
"Kan kamu bisa hubungi aku! " kata Alan.
"Iya saya minta maaf? " kata Dara.
"Selama ini kita dekat jangan kan untuk di jemput bahkan sekalian pulang pun kamu nggak mau aku antar! apa segitu tidak berarti kah aku untuk kamu, apa kamu tidak mengerti betapa tersiksa nya aku. Mengharapkan balasan perhatian mu, kasih sayang bahkan cinta dari kamu! apa aku tidak layak untuk bisa berada di hati mu, mengisi hari-hari bersama dengan cerita indah kita! " ucap Alan dengan panjang lebar sambil menatap Dara dengan lekat.
"Bukan tidak ingin menempatkan siapapun di hati ini! cuma belum siap untuk terluka untuk kesekian kalinya. Luka yang selama ini ku terima belum sembuh, dan rasa takut itu selalu menghantui di setiap hembusan nafas. Bahkan untuk mempercayai cinta pun itu sungguh sangat sulit, setelah apa yang terjadi selama ini. Apa kamu juga tidak mengerti rasa sakit dan penderitaan yang ku Alami! " jawab Dara sambil mengusap Air matanya yang mulai meleleh.
Selama ini Dara berusaha menutup dirinya dari siapa pun, agar dia tidak merasakan sakit lagi seperti yang di terima selama ini.
Alan pun merasa bersalah setelah melihat Dara mengeluarkan air mata, dia berfikir sejenak.Apa dia terlalu memaksakan keinginan ya untuk mendapatkan Dara, Sedangkan dia tidak pernah memberi ruang terhadap Dara untuk bisa melakukan yang di sukai nya.
"Aku minta maaf, selalu memaksakan keinginan ku! itu karena aku sangat sayang sama kamu. Kamu tahu kan selama ini aku seperti orang gila mencari kamu ke mana-mana, kamu itu putri kecil yang selalu telat di jemput dan aku yang selalu menjaga mu!.Sampai ku tanya terhadap penjaga sekolah dan wali kelas kemana kamu, dan setiap hari aku selalu menunggu kamu di bangku itu, berharap kamu akan datang menghampiri ku dan menghampiri ku,sambil berkata,Pangeran kodok aku takut jangan tinggalin aku,mereka belum menjemput ku.apa kamu ingat itu? dan sekarang aku sudah menemukan kamu,tidak bisa harus kehilangan untuk yang kedua kalinya" kata Alan sambil menatap nanar Dara.
"Aku tidak pergi ke mana pun, setiap hari kita bertemu di sini dan aku pun selalu menuruti semua keinginan mu! bahkan penampilan ku saat ini juga itu atas permintaan kamu, kamu mau aku seperti apa? " tanya Dara terhadap Alan.
"Aku cuma tidak suka kamu dekat dengan lelaki mana pun!, dan berbicara akrab seperti tadi, sedangkan bersama ku kamu tidak pernah berbicara seperti itu. " jawab Alan dengan tegas.
Dara sudah lelah, susah juga memberi penjelasan terhadap orang seperti Alan. Lebih baik dia yang mengalah untuk mencari aman.
"Aku minta maaf, tidak akan pergi bersama siapapun pagi kamu jemput dan pulang pun harus di antar biar kamu puas! " kata Dara sambil pergi berlalu meninggalkan Alan yang masih berdiri di area parkir.
Setelah beberapa saat Alan pun mengejar langkah Dara dan menarik tangan nya, hingga Dara hilang ke seimbangan dan jatuh ke dalam pelukan Alan.
Alan pun mendekap tubuh Dara, sebab itu tujuan Alan ingin memeluk Dara sambil berkata "aku yang minta maaf, tidak pernah berfikir bahwa kamu tidak nyaman dengan semua perlakuan ku" ucap Alan sambil terus mendekap tubuh kecil itu, sambil mengelus rambutnya.
Dara pun merasakan nyaman berada di pelukan Alan tetapi dengan cepat dia menepis rasa itu.
"Apa kaku mau membunuhku? " kata Dara sambil mendorong dengan pelan dada Alan.
Alan pun belum melepaskan pelukan nya tiba-tiba ada orang berkata di belakang mereka.
"Astag, kenapa kalian melakukan nya di sini! " kata orang tersebut.