
Waktu bergulir begitu cepat,hari ini di mana hari yang paling ditunggu oleh Alan dan juga Dara.
Acara pernikahan dari beberapa bulan lalu mereka persiapkan, akhirnya terselenggara juga dengan baik dan tertata dengan sempurna.
Walaupun perencanaan hanya beberapa bulan saja, tetapi acara pernikahan Alan dan juga Dara di laksanakan dengan sempurna.
Berkat dari bantuan para sahabat dan juga keluarga besar Alan, terciptalah pesta pernikahan yang sangat megah dan meriah. Tamu undangan juga dari kalangan karyawan sampai pengusaha turut ikut hadir di acara pernikahan ini, mereka semua ikut berbahagia di hari ini.
Hari ini Dara terlihat semakin cantik di mata Alan, apalagi tubuhnya dibalut dengan gaun pernikahan yang sangat indah.Meskipun ini adalah pernikahan yang kedua bagi Alan dan juga darah, tidak mengurangi kebahagiaan keduanya untuk berada di atas plaminan.
Mungkin ini pernikahan kedua bagi mereka, tetapi pertama kali menikah dengan orang yang benar-benar mereka cintai.
Dengan harapan dari keduanya, tidak ada lagi pernikahan setelah ini.
Hari ini Alan dan Dara telah resmi menjadi sepasang suami istri, yang sah di mata hukum dan juga agama.
Senyum kebahagiaan terpancar dari wajah keduanya,dan anggota keluarga yang berada di samping mereka, tidak henti-hentinya Alan terus tersenyum kepada setiap tamu yang datang.Mengucapkan banyak terima kasih yang sudah menyempatkan diri untuk berbagi kebahagiaan bersamanya.
Di sela-sela tamu yang datang, Dara dikagetkan oleh dua orang yang datang.
Kedua orang itu mendekat ke arah Dara lalu naik ke pelaminan, sambil tersenyum ke arahnya.Dan memberikan selamat kepada Alan dan juga Dara, dia tidak menjawab perkataan orang tersebut melainkan hanya bengong menatapnya dan banyak pertanyaan.Hingga pada akhirnya dia memberanikan diri untuk bertanya.
"Kok kalian bisa bersama datang kemari?" tanya Dara terhadap Hilman yang menggandeng Novia di sampingnya.
Hilman bukannya menjawab terlebih dahulu, malah menatap Dara sambil tersenyum tipis. dan hal itu membuat Alan yang di samping darah merasa tidak nyaman ketika Hilman menatap sang istri dengan lekat.
lalu Alan meraih tangan sang istri dan digandengnya dengan erat, dia menunjukkan di sini bahwa Dara adalah sudah menjadi miliknya.Dan tidak ada seorangpun yang berhak menatapnya seperti itu.
"kebetulan kami sudah kenal sejak lama, dan aku salah satu donatur di Yayasan milik Mas Hilman "jawab Novia sambil tersenyum manis ke arah Dara yang kaget melihat kedatangannya bersama Hilman.
Alan yang melihat Novia datang bersama Hilman, dia tidak bereaksi apapun seolah sudah tidak ada artinya lagi dan tidak pernah mengenal Novia di dalam hidupnya di masa lalu. laki-laki ini benar sudah membuang Novia dari hati dan pikirannya, walaupun sejak dulu memang Novia tidak pernah ada di hati Alan.Tetapi mereka pernah menjalin sebuah ikatan pernikahan walaupun tidak didasari dengan rasa cinta, dan atas keterpaksaan.Tetap saja nama mereka pernah tercatat di kantor urusan Agama bahwa pernah menjadi sepasang suami istri.
"Jadi kalian sudah saling kenal sejak dulu, kenapa aku nggak tahu kalau kalian dekat" kata Dara sambil menatap ke arah Hilman.
"Kenapa kamu harus tahu apa yang ada di dalam kehidupan Hilman, toh kamu bukan siapa-siapa nggak penting juga kamu harus mengetahui semuanya" Alan menimpali ucapan sang istri, dia tidak suka mendengar darah berbicara seperti itu.
"Ya gak gitu juga kali, kita kan tetanggaan sahabatan juga masa aku nggak boleh tahu "jawab Dara.
" Ya sudah kamu mah semoga kalian menjadi sepasang suami istri yang saling melengkapi dan bahagia sampai sana "pesan Hilman sambil tersenyum tipis ke arah Alan yang terlihat sangat posesif sekali, dia juga sambil meminta izin kepada Dara dan juga Alan. Bahwa dirinya juga akan segera menikah dengan Novia,setelah masa iddah berakhir.
Alan yang mendengar itu semua, dalam hatinya bersorak bergembira bahwa tidak akan ada lagi saingan yang akan mengalihkan perhatian Dara dari dirinya.
Di dalam hidup Alan Dika dan juga Sherly sudah jauh pergi meninggalkan kehidupan Dara, sebentar lagi Hilman juga akan pergi bersama Novia.Jadi sudah tidak ada lagi penghalang-penghalang bagi kebahagiaan antara Dara dan juga Alan.
Dengan harapan setelah ini Alan dan juga Dara hanya akan ada kebahagiaan.
Waktu bergulir begitu cepat, acara pesta pernikahan sudah semakin sepi tamu undangan sudah tidak ada lagi yang datang.Tinggalah hanya anggota keluarga yang masih berada di sini termasuk Ayah dan Ibunya Alan,dan juga keluarga Dara ,Bi Sani, dan juga Mang Qodir termasuk juga Meli dan juga Farel.
Ini semua permintaan dari Dara, dia tidak ingin diadakan di tempat lain.Kalau mau mengadakan pesta, awalnya Dara hanya menginginkan pernikahan yang sederhana dan dihadiri orang-orang terpenting di dalam hidupnya.Tetapi Alan ingin mengadakannya dengan sangat mewah, Dara setuju asalkan pesta pernikahan tidak diadakan di hotel atau di gedung pernikahan.
Lebih baik di rumah saja,Dara memikirkan segala sesuatu bahkan dia memperhitungkan berapa banyak uang yang dikeluarkan Alan untuk acara pernikahan, dia berkata terhadap Alan lebih baik uangnya ditabung untuk masa depan mereka dibandingkan hanya untuk mengadakan acara pernikahan.Bahagia atau tidaknya rumah tangga itu bukan dilihat dari seberapa besar dan megahnya pesta, melainkan bisa saling memahami dan menerima tidak di saat sudah menjadi sepasang suami istri.Dan menurunkan ego masing-masing untuk saling melengkapi dan memahami,agar terciptanya keluarga yang rukun sakinah dan warohmah.
Alan dan juga darah sudah berganti pakaian dari gaun pengantin yang digunakan tadi siang, sekarang sudah berganti dengan pakaian rumahan.Sebab waktu juga sudah terlalu larut untuk melakukan kegiatan lain, seluruh anggota keluarga akan mengistirahatkan tubuhnya setelah seharian disibukan dengan pesta pernikahan.
"Silakan kalian ke kamar saja terlebih dahulu, biarkan semua ini diurus oleh mereka.Toh udah ada pekerja juga yang akan merapikan semuanya"kata sang Mama mertua.
"Baik,Ma, terima kasih banyak"jawab Dara sambil tersenyum tipis ke arah sang mertua, dia masih merasa gugup ketika berhadapan dengan sang Mertua.
Orang tua Alan juga sudah mempersiapkan kamar untuk Farel dan juga keluarga Dara yang masih berada di sini.
Dara melangkah dengan perlahan menuju ke kamar Alan, sambil melihat ke sekeliling rumah tersebut.
Mulai saat ini dia akan tinggal di rumah ini untuk selamanya berbakti kepada suami yang telah dipilihnya.
Dara menggerakan tangannya lalu memutar gagang pintu dengan perlahan, terlihat dari depan pintu sang suami sedang duduk di atas sofa menunggu dirinya.
Dara terus mendekat ke arah suami, ada rasa dag dig dug di dalam hatinya.Meskipun setiap hari bertemu dengan Alan, tetapi di dalam satu ruangan tertutup seperti ini adalah baru pertama kalinya.
Dara duduk di atas tempat tidur, lalu Alan bangkit dari duduknya terus mendekat ke arah darat.
Alan sudah tidak sabar lagi ingin segera menghabiskan malam panas bersama sang istri.
Alan merangkul pinggang ramping sang istri, lalu dibawa ke dalam dekapannya.Ini baru pertama kali Alan memeluk Dara, dia mencium kening Dara dengan sekilas dan meminta haknya.
Di saat Alan ingin melakukan nya, terdengar pintu kamar di ketuk.
Hal itu membuat Alan merasa kesal, dengan sedikit ngedumel dia bangun dan membuka pintu.
Dan ternyata yang datang yaitu Farel, tanpa menghiraukan Alan, Farel langsung menerobos masuk ke dalam kamar langsung menghampiri sang Ibu.
"Bu, malam ini Farel tidur bersama ibu ya di sini sama Om juga"kata Farel sambil menatap sang Ibu lalu bergantian menatap Alan juga.
Alan langsung menggaruk kepala yang tidak gatal, misinya malam ini harus gagal akibat Farel akan tidur bersama mereka.Dara yang melihat wajah kesal dari sang suami hanya tersenyum tipis.
"Ya sudah kita tidur bertiga di sini ya"kata Alan sambil mengajak Farel untuk naik ke atas tempat tidur.
bagi Alan nggak apa-apa malam ini gagal tidur berdua dengan sang istri, tetapi jika ada kesempatan dia tidak akan memberikan celah untuk Dara bisa lepas darinya.
akhirnya keluarga kecil ini sudah berada di atas tempat tidur, dengan Farel posisi ada di tengah keduanya. sebelum tidur Alan membacakan cerita terlebih dahulu untuk sang putra sambungnya, setelah cukup lama Farel sudah tertidur lelap diantara Dara dan juga Alan.Mungkin ini adalah momen pertama bagi Farel tidur di antara ibu dan ayah meskipun itu statusnya hanyalah Ayah sambung.Sebab sebelumnya dia tidak pernah merasakan dibacakan cerita di elus sebelum tidur oleh sang Ayah.
SELESAI
SAMPAI JUMPA DI CERITA SELANJUTNYA.