
"Permisi, Eh lagi ada tamu ya? " kata orang tersebut.
"Iya" Jawab Dara dengan nada bicara datar nya, sambil menatap ke arah Alan.
"Maaf ganggu! aku hanya mau mengantarkan ini biasanya kan kamu suka makan ini" kata Hilman sambil menyerah kan sebuah kantong berisi makanan.
"Astaga ini orang datang di saat yang tidak tepat, seperti nya nyari perkara ya" kata Alan dalam batin.
"Nggak apa-apa ko, silahkan duduk dulu! " Dara mempersilahkan Hilman untuk duduk.
"Langsung pamit saja, lain kali mampir lagi" jawab Hilman sambil permisi pulang, dia merasa tidak nyaman melihat tatapan sinis dari Alan.
"Enak saja luh mau mampir lagi ke sini" kata Alan menggerutu dalam hati.
"Terimakasih ya mas... makanan nya" kata Dara.
"Sama-sama" jawab Hilman, setelah itu pergi berlalu meninggalkan rumah Dara.
Setelah kepergian Hilman, Alan langsung bertanya.
"Dia sering datang ke rumah ini? " tanya Alan terhadap Dara.
"Nggak! baru juga kali ini" jawab Dara.
"Mas sih baru kali ini, bukan nya kalian terlihat sangat akrab sekali" ucap Alan dengan nada bicara sedikit meninggi.
"Ngapain juga aku bohong nggak ada untung nya, lagian baru tahu juga minggu lalu kalau rumah kita dekat" jawab Dara.
"Sudah malam juga aku pulang dulu ya, jangan lupa istirahat! " kata Alan sambil bangkit dari duduk nya.
"Pulang sekarang? " tanya Dara.
"Iya, tuh lihat Farel dia sudah ngantuk, dan kamu juga butuh istirahat" ucap Alan.
"Hati-hati di jalan nya, jangan lupa kabarin kalau sudah sampai" pesan Dara terhadap Alan, mendengar ucapan Dara seperti ini membuat hati Alan sangat senang. Setidaknya ada perubahan dari sikap Dara yang awalnya cuek sekarang sudah ada perubahan.
Alan pun berpamitan untuk segera pulang, dan berjalan perlahan meninggalkan halaman rumah Dara dan segera menuju kendaraan nya yang terparkir.
Setelah kepergian Alan, Dara masuk ke dalam rumah beserta Farel.Dia langsung membawa Farel ke dalam kamarnya, sebab sudah terlihat ngantuk sekali.
Dara pun menyuruh Farel untuk menggosok gigi dan mencuci kaki dan tangan sebelum tidur.
Setelah semua ritual selesai Farel naik ke atas tempat tidur, setelah beberapa saat Farel sudah tertidur pulas.
Setelah Farel tertidur tanpa terasa Dara pun ikut tertidur di sisi sang anak, rasa lelah setelah seharian bekerja membuat Dara bisa tertidur di mana saja dan dalam keadaan seperti apapun. Padahal Dara belum mandi, dia berniat hanya menidurkan Farel setelah itu dia akan mandi. Tetapi rasa lelah telah menguasai diri Dara sehingga dia tertidur tanpa di sengaja.
*****
Waktu bergulir begitu cepat, sinar surya masuk melalui celah jendela membuat Dara menggeliat terkena sinar itu. Dara mulai membuka mata dengan perlahan, terus melihat ke sekeliling dan matanya tertuju pada jam yang menempel di dinding. Ternyata hari sudah siang jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, untung saja hari libur jadi. Dara bisa bersantai ria di rumah tanpa harus berburu waktu untuk segera datang ke kantor.
Dara masih merasa ngantuk dia ingin memejamkan matanya kembali, dia berniat hari ini akan menghabiskan hari nya di atas tempat tidur.
Dara menarik selimut kembali untuk menutupi tubuh nya, tetapi Farel memangil-manggil terus.
Dengan sedikit terpaksa demi anak tercinta Dara pun bangun, meski rasa kantuk masih menguasai dirinya.
Dara sudah duduk di atas tempat tidur sambil menetralkan perasaan nya, dia melihat ke arah sang anak yang sudah menonton acara televisi kesukaan nya.
"Kamu kenapa sih nak! manggil-manggil mama terus? " tanya Dara terhadap sang anak.
"Kenapa nggak minta Meli saja" jawab Dara.
"Mbak Meli kalau membuat nasi goreng itu nggak enak, Farel nggak suka! " jawab Farel sambil cemberut.
"Ya sudah tunggu sebentar! cuci muka dulu" kata Dara sambil turun dari tempat tidur untuk segera menuju kamar mandi.
"Iya... " jawab Farel tanpa melihat ke arah sang Mama, dia tetap terfokus kepada tontonan televisi kesuksesan nya.
Setelah beberapa saat Dara telah keluar dari dalam kamar mandi, dia langsung menuju dapur untuk mempersiapkan sarapan untuk sang buah hati yang sangat di cintai nya.
Sarapan sudah siap, Dara menyuruh Meli untuk menemani Farel. Sedangkan dirinya akan segera membersihkan tubuhnya sebab dari semalam dia lupa mandi di karena tanpa di sengaja langsung tertidur.
*****
Hari pun berlalu begitu cepat jam sudah menunjukkan pukul satu siang.
Dara sudah berjanji sama Alan, mereka akan pergi keluar mengajak Farel juga ke tempat bermain.
Dara sudah rapih begitu juga dengan Farel, kali ini mereka akan pergi bertiga tanpa ada Meli yang ikut bersama mereka.
Setelah cukup lama Dara dan juga Farel menunggu kedatangan Alan.
"Ma, om nya lama sekali datang nya? " tanya Farel terhadap sang Mama.
"Mungkin jalan nya macet, kita tunggu sebentar lagi ya" kata Dara terhadap sang anak
Di saat Dara sedang berbicara dengan Farel, mobil mewah pun sudah berhenti tepat di depan rumah Dara.
"Ma, itu om nya sudah datang ayo cepetan" ajak Farel terhadap sang Mama, dia sudah tidak sabar ingin segera sampai di tempat bermain.
"Iya, Ayok kita berangkat" ajak Dara terhadap sang anak, Farel memegang tangan sang Mama. Setelah berada di halaman depan, pintu kendaraan sudah terbuka dan Alan mempersilahkan Dara untuk masuk setelah Farel juga berada di dalam kendaraan.
"Maaf ya telat, soal nya tadi di jalan rada sedikit macet akibat ada kecelakaan lalu lintas" kata Alan terhadap Dara.
"Nggak apa-apa ko, santai hanya saja Farel sudah tidak sabar ingin segera sampai di sanah" jawab Dara.
Alan pun mulai menginjak gas kendaraan nya, dengan perlahan kendaraan itu meninggalkan area perusahaan.
Jalanan yang di lewati sedikit macet sebab hari libur, sudah pasti jalan menuju tempat wisata atau sejenis nya pasti macet. Sebab hampir semua orang akan berkunjung ke tempat hiburan di saat libur kantor dan anak-anak juga libur sekolah.
Perjalanan yang mereka tempuh sudah cukup lama,Meskipun kendaraan bergerak begitu lambat akhirnya mereka sudah sampai di tempat tujuan.
Alan membuka pintu dan mempersilahkan Dara untuk segera turun dari dalam kendaraan, begitu juga dengan Farel sudah turun.
Mereka bertiga akan segera masuk ke dalam bangunan yang menjulang tinggi di hadapan nya, sebelum nya Farel belum pernah di ajak ke tempat seperti ini.
Ini pengalaman baru bagi Farel, Alan dan Dara memegang tangan Farel agar tidak terlepas dan terpisah saat berada di dalam kerumunan orang banyak.
Terlihat sepintas mereka layak nya kelurga kecil bahagia.
Mereka sudah berada di dalam gedung dan sudah berada di area permainan anak.
Tanpa mereka sadari ada pasang mata yang memperhatikan interaksi kedua nya.
"Kamu di sini juga?" tanya orang tersebut terhadap Dara.