punya banyak waktu. Segera dapatkan informasi tentangnya"


"Percayakan saja padaku"


" 2 hari lagi aku mau mendengar kabar baik darimu"


"Ok lan"


Tut Tut Tut


"Dasar si alan"gumamnya


"Tapi cantik juga wanita ini" percaya bahwa siapapun yang melihatnya segera akan merasa kagum pada Alin, meskipun itu hanya sebuah foto


"Ah sudahlah ga boleh suka padanya, nanti gua di cincang sama Alan" Jimmy akhirnya menaruh kertas kertas yang berisi informasi mengenai Alin dan melanjutkan pekerjaannya


Setelah hampir jam 1 siang


Pesawat yang ditumpangi Alin dan Natalia mendarat di bandara kota C


"Akhirnya kita sampai juga" ucap Natalia


"Ayo turun"


Kedua orang dari negara lain itu turun dari pesawat meninggalkan bandara menuju rumah yang di beli Alin yang tak jauh dari tempat universitas dimana ia akan belajar


"Lokasinya dimana Lin?"


"Tidak jauh dari universitas" ucap Alin yang sedang bersantai di dalam taxi


"Jadi kita tidak tinggal di asrama kampus?"


"Kalo aku sih nggak, aku masih mau cari kerja "


"Iya juga sih" Natalia akhirnya mengerti apa yang dimaksud Alin dan dia memutuskan untuk tetap tinggal dengan Alin


beberapa menit kemudian Alin dan Natalia sampai dirumah yang di belinya, Rumahnya cukup bagus dan besar untuk 2 orang


"ini rumahnya Lin?"


"kamu ga suka Nat?"


"bukannya ga suka Alin, ini sih bagus banget"


"yaudah Ayuk masuk"


Rumah itu tidak terkunci, kata pemilik rumah, kuncinya di taroh di kamar utama, kamar yang akan ditempati Alin. Rumah itu tidak terlalu besar lumayan luas untuk dua orang yang menempati


setelah keduanya masuk, mereka tercengang rumah itu masih rapi


"Apanya yang mau diberesin Lin?"


"Kayaknya tidak ada yang perlu diberesin deh" ucapku


Alin baru ingat, pemiliknya pindah 2 hari sebelum Alin membeli rumah itu, jadi pantas saja rumah itu cukup rapi


"Sekarang istirahat saja, besok kita pergi mendaftar ke universitas"


"Baiklah"


Mereka pergi ke kamar nya Masing masing


Sesampainya di kamar, Alin cukup puas, tata letak kamar nya sangat bagus. Dia membuka isi koper yang dibawanya, merapikan pakaian nya di dalam lemari, dan meletakkan perlengkapan lainnya


Untuk sesaat dia melupakan luka di hatinya, luka dimana membuat dirinya pergi jauh dari tempat asalnya. membuat dia merasa lebih tenang. Seketika Alin merebahkan tubuhnya di atas kasur, perlahan dia memejamkan mata, membuatnya hanyut dalam mimpi indah dalam tidurnya, meskipun mimpi itu tak sesuai dengan kehidupannya yang nyata


Hari sudah petang, Alan yang sedang minum di sebuah club milik temannya, merasa tidak fokus, terpikir wajah yang berada di bawah tubuhnya malam itu, membuat pikirannya menjadi kacau, saat ini banyak wanita disisinya yang sedang menggodanya, membuat Alan merasa jijik karena tak satupun dari mereka yang bisa membuat dirinya berdebar seperti saat dimana dia sedang bersama dengan wanita malam itu, Alan Tak menghiraukan wanita wanita yang menggodanya


"lan kamu kenapa?" Tanya salah satu teman nya yang ada disana


"Tidak apa2, Jim ayo kita pulang" dia langsung berdiri meninggalkan club


Dan Sekali lagi dia bertanya pada Jimmy, mengenai informasi tentang alin,


"Gimana hasilnya Jim?" Tanyanya yang sedang menghidupkan sebatang rokok didalam mobilnya


"Ini ada beberapa informasi tentangnya (sambil mengambil kertas yang sudah dia taroh di dalam mobil) coba kamu lihat dulu"


"Apa benar, seseorang di dalam foto ini wanita malam itu?"


Alan hanya menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya, dia terus membaca informasi tentangnya


"wanita yang sangat cantik, namanya Alin" ucap Jimmy ketika melihat Alan tersenyum sendirian


kemudian jimmy melanjutkan beberapa hal yang dia ketahui tapi mungkin saja belum tentu benar menurutnya


"Oiya lan, aku rasa cewek yang bernama Alin ini sudah tidak ada di negara ini"


Alan yang sedang serius, akhirnya mencerna baik baik kata kata dari Jimmy, yang akhirnya dia mengerti


"Maksud kamu?"


"Aku sudah mencoba mencari jejak wanita ini, bahkan dari tetangganyapun sudah aku periksa, dan ternyata aku mengerti bahwa dia pergi dua hari setelah kejadian malam itu"


Ucapan yang di lontarkan Jimmy , membuat Alan semakin kacau, entah perasaan apa yang ia rasakan sekarang dia tidak mengerti, marah, kesal, Bahkan sedih


"Ada apa denganku, aku tak pernah merasakan ini sebelumnya" ucapnya di dalam hati


"Wanita ini, beraninya dia kabur, aku tak akan melepaskan mu" ucapnya sekali lagi di dalam hatinya sembari meremas kertas berisikan informasi tentangnya


"bagaimana pun caranya, cari tau dia pergi ke negara mana" ucapnya dengan wajah suram membuat Jimmy yang ada berada didekatnya menelan ludah


" akan aku mencarimu kelubang semuput sekalipun, jika masih memungkinkan aku akan tetap mencarimu" Alan membuang muka keluar kaca mobil. Dengan sikap Alan yang dingin suasana menjadi hening. Alan hanyut dalam pikirannya sendiri, pertemuan pertamanya dengan wanita itu tidak memberikan kesan yang baik pada Alin , bahkan dia kabur dari negara ini pikir Alan, "sudah lah, aku harus menemukannya bagaimana pun caranya" ucapnya di dalam hatinya


Alin akhirnya bangun dari tidurnya, Alin melihat jam di Hpnya, tidak terasa dia sudah tertidur seharian, dia bangkit dan pergi ke dapur, di dapur terlihat Natalia sedang memasak saat Alin menolehkan pandangannya ke meja makan sudah ada beberapa menu makanan di atas meja


"kamu memasak Nat? kapan kamu membeli semua bahan ini?"


"tadi sore pas kamu lagi tidur, aku ga tega bangunin kamu, jadi pergi sendiri" Natalia sibuk dengan masakan nya, Alin kembali ke kamarnya untuk mandi, badannya terasa sangat tidak nyaman.


"liin ayo makan malam"


"iya Nat sebentar"


setelah beberapa menit di dalam kamar mandi dia akhirnya selesai, berganti baju dan langsung pergi ke meja makan


" pintar masak juga kamu"


"yaaa sedikit"


setelah cukup lama beristirahat mereka berdua menikmati makan malamnya.


"apa rencana mu besok Lin"


"ke universitas, jangan tunda-tunda lagi"


"oiya aku lupa"


"abis ini kita keluar yuk" ajak alin, dia penasaran dengan negara yang baru dia tempati


"ini udah malem Alin, kamu ga takut terjadi apa-apa?"


"ga bakalan terjadi apa-apa kok, aku sudah makannya, aku pergi ganti baju dulu abis itu keluar, kalo kamu mau ikut ayo" Alin pergi ke kamarnya mengganti pakaian yang di pakainya dengan setelan baju santai, Alin menyisir rambutnya menaburkan make up diwajahnya dan mengoleskan lipstik Maybelline new York dibibirnya, dengan rambut panjang ikal bergelombangnya, wajah putih dengan make up yang tidak terlalu tebal ditambah warna bibir yang sangat cocok dengan kulitnya, membuat Alin semakin terlihat cantik dan anggun meskipun dia memakai baju santai


setelah siap dia keluar dari kamarnya tepat pada waktu itu Natalia juga keluar dari kamarnya


"kamu sudah siap nat?"


"ya, ayo pergi" dengan menggandeng tangan Alin dan menarik nya keluar dari rumah