LARA

LARA
Part 29



"Jangan pernah lakukan ini terhadap dia! " kata orang tersebut sambil menatap nya dengan tatapan membunuh.


"Apa-apaan ini, kenapa kamu membela nya?"tanya Sherly terhadap Dika.


"Bukan membelanya,tapi sikap kamu yang sudah kelewatan!"jawab Dika.


Dika ada di sini karena permintaan Sherly,kalau nggak di turutin pasti ujung-ujungnya pasti ribut .


Setelah kepergian Dara dan resmi bercerai Dika lebih banyak diam dan melamun,entah apa yang ada pada pikiran nya.


Penyesalan atau apa!entah lah hanya dia yang tahu.


Di sela pertengkaran Sherly dan Dika,Dara pun pergi tanpa mereka sadari.


Bagi Dara tidak penting berada di antara mereka,yang ada takut tercemar virus berbahaya yang ada pada diri mereka.


Dara dengan langkah yang sedikit cepat untuk segera sampai di tempat parkir dengan membawa beberapa barang belanjaan nya.


Setelah beberapa saat dia pun sudah sampai, dan orang yang di tugaskan untuk mengantar nya pun entah ke mana tidak terlihat.Sehingga Dara harus menunggu nya, padahal pas tadi Dara hampir di tampar Sherly orang tersebut masih ada di belakang Dara, kenapa ini malah menghilang.


"Kemana dia? bukan nya tadi mobil nya terparkir di sini kenapa sekarang tidak ada!apa mungkin dia sudah pulang terlebih dahulu"dara bicara sendiri dalam batin.


Setelah cukup lama Dara pun mondar-mandir di tempat parkir, akhirnya datang lah sebuah mobil mewah berhenti tepat di hadapan nya.


"Cepat masuk!"Orang tersebut memerintahkan Dara untuk segera masuk,dia mengerutkan keningnya kenapa sopir nya jadi berubah.


Padahal tadi pagi bukan dia, Dara tidak berkata apapun selain menuruti keinginan orang itu.


Dara langsung membuka pintu mobil untuk segera masuk dan duduk di kursi tengah.


"Kenapa duduk di situ!,saya ini bukan sopir kamu,pindah!"perintah Alan terhadap Dara.


Dara pun turun kembali dan pindah posisi duduk ke kursi depan samping pengemudi.


Bukan nya tadi pagi mobil ini bukan bapak yang bawa?terus orang itu kemana perginya lalu kita mau pergi ke mana?"rentetan pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut Dara.


"Dia nggak becus jaga kamu,sudah ku suruh pulang dan satu hal lagi apa segitu tua kah saya sehingga kamu memangil saya bapak!"kata Alan dengan penuh penekanan.


"Tapi sekarang kita bukan sedang berada di kantor,apa peraturan biru tetap berlaku!, nggak kan?"tanya Alan terhadap Dara.


"Ya maunya bapak saya harus bagaimana dan seperti apa?"tanya Dara.


"Sudah lah lupakan!"jawab Alan sambil melanjutkan kembali kendaraan nya.


"Dasar aneh"jawab Dara dengan suara yang pelan , tetapi itu semua masih bisa di dengar jelas oleh Alan.


Setelah beberapa saat mereka pun hanya terdiam tidak ada satu pun yang membuka percakapan, hingga pada akhirnya Dara lah yang membuka suara terlebih dahulu.


"Ini kan bukan arah ke kantor,terus kita mau pergi ke mana?"tanya Dara terhadap Alan


"Tadi pagi kan sudah di kasih tahu, bahwa kita akan bertemu klien dan kamu harus merubah penampilan kamu terlebih dahulu.Masih ingat kan?"tanya Alan.


"Iya"jawab Dara sambil mengangguk kan kepada.


"jika sudah ingat jadi Jangan banyak tanya cukup ikuti dan pahami!"kata Alan dengan nada bicara yang judes.


Setelah cukup lama mereka menempuh perjalanan akhirnya sampai di tempat tujuan, Mereka berdua pun segera turun dari kendaraan dan memasuki tempat yang mereka kunjungi.


Setelah sampai di dalam ternyata sudah ada yang menunggu kehadiran nya,Alan dan Dara pun di persilahkan untuk segera duduk di tempat yang sudah di sediakan.


Tetapi ada satu hal yang membuat Dara tidak nyaman,yaitu tatapan tajam dari klien nya itu.Seperti kucing melihat ikan segar.


Alan pun sudah sadar akan pandangan orang tersebut terhadap Dara,saat orang tersebut ingin berjabat tangan dengan Dara Alan langsung menepisnya.


Hal itu membuat Dara melongo,ada apa dengan bos nya sehingga dia salaman pun nggak boleh.


Sungguh bos yang sangat luar biasa, pembicaraan bisnis pun sudah di mulai.


Dara hanya menyimak apa yang mereka bicarakan hingga pada akhirnya Alan pun menolak untuk kerjasama dengan perusahaan itu.


Setelah beberapa saat pertemuan pun selesai dan kembali ke kantor.