
Tengah malam barulah Alan menghampiri Alin yang sedang tidur meringkuk kedinginan. Alan menarik kan selimutnya dan tidur memeluk alin. dalam keadaan tidak sadar Alin yang tadinya kedinginan dalam mimpinya sudah merasa hangat.
Hari selanjutnya mereka berdua bangun sangat pagi. mempersiapkan diri untuk menjemput kakaknya Alan dengan agar tepat waktu. jam dinding sudah menunjuk kan jam 7.00, butuh waktu kurang lebih tiga puluh menit dari villa menuju bandara. Alan dan Alin sudah berangkat dengan supir yang mengemudi.
sesampainya di bandara terlihat beberapa pengawal pribadi alan sudah menunggu kedatangan mereka. sambil menunggu kakak dari Alan. Alin celingukan mencari sosok pria yang akan terlihat hampir sama tampannya dengan kekasihnya.
"Hai tampan" tiba tiba suara perempuan menyapa alan.
Alin tampak terkejut seorang perempuan cantik dengan riasan yang natural dan dengan rambut lurus pendek sebahu ditambah setelah jas warna merah yang di pakainya, menambah keanggunan pada diri wanita itu dan dia sudah berdiri di hadapan mereka berdua.
Siapa dia?. batin Alin dan melirik Alan yang terlihat mengangkat Alisnya memandangi wanita di depannya. dan hanya diam saja melihat tingkah wanita itu
Alin menarik lengan baju Alan yang seketika menoleh ke arahnya. pandangan alin padanya seakan akan bertanya. siapa wanita itu. begitu pikir Alan
Alan tak menjawab pertanyaan alin dan beralih memandang lagi wanita di hadapannya yang saat itu sedang memperhatikan Alin.
"Cantik juga" gumamnya pelan namun dapat di dengar oleh orang orang yang ada di hadapannya. dengan tersenyum dan manggut manggut dengan menyentuh dagunya.
"Hai bocah. pintar juga kamu memilih wanita" lanjutnya dan melebarkan senyumannya mengartikan bahwa dirinya puas.
Alin mengangkat Alisnya mendengar ucapan wanita asing itu baginya. ketika memandang alan dia terlihat sangat bangga. membuat alin semakin tak mengerti dengan suasan di hadapannya.
"Hei bocah.. kamu tidak mau memperkenalkan kakak mu pada wanita cantik ini" menujuk dengan matanya
kakak?. yang masih tak mengerti. Alin memandangi antara wanita asing dan Alan secara bergantian.
Alin mencoba mencari jawaban atas rada penasarannya. tapi alan tak segera memberikannya jawaban
" Cantik" memanggil Alin dan merangkulnya.
"Bocah sialan ini tidak memberitahu mu. kalau dia mempunyai kakak perempuan yang sangat cantik?" Tanyanya yang membuat alin terbelalak mendengar ucapannya
jadi... dia kakaknya? bukan laki laki gagah yang tinggi dan tampan. namun wanita sangat cantik dan anggun. batinnya dan memandangi wanita yang sedang merangkulnya dengan menelan ludahnya
"jadi benar dia tidak memberitahu mu?" menyebut kata dia dengan melotot ke arah alan namun tetap merangkul tubuh alin. yang di rangkul hanya menggelengkan kepalanya.
"Eh alin. aku pernah memberitahu mu, kenapa menggelengkan kepala mu?"ucap alan
"apa dia tidak memberitahu mu bahwa kakaknya seorang perempuan?" Tanya wanita itu dan Alin mengangguk kan kepalanya
Rena memandangi adiknya yang merasa tidak bersalah atas keterkejutan Alin atas tak sesuai ekspetasinya.
"Bocah sialan. lihat adik iparku... pasti mengira kakak iparnya seorang lelaki. bagaimana kau ini" menarik alin menuju mobil
"kakak berhenti memanggil ku bocah ok" Alan mengikuti dua wanita penting itu yang sangat penting baginya.
"kenapa harus berhenti. kamu masih tetap seperti bocah bagiku" ucapnya dan terus berjalan. Alin hanya tersenyum melihat tingkah keakraban dua kakak beradik itu.
mereka berjalan menuju mobil yang sudah menunggu mereka di depan bandara. para pengawal mengikuti mereka. terlihat berbondong bondong dengan oleh oleh yang di bawa rena. perdebatan antara kakak beradik itu masih belum saja selesai yang mendengar hanya menggelengkan kepalanya dengan tingkah ke kanak kanakan tuan dan nona muda mereka. saat sudah hampir memasuki mobil tiba tiba satu lagi wanita muncul di hadapan mereka
"Alin.." sapa seseorang yang entah siapa menangkap tangan Alin. matanya terbelalak mendapati siapa yang menarik tangannya
"Miya..." ucap Alin.
"eeh iya" jawab alin gugup.
"Siapa dia adik ipar?" tiba tiba rena muncul di samping alin
adik ipar? apa dia kakak alan jackson? Rena jackson?. batin Miya
"Siapa wanita cantik ini adik?" tambah menjadi jadi tingkah Miya di hadapan kakak kandung dari Alan. melihat kan padanya bahwa dia akrab dengan Alin
"Adik?" Tanya Rena mengangkat Alisnya
"ya.. saya kakak tiri dari Alin" ucapnya merangkul alin dan memasang senyum penuh kasih sayang padanya. meskipun semua orang tau bagaimana hubungan mereka. tapi Miya tidak tahu malu menunjuk kan ke akraban yang sangat sempurna.
Tapi Rena Jackson bukanlah orang yang mudah di tipu hanya dengan akting yang menurutnya sangat biasa. Rena dapat menangkap air muka Miya maupun Alin yang tak begitu senang bersentuhan. walaupun keduanya sangat pintar menutupinya tapi tidak bisa membohongi mata profesional milik Rena jackson.
"oooowh kakak tiri..." manggut manggut dengan menebar senyuman mengikuti drama yang mereka mainkan.
"Ato kita pulang" Ajak Alan yang langsung menarik alin ke sisinya.
"kakak.. bisakah kamu pulang sendiri.. aku akan pergi sekarang" ucap alin pada Miya dan sudah berbalik ingin meninggalkan Miya setelah memasang senyum padanya
"Alin tunggu.." menghentikan langkah alin
"bisakah kau memberiku tumpangan... tadi aku mengantar temanku yang mau pergi keluar negeri menggunakan mobilnya. tapi setelah itu supirnya mengajak ku pulang. dan aku tidak ikut karena. ingin menyapamu ketika melihatmu juga ada disini" tipunya panjang lebar. meyakinkan namun terlihat sangat di ada ada.
Alin menoleh pada Alan dan Rena yang sudah berada di dalam mobil. meminta pendapat mereka melalu pandangannya. dan mereka berdua mengangguk kan kepalanya. menyetujui Miya untuk ikut bersama mereka.
"Baiklah"
mempersilahkan Miya untuk masuk kedalam mobil. sangat Terlihat jelas kemenangan di wajah Miya.
langkah pertama berhasil. ternyata tidak sesulit yang ku kira
Bersambung.......
♡♡♡ Hai Readers ♡♡♡
Maafkan author yang sangat lama update nya... sekarang author akan menjawab penasaran kalian
R : kenapa update nya lama banget thor? udah gitu sekali up cuma satu bab
A : sekali lagi author minta maaf. karena beberapa hari terakhir author melakukan kepergian ke pulau madura ada acara keluarga juga disana. jadi waktu cuma terbatas.
R : emang ngapain ke pulau madura? sampe alin sama Alan di lupain?
A : author kan mau kayak Alan dan Alin udah hampir menikah. hhhhi jadi gini... author lagi mempersiapkan resepsi pernikahan. jadi untuk satu bulan ini sampe hari raya idhul adha author serba sibuk.
Tapi karena sudah pulang dari pulau madura. jadi sekarang sudah bisa mengatur waktu.
mohon pengertiannya ya Readers. dan doakan juga semoga acaranya sukses sampe hari H😊😊😊
oiya jangan bosan bosan menunggu ok😘 tetap komentar yang positif dan jangan lupa like dan vote juga untuk membuat Author semakin semangat menulisnya walaupun di tengah tengah kesibukan❤