LARA

LARA
Part 39



Waktu telah berlalu begitu cepat satu bulan telah berlalu, Dara dan Farel juga semakin hari semakin dekat dengan Alan.


Dara sudah mulai membiasakan diri untuk selalu memberi kabar dan membalas perhatian Alan,Dara tidak tahu balas perhatian nya itu bentuk cinta atau hanya merasa tidak enak.


Karena Alan selalu bersikap baik padanya, semenjak hari itu Alan selalu menjadi sopir pribadi Dara. Kedekatan mereka juga sudah tersebar di seluruh kantor pusat bahkan cabang,sebab Dara juga beberapa kali di ajak Alan untuk mengunjungi kantor cabang.


Hilman juga berusaha mendekati Dara lewat anak-anak mereka, anak Hilman juga sering main ke rumah Dara di temani sang pengasuh di saat Hilman pergi ke Yayasan yang di kelola yang.


Seperti biasa hari ini Dara akan berangkat ke kantor, dia sudah siap untuk berangkat. Dara duduk di teras depan sambil menunggu jemputan.


Setelah beberapa saat menunggu, jemputan sudah datang.


Dara bangkit dari duduknya, lalu berjalan perlahan menghampiri kendaraan yang sudah terparkir menunggu nya.


Pintu kendaraan sudah terbuka, Dara langsung masuk kedalam kendaraan tersebut lalu duduk di samping pengemudi.


"Selamat pagi tuan putri! " sapa Alan terhadap Dara.


Dara melihat ke arah Alan, dia merasa perlakuan Alan itu lebay.


"Apaan sih, Mas... lebay deh" jawab Dara dengan nada bicara yang jutek.


"Apanya yang lebay, memang kamu itu puteri yang ada di dalam istana hati ku" jawab Alan sambil menatap kelat wajah Dara.


"Mas... sudah sarapan belum? tadi pagi ku chat jangan sarapan di rumah aku dah masak makanan kesukaan mu" kata Dara terhadap Alan.


"Iya, nanti kita sarapan di kantor saja" jawab Alan.


Alan mulai melajukan kendaraan, berjalan di keramaian pagi membelah indah nya suasana yang pagi yang sangat cerah. Secerah sinar mentari pagi yang bersinar di pagi ini, hati Alan berbunga-bunga saat mendapatkan perhatian dari Dara.


Sepanjang perjalanan lelaki itu tidak hentinya terus tersenyum.


Perjalanan yang di lalui sudah cukup lama, kendaraan yang di tumpangi sudah mendarat sempurna di area parkir.


Alan dan juga Dara keluar dari kendaraan, lalu berjalan beriringan untuk segera menuju ke ruangan mereka.


Sepanjang perjalanan menuju ruangan, Alan dan Dara tidak lepas dari pandangan dari seluruh karyawan yang sudah datang.


Sepanjang perjalanan mereka juga berpapasan dengan karyawan lain, mereka menunduk hormat saat bertemu Alan.


Setelah beberapa saat mereka sudah sampai di lantai tujuan.


"Sarapan dulu Mas..." kata Dara terhadap Alan.


"Di ruangan ku saja yah! " jawab Alan sambil mengajak Dara untuk masuk ke dalam ruangan.


Mereka berdua masuk ke dalam ruangan untuk sarapan bersama, sebab jam kerja juga belum di mulai.Masih ada waktu untuk melakukan aktifitas lain sebelum bertempur dengan pekerjaan, mereka juga harus mempersiapkan semua agar tak kekurangan energinya saat bekerja.


Dara bukan orang yang romantis dan pandai mengucapkan kata-kata manis seperti yang sering Alan ucapkan, bahkan saat Alan mengeluarkan kata-kata penuh gombalan juga Dara merasa geli.


Hanya dengan cara seperti ini Dara memberi kan perhatian untuk Alan.


Sarapan bersama sudah selesai, Dara merapihkan peralatan yang telah di gunakan.


"Mas.. aku kembali ke ruangan dulu ya! " kata Dara sambil membawa peralatan yang telah di gunakan, dan sisa makanan nya.


"Terimakasih banyak yah sarapan nya, rasanya sangat enak" jawab Alan dengan raut wajahnya yang sangat bahagia.


"Sama-sama, Mas... kalau suka sama makanan nya nanti kapan-kapan ku buatin lagi" ucap Dara.


"Aku sangat berharap bahwa setiap kali aku mau makan yang nyiapin nya kamu, dan setiap ku bangun tidur yang pertama ku lihat wajah cantik mu" ucap Alan, hal ini membuat Dara jadi salah tingkah. Wajah Dara mulai merah merona saat di gombalin Alan.


"Apaan gombal terus... " jawab Dara sambil balik badan, dia akan segera pergi untuk menuju ruangan nya.


Dara segera pergi meninggalkan ruangan Alan, dia segera kembali ke ruangan nya. Sudah saat nya bagi Dara memulai aktifitas kantor.


Dara sudah berada di dalam ruangan dan di hadapkan dengan segudang pekerjaan dan mengatur jadwal Pak Bos.


Semua orang sudah di sibuk kan dengan pekerjaan masing-masing, Dara sudah terfokus terhadap pekerjaan nya.


Di saat dia sedang fokus terhadap pekerjaan nya, ponsel nya terus bergetar dari tadi. Dara terus mengabaikan ponsel nya, tetapi pangilan itu terus berulang-ulang.


"Siapa sih ganggu saja" kata Dara sambil meraih ponsel nya, lalu di usap untuk menjawab panggilan tersebut.


Setelah Dara lihat panggilan dari nomor tidak di kenal.


"Hallo... siapa ini" jawab Dara.


"Bu ini Meli,Farel.... " kata Meli.


"Apa yang terjadi dengan nya" kata Dara mulai panik.


"Farel di culik! " jawab Meli dengan nada suara terbata-bata.


Seketika ponsel yang sedang di pegang jatuh ke lantai, akal sehat Dara sudah tidak berfungsi lagi.


Dia langsung lari ke luar ruangan sambil menangis, dia sampai lupa untuk memberi tahu Alan soal masalah yang menimpa dirinya.


Farel adalah kekuatan baginya dan sumber kebahagiaan untuk Dara, jika terjadi sesuatu dengan nya maka dia tidak akan pernah bisa memaafkan dirinya sendiri.


Di saat dia berlari tanpa melihat ke arah lain dia menabrak seseorang.