
Mereka sudah berada di dalam kendaraan dan akan segera berangkat.
Winda pun menginjak gas dengan perlahan dan melakukan kendaraan nya.
Winda menginjak gas dengan perlahan, mobil yang mereka tumpangi pun sudah berada di area jalan raya. Kecepatan sedang pun yang di jalan kan Winda berhasil membelah keramaian jalan kotak tersebut.
Setelah cukup lama di perjalanan akhirnya, kendaraan yang mereka tumpangi pun sudah sampai di depan rumah sederhana.
Winda pun memarkirkan kendaraan nya di area depan rumah.
"Yeyy Sudah sampai di rumah baru kita! " ucap Dara sambil menatap ke arah sang putra laku,menatap Meli juga.
Mereka pun turun bersama untuk segera memasuki rumah.
"Bu ko pintu nya terbuka? " tanya Meli terhadap Dara.
"Iya, itu ada Mang Diman ku suruh beresin rumah nya, jadi saat kita datang ke sini rumah nya sudah rapih dan siap di tempati" jawab Dara sambil tersenyum tipis.
Beberapa hari lalu Dara sempat datang ke rumah ini setelah pulang kerja, dia meminta mang Diman untuk merapikan kembali rumah ini. Mang Diman juga tinggal nya tidak jauh dari rumah ini, dia juga tetangga yang paling dekat dengan kedua orang tua Dara sewaktu masih ada.
"Owh, berati kita nggak usah beres-beres rumah lagi yah, tinggal beresin pakaian saja" kata Meli.
"Ayo kita masuk? " ajak Dara terhadap Meli dan juga Winda, dia pun sambil menggendong Farel.
Akhirnya mereka semua masuk ke dalam rumah dan sampai di dalam dia sudah di sambut oleh Mang Diman.
"Eh Bu Dara sudah sampai! " Mang Diman pun menyapa Dara.
"Iya, Mang... baru juga sampai" jawab Dara sambil tersenyum ke arah Mang Diman.
"Silahkan duduk dulu Bu..! " Mang Diman pun mempersilahkan Mereka untuk duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut.
Mereka pun duduk di sofa yang sudah tersedia di sanah, meskipun sudah lapuk di makan usia tetapi masih bisa untuk di gunakan.
"Ini rumah yang kamu tempati bersama kedua orang tua kamu dulu? " tanya Winda terhadap sahabat nya itu.
"Iya, di sini aku di besarkan dan Mang Diman itu tetangga yang paling baik. Kadang Mang Diman juga yang jemput aku ke sekolah saat Papa sama Mama nggak bisa jemput" jawab Dara menerawang ke masa lalu, di mana saat itu yang ada hanya bahagia.
"Jadi kamu dah kenal baik dong sama dia" ucap Winda.
"Iya, jadi di sini kita nggak perlu takut juga ada Mang Diman yang jaga kita dia juga punya cucu seumuran sama Farel jadi nanti kamu ada temannya sayang! " ucap Dara sambil mengulas senyuman terhadap Farel, yang sedang duduk santai sambil mengamati keadaan sekitar.
Setelah beberapa saat, Mang Diman pun kembali ke ruang tengah dengan membawa minuman untuk Mira dan juga yang lainnya.
"Silahkan di minum! " kata Mang Diman.
"Terimakasih banyak" Jawab mereka dengan bersamaan.
"Mang... tolong ambilkan semua koper yang ada di bagasi dan bawa ke sini! " perintah Dara terhadap Mang Diman.
"Baik Bu... " Jawab Mang Diman sambil melangkah perlahan untuk segera keluar menuju mobil.
"Kalau seperti ini aku juga bisa menginap di sini yah.. mau tidur sama bang ganteng pujaan hati" ucap Winda sambil mencubut pipi Farel, yang menurut Winda sangat menggemaskan.
"Aduh, sakit anty... " ucap Farel sambil mengelus pipinya yang di cubit Winda.
"Habis nya kamu itu gemesin Dek! " ucap Winda.
"Tapi sakit Anty... " kata Farel sambil memajukan bibirnya.