LARA

LARA
Part 31



Pagi hari seperti biasanya Dara selalu di sibukkan dengan kegiatan rutin pagi hari, di karena kan hari ini libur dia bisa bersantai nggak seperti biasanya.


Dara akan belanja sayur ke depan sambil mengajak Farel juga sekalian berjalan pagi, sebelum belanja mereka akan keliling komplek sambil olahraga ringan.


"Mel.. lama bener kamu itu lagi ngapain sih? " tanya Dara terhadap Meli, sebab dari tadi dia belum juga keluar dari kamar. Bilang nya sebentar mau ganti baju eh sudah hampir lima belas menit belum juga keluar.


"Tunggu sebentar, Bu... " saut Meli dari dalam kamar.


Setelah beberapa saat akhirnya Meli pun keluar dengan dandan yang heboh.


"Mel, kamu itu apa-apaan sih bikin malu saja! masa mau lari pagi seperti mau karnaval saja" kata Dara sambil menatap Meli dari bawah sampai ke atas.


"Ini dandan terbaik saya Bu, takut nya ada cowok ganteng jadi nggak malu-maluin! siapa tahu nanti dapat jodoh" kata Meli.


"Hai siapa juga yang mau naksir perempuan yang dandan nya model begini! " kata Dara sambil menatap Meli heran bagaimana bisa dia dandan seperti itu, biasanya juga belum pernah seperti ini.


"Ko ibu ngomong nya seperti itu sih, kan saya jadi ragu untuk mendapatkan nya" kata Meli sambil menunduk malu.


"Kamu itu ingin mendapatkan siapa? memangnya ada cowok di dekat sini? " tanya Dara terhadap Meli.


"Ada lah, pokoknya dia itu idaman banget" kata Meli.


"Sudah lah, jangan mikirin yang tidak penting tapi tolong kamu cuci muka terlebih dahulu, jika tidak jangan ikuti kami! " kata Dara sambil mengajak Farel untuk segera keluar rumah, rencana mereka akan lari pagi sebab selama tinggal di sini setiap hari libur pasti Dara akan menyempatkan diri untuk berolahraga.


Dengan berat hati Meli pun mencuci wajah nya, agar ibu bos nggak berkata bahwa dirinya lebih mirip ondel-ondel.


Setelah membersihkan wajah, Meli pun segera keluar untuk menyusul Dara dan juga Farel. Meli berlari agar bisa mengejar Dara dan juga Farel, setelah beberapa saat akhirnya Meli pun bisa mengejar nya.


"Farel sayang tungguin dong! " kata Meli sambil mempercepat langkahnya.


"Ayo tante kejar Farel" kata Farel dengan suara khas anak kecil, dia berlari dengan kencang. Meskipun dia seorang anak kecil tetapi nggak mengeluh saat di ajak lari pagi, sebab ini kesempatan dia untuk melihat alam sekitar.


"Awas nih tante kejar yah" kata Meli sambil mempercepat langkahnya.


"Mel kita ke taman kota yuk, kan cuma beberapa menit dari sini pasti ramai ini kan hari libur! " ajak Dara terhadap Meli.


"Kalau aku sih ok Bu, tapi nanti kalau Farel capek bagaimana? " tanya Meli.


"Nggak lah, kita jalan pelan-pelan saja! " kata Dara.


"Baik lah, ok jagoan bagaimana kalau kita ke taman? siapa yang sampai terlebih dahulu maka pulang nya di gendong! " kata Meli sambil berpura-pura untuk melewati Farel agar anak itu lebih semangat.


"Siapa takut" Jawab Farel sambil mempercepat lari nya, anak kecil itu dengan penuh semangat terus berlari agar Meli dan juga Mamanya tidak bisa mengejar dirinya.


Setelah beberapa saat mereka berlari kecil sambil menyusuri jalan untuk menuju taman kota, ini pertama kali Dara dan juga Farel datang ke tempat ini.


Biasanya mereka lari pagi nya hanya keliling komplek tetapi hari ini Dara mengajak mereka ke taman, tidak terlalu jauh sih makannya Dara mengajaknya.


Akhirnya mereka sampai juga di taman dan ternyata memang betul bahwa taman sudah ramai pengunjung.


Ada juga yang betul berolahraga dan ada juga yang hanya melihat orang banyak yang datang, sebagian orang yang datang juga yaitu anak muda. Mereka gunakan hari libur di taman sambil membawa pasangan mereka, hal itu membuat Meli iri kala melihat para pemuda dan pemudi berjalan sambil bergandengan.


"Apa yang kamu lihat? " tanya Dara terhadap Meli.


"Itu bu.. mereka membuat ku iri saja! " jawab Meli sambil memunjuk ke arah sepasang kekasih yang sedang bergandengan.


"Ngapain kamu iri melihat hal seperti itu, nggak penting amat" ucap Dara sinis.


"Yah... ko begitu sih bu,! " kata Meli dengan nada bicara yang kurang semangat.


"Sudah lah kita ke arah sanah yuk! " ajak Dara terhadap Meli, dengan nggak melihat ke kanan dan kiri Dara pun balik badan untuk segera menuju tempat yang dia maksud.


Tiba-tiba Dara pun menabrak seseorang, astaga "Maaf Pak tidak sengaja" kata Dara minta maaf terhadap orang tersebut.


"Iya nggak apa-apa, Kamu Dara kan? " jawab pria itu, setelah beberapa saat pria itu pun diam sejenak untuk mengingat nya.