
setelah masuk ke gerbang universitas, Natalia yang diam diam memandang Alan dari kaca mobil merasa sangat terpukau terhadap nya
"Alin... Alan tampan juga ya" ucapnya ketika berjalan menuju kelasnya sambil mengingat kembali wajah dingin yang tampan itu
"tampan sih, tapi Bangs*at.. apa gunanya dia tampan, tidak bisa menghargai perempuan, selain kekuasaan dan ketampanannya apalagi yang dia punya" jawab Alin begitu sadis menggambarkan sosok Alan
"kamu benar benar benci sama dia?"
"kamu masih nanya aku? tidak jelaskah dengan sifatku ke dia" jawab Alin
"iya juga sih"
setelah di pikir pikir, Alin memang terlihat sangat membencinya.
"tapi Alin, coba kamu pikirkan.. dia lelaki yang sudah tidur dengan mu, dan sekarang dia lagi ngejar ngejar kamu, mungkin dia mau minta maaf sama kamu" jelas Natalia
"minta maaf? minta maaf harus menyakiti perasaan ku?" jawab Natalia yang semakin terlihat marah karenanya
"ya sudah apapun pilihan kamu, aku akan tetap mendukung kamu"
Akhirnya Natalia menyerah, mungkin jika dia yang berada di posisi Alin, akan merasakan hal yang sama dengannya. untuk sementara mereka melupakan hal itu dan masuk dalam kelas, mengikuti pelajaran akhir dalam bimbingan magang yang akan di laksanakan Minggu depan, mulai dari hari ini mereka yang berada satu jurusan dengannya, harus sudah menemukan tempat magang yang sesuai dengan jurusan mereka.
"Alin.. kamu belum bilang sama Jordan?" tanya Natalia ketika dosen mengatakan sudah harus memulai mencari tempat magang
"belum Nat, aku rasa tidak usah ngomong ke dia deh, kita harus gunakan kemampuan kita sendiri" jawab Alin
"iya juga sih, dengan begitu kita bisa mendapatkan nilai yang bagus nantinya" kata Natalia
"tuh kamu tau" ucap Alin, dan mereka kembali mendengarkan penjelasan dosen. dan ternyata mulai besok sudah libur untuk persiapan magang.
setelah 3 jam berlalu akhirnya bel istirahat sudah berbunyi. Alin dan Natalia pergi ke kantin untuk makan siang, mereka memilih duduk di pojok ruangan agar tidak terlalu menarik perhatian orang orang yang mulai mengagumi mereka. saat menikmati makanan mereka, diluar kantin ramai akan kerumunan mahasiswa, entah apa yang mereka ke rumuni sampai suara mereka yang berada di dalam kantin juga ikut keluar melihat, saat Alin melihat teman meja sebelahnya juga beranjak untuk keluar, Alin menghentikan nya
"eeh tunggu, itu ada apa sih di luar?" tanya Alin penasaran
"katanya hari ini ada orang yang memberi donasi terbesar ke universitas datang kesini, dulu bukan yang sekarang yang datang, biasanya keponakannya, tapi karena pemegang kuasa penuh itu sudah kembali, jadi dia kesini" tutur temannya dan kemudian membiarkan orang itu keluar
"siapa ya?" tanya Natalia
"tidak tau tuh" ucap Alin acuh tak acuh
"kamu ga penasaran?" tanya Natalia
"enggak, kamu cepetan habisin makanan kamu. abis ini kita pulang dan segera mencari tempat tempat magang" ucap Alin dan segera menghabiskan makanannya
"tunggu tunggu.. masih mau mencari tempat magang? bukannya kita sudah setuju mau magang di tempat Jordan" tanya Natalia
"kita tidak bisa cuma bergantung sama satu perusahaan, yang belum tentu perusahaan itu mau menerima kita" ucap Alin
"kita taroh aja formulir di perusahaan perusahaan besar di kota ini, hasilnya bagaimana itu tidak akan jadi masalah, asalkan selama 6 bulan ini kita harus magang dan mendapatkan nilai yang bagus" tutur Alin
"masuk akal juga sih" dan Natalia memakan makananab terakhirnya
saat mereka berdua sedang bersiap untuk pergi kerumunan yang tadinya hilang tiba tiba masuk ke dalam kantin
"cowok itu tampan sekali ya😍" ucap salah satu teman yang ada di dalam kantin itu dan terus banyak bisik bisik tentang seorang pria itu, ketika Alin mengarahkan pandangannya pada kerumunan orang itu terlihat sosok pria yang terlihat sangat berkuasa menuju kearahnya
"Alan..kenapa dia disini" ucap Alin di dalam hatinya, sedangkan Natalia memberi kode mata ke Alin ketika Alin melihat kearahnya, saat itu Jimmy juga ada didekat Alan, dua pria itu terlihat sangat mencolok ketika berada di kerumunan.
Alan yang seperti biasa memperlihatkan wajah datar dinginnya tetap terlihat sangat tampan, hingga setiap mata yang melihatnya tetap terpukau. tidak seperti Jimmy yang pada dasarnya Playboy, dia menebarkan senyumannya, dia tidak kalah tampan dengan Alan, meskipun itu masih di bawah Alan.🤣🤣🤣
"boleh, lagian kita sudah mau pergi... ayo Nat?" ajak Alin yang sudah berdiri dan berniat untuk pergi
"tunggu... gimana kalau kita makan bareng" paksa Jimmy yang bingung mau membujuknya bagaimana melihat Alan yang hanya diam saja dengan tatapan dinginnya
"maaf.. kita sudah makan" Ucap Alin dengan nada yang sangat cuek
Natalia yang sedang melihat hanya diam mendengarkan dan mengikuti yang dikatakan sahabatnya
"ayo Nat kita pergi, biarkan tuan tuan ini duduk disini" ucap Alin ketika dia sadar bahwa Alan selalu mengarahkan pandangannya pada dirinya
"aah iya" jawab Natalia sambil melihat ke arah Jimmy, yang mengartikan dia tidak bisa berbuat apa-apa
ketika mereka sudah melangkah pergi, Alan merasa tidak di hargai sama sekali olehnya
"cih dasar wanita ini" gumamnya dan melangkah mengejar Alin dan menangkap tangannya di kerumunan para mahasiswa yang sedang berada disana. ketika merasakan tangannya ada yang memegang untuk menghentikan langkahnya, Alin berbalik melihat ke arahnya.
"lepaskan" ucap Alin
sambil memberontak supaya tangannya terlepas
Alan yang tidak sabaran menariknya kedalam pelukannya yang membuat para mata yang mengagumi mereka berdua terkejut
(pengagum Alin jelas pria, sedangkan Alan pengagumnya wanita ya..🤭🤭)
"apa yang kamu lakukan, ini tempat umum.. cepat lepaskan" bisiknya perlahan pada Alan yang sudah sangat dekat dengannya
"jangan memberontak, biarkan mereka tau. kalau kamu ada milikku" ucap Alan dengan sangat percaya diri dan memberikan senyuman yang sangat manis pada Alin
"jangan ngaco.. aku bukan siapa siapa mu, jadi cepat lepaskan aku" Alin semakin dengan sekuat tenaga ingin melepaskan pelukannya
"aku sudah bilang, menurut lah.. tapi kami sangat keras kepala... ckckck jangan salah kan aku kalau aku membongkar rahasia di depan semua mahasiswa yang ada disini" ucapnya yang membuat Alin tak bergerak lagi
"lagi lagi.. pria ini menyakitiku" bisiknya di dalam hati
dia tidak bisa membayangkan apa yang akan dipikirkan oleh semua mahasiswa di universitas ini jika mereka tau kebenarannya, bahwa dia sudah tidur dengan seorang pria bahkan disaat dia belum menikah . Alin tak bisa membayangkan betapa hancurnya reputasi dia jika semuanya terbongkar.
ketika Alan merasa bahwa Alin sudah mulai menurut, dia menariknya keluar dari kerumunan itu dan meninggalkan universitas dengan mobilnya.
*di kantin*
"loh.. kok aku ditinggal" ucap Natalia yang sebal
"kan masih ada aku" ucap seseorang dari belakangnya
"Jimmy" sapa Natalia yang menyadari bahwa dia juga di tinggal di kantin oleh temannya
"kita pergi bareng yuk" ajak Jimmy
setelah dipikir pikir Natalia memang ada yang mau di omongin pada Jimmy
"yaudah ayo,, mau kemana?" tanya Natalia
"keluar aja dulu" jawab Jimmy yang juga masih belum terpikirkan mau pergi kemana
Dan akhirnya mereka berdua juga meninggalkan kantin yang membuat para mahasiswa yang kehilangan kesempatan untuk memiliki salah satu pria tampan itu jadi sia sia, dua pria tampan itu malah lebih memilih siswa baru pikir mereka yang melihatnya.