LARA

LARA
Part 53



Di sisi lain.


Alan memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi, dia terus memukul-mukul setir sambil berteriak sepanjang jalan.


Menurut dia sudah tidak ada harapan lagi untuk bisa bersama Dara, wajahnya yang sudah frustasi rambut acak-acakan tampilan sudah kusut itu yang terjadi pada Alan saat ini.


Alan tidak tahu arah dan tujuannya harus ke mana untuk saat ini, agar hati dan pikirannya tenang.


Alan terus melajukan kendaraannya, tanpa arah dan tujuan yang jelas hingga pada akhirnya dia berhenti di satu suatu tempat. Yang sangat sepi di atas bukit yang menampakan keindahan laut dari atas.


Alan langsung turun dari kendaraannya dan Berteriak sekencang-kencangnya, berharap dengan berteriak dia bisa melupakan semua yang terjadi dengan dirinya dan meluapkan apa yang ada di dalam hatinya.


Untuk pertama kalinya Alan menangis,selama ini dia tidak pernah mengeluarkan air matanya hanya untuk seorang perempuan.


Setelah beberapa saat Alan mengeluarkan angan-angannya sambil berteriak dan mengeluarkan air mata.


Seketika tubuhnya merasa lemas ternyata seharian dia belum makan atau minum, dia duduk di atas rumput sambil memegang lututnya dan menatap lurus ke depan. Pandangannya terasa kosong dan hampa, separuh jiwanya seakan hilang dibawa pergi oleh Dara.


Setelah cukup lama Alan duduk di atas rumput, akhirnya dia memutuskan untuk pulang sebab waktu bergulir begitu cepat sekarang sudah menunjukkan pukul sebelas malam.


Alan bangkit dari duduknya lalu berjalan dengan langkah gontainya menuju ke kendaraan yang akan mengantarnya pulang, setelah beberapa saat dia sudah sampai lalu membuka pintu kendaraan tersebut dan duduk di depan kemudi.


Setelah beberapa saat Alan mulai menyalakan kendaraannya, lalu menginjak gas dengan perlahan.Kendaraan pun keluar dari area tersebut untuk menuju jalan raya setelah berada di jalan raya Alan memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.


Perjalanan yang ditempuh Alan untuk segera sampai di rumah sangatlah jauh, Alan melajukan kendaraannya dengan kecepatan penuh agar segera sampai di rumah.Sebab sudah dua hari dia tidak pulang ke rumah, tidak berganti pakaian dan tidak mandi.


waktu bergulir begitu cepat akhirnya Kendaraan yang Alan tumpangi sudah sampai di kediaman Alan, dia langsung turun dari kendaraan tersebut dan menuju pintu masuk.


Setelah sampai di dalam rumah dia disambut oleh seluruh anggota keluarganya termasuk Novia.


"Kamu dari mana saja ponsel tidak bisa dihubungi di kantor tidak ada? "tanya sang Mama terhadap Alan dengan raut wajah sangat khawatir.


" Nggak dari mana-mana "jawab Alan dengan singkat, lalu melanjutkan langkahnya untuk segera masuk ke dalam kamarnya.


"Bagaimana bisa kamu bilang nggak dari mana-mana,sedangkan dua hari kamu tidak pulang apa yang terjadi dengan kamu? "kata sang Mama lagi dengan nada bicara sedikit meninggi.


"Sekarang kalian silakan tertawa puas, Dara sudah pergi.Aku kehilangannya untuk yang kedua kalinya,puas kalian!"kata Alan dengan suara dipenuhi dengan rasa kecewa.


"Maksud kamu, pergi ke mana? tanya sang ayah terhadap Alan.


"Sekarang dia sudah tidak bekerja di kantor lagi! dan pulang kampung tidak akan kembali lagi ke kota ini" jawab Alan.


Setelah menjawab pertanyaan dari sang Mama dan Ayahnya, Alan langsung berjalan perlahan menaiki anak tangga satu persatu untuk segera sampai di lantai atas dan pergi ke kamarnya.


Setelah berada di depan pintu kamar, Alan langsung memutar gagang pintu tersebut lalu pintu pun terbuka.Dia berjalan perlahan masuk ke dalam kamar, setelah sampai berada di dalam kamar dia langsung pergi ke kamar mandi.Setelah berada di kamar mandi Alan langsung memutar keran shower dan berdiri di bawah kucuran shower tersebut hingga tubuhnya basah semua.


Setelah cukup lama Alan berdiri di bawah air shower yang mengalir, hingga badannya merasa kedinginan.Setelah itu Alan meraih handuk dan mengeringkan tubuhnya dengan handuk tersebut lalu keluar dari kamar mandi.


setelah beberapa saat Alan berganti pakaian dan akhirnya selesai, setelah semuanya Selesai Alan duduk di atas tempat tidur,lalu meraih ponselnya yang bergeletak di atas nakas.


Alan mengusap layar ponselnya dan membuka galeri yang menyimpan beberapa foto Dara di sana, dia geser terus ponselnya yang menampilkan beberapa foto Dara di sana.


Alan tersenyum getir di saat melihat senyum Dara di ponselnya, yang menampilkan kebersamaan mereka yang dipenuhi canda tawa.Seakan momen itu tidak akan pernah terulang kembali di kehidupan alam bersama Dara


Setelah puas Alan memandangi foto-foto Dara yang ada di ponselnya, dia letakkan kembali ponselnya di atas nakas lalu naik ke atas tempat tidur dan merebahkan tubuhnya.


Dia akan memejamkan matanya, semoga dengan tertidur bisa melupakan sejenak apa yang ada di dalam hidupnya pada saat ini.


Alan tidur terlentang sambil menatap langit-langit kamar, setelah beberapa saat akhirnya nafas Alan sudah teratur.Pertanda sang pemilik raga sudah berada di alam mimpi.


*****


Di tempat lain.


Dara mondar-mandir di dalam kamar, dia berusaha untuk memejamkan matanya dan tertidur.Tetapi tidak bisa,seolah ada yang mengganggu pikirannya.


Dara meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja, dia mengusap layar ponselnya lalu membuka salah satu aplikasi dan melihat pesan-pesan yang masuk dan ternyata tidak ada pesan dari orang tersebut untuk darah.


Dia letakkan kembali ponsel itu, lalu berjalan keluar kamar.


Setelah sampai di luar kamar, berjalan menuju pintu keluar.Setelah berada di depan pintu dia buka pintu tersebut, dan duduk di teras sendirian menikmati malam yang dingin ditemani bintang-bintang yang bersinar menerangi malam.


Setelah cukup lama Dara duduk di teras, akhirnya dia merasa lelah dan memutuskan untuk masuk kembali ke dalam rumah.


Keesokan harinya.


Dara dan juga Farel di ajak sang Bibi untuk pergi ke ladang,untuk melihat para pekerja yang sedang panen.


Sang Bibi berharap, bahwa Dara bisa melupakannya sejenak masalah yang ada di dalam hidupnya.Setelah melihat keindahan ladang yang menghampar luas, dan para pekerja yang sedang panen.


Mereka pergi ke ladang dengan berjalan kaki, sebab jarak dari rumah ke ladang hanya sekitar 1 kilo meter anggap saja ini adalah olahraga pagi untuk membuat mereka lebih sehat.


Farel merasa sangat bahagia, ini adalah pengalaman pertamanya berada di kampung menikmati udara pagi dan hamparan pertanian yang sangat luas.


Sepanjang perjalanan Farel berlari-lari sambil berteriak kegirangan, hingga Dara terus memanggil-manggil namanya agar berhati-hati.Tetapi Farel tidak menghiraukan sang Mama.


Setelah beberapa saat mereka di perjalanan, akhirnya sudah sampai di tempat tujuan yaitu ladang milik sang Bibi.


Dara berjalan melewati beberapa pekerja yang sedang panen memetik sayuran milik sang Bibi, hingga pada akhirnya dia dikagetkan dengan seseorang yang memanggil namanya.


"Ini beneran kamu Dara?" kata orang tersebut.